
"Kenapa kamu menangis? Aku tidak akan macam-macam kok," ucap Andrew, sambil mengusap pipi Tika yang basah, karena airmatanya terjatuh.
Tika dengan segera menghempaskan tangan Andrew dengan kasar.
Andrew pun hanya tersenyum sambil menatap sinis Tika, karena merasa tidak menyangka Tika menghempaskan tangannya dengan kasar.
Mereka pun kini sudah sampai di sebuah ruangan yang dituju. Andrew dengan segera membawa masuk Tika ke dalam ruangan tersebut.
Betapa terkejutnya Tika, saat mengetahui seseorang yang kini sedang duduk diatas kursi dengan tangan terikat tali.
"Oh, jadi kamu dalang semua ini? Gila loh, Ndrew!" Mila merasa emosi.
"Kenapa emangnya, kalau aku dalang dari semua ini? Aku memang gila karena dia," ucap Andrew, sambil menatap Tika.
Mila pun tertawa terbahak, begitu lucu dengan perkataan Andrew.
"Yang benar saja, kamu gila karena janda tidak tahu diri itu? Sungguh menganehkan," Mila dengan memutarkan matanya dengan malas.
"Jaga ucapanmu, Mila! Kamu jadi orang jangan bicara seenaknya!" Andrew sambil meraih dagu Mila dengan kasar, lalu menghempaskannya.
"Ndrew, jadi orang kasar banget sih! Apa salahku padamu hah?" tanya Mila sambil menatap tajam Andrew.
"Kesalahanmu itu banyak! Dan kamu telah membuat dia salah paham!" Andrew sambil menatap Tika.
"Sebenarnya ini ada apa sih Ndrew? Aku benar-benar tidak mengerti!" ucap Tika, benar-benar tidak paham.
"Aku cuma ingin kasih tahu sama kamu, kalau aku-" ucapan Andrew sengaja di gantung, lalu menatap Mila, kemudian menatap Tika.
"Kalau aku apa?!" tanya Tika.
"Iya kalau aku-" Andrew menggantung ucapannya kembali, lalu dengan segera menempelkan benda kenyalnya ke bibi*r mungil milik Tika.
Tika pun merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Andrew.
Tika mencoba memberontak, dan mendorong tubuh Andrew dengan kuat, tapi sayangnya gagal karena tenaganya tidak sebanding dengan Andrew.
Mila pun tidak kalah terkejutnya dengan apa yang dilakukan oleh Andrew kepada Tika. Bahkan, Mila merasa emosi dan tidak terima dengan apa yang dilihatnya.
Saat Tika kehabisan napas, Andrew dengan segera melepaskan benda kenyalnya dari bibi*r Tika.
Tika langsung menampar Andrew, karena sudah berani kurang ajar.
"Brengsek loh, Ndrew!" Tika, menampar pipi Andrew.
__ADS_1
Andrew pun meringis kesakitan karena pipinya di tampar sangat keras.
"Sorry Tika," ucap Andrew.
"Kamu kurang ajar banget sih sama aku! Mau kamu apa sih? Kenapa kamu lakukan hal itu sama kau? Aku kecewa sama kamu, Ndrew!" Tika, kemudian meneteskan airmatanya karena begitu sakit hati dan merasa terhina.
"Maafkan aku, Tika," Andrew mencoba memeluk Tika.
"Stop, jangan sentuh aku! Aku bukanlah wanita murahan, yang seenaknya kamu sentuh!" bentak Tika.
"So suci lagi," ucap Mila sambil menatap sinis Tika.
"Tika, aku benar-benar minta maaf! Aku cuma ingin menjelaskan saja, aku tahu kamu salah paham sama aku, karena aku sama Mila seperti apa yang kita lakukan tadi kan? Asal kamu tahu ya, itu bukan aku yang sengaja melakukannya, tapi si Mila lah yang seenaknya melakukan itu!" ucap Andrew mencoba menjelaskan.
"Kamu jangan fitnah Ndrew! Yang jelas kita melakukannya karena suka sama suka kan? Kamu jangan munafik jadi orang!" ucap Mila sambil menatap Andrew.
"Kamu kalau ngomong jangan sembarangan! Aku minta kamu jujur sama dia, kalau itu karena ulahmu sendiri yang melakukannya!" bentak Andrew, meminta kejujuran dari Mila.
"Lagian aku itu jujur kok. Kalau kita melakukannya karena-" ucapan Mila terputus karena Andrew tiba-tiba mengambil pisau, lalu melayangkannya di depan wajah Mila.
"Ndrew, apa yang akan kamu lakukan?!" Tika merasa cemas.
"Tentu saja aku akan membunuhnya, karena dia telah berbohong pada kita! Dan ketika kamu mempercayai ucapan dia, maka aku yakin, kamu akan membenciku , dan pergi jauh dari aku kan?" tanya Andrew, sambil menatap Tika.
"Lagian memang benarkan Ndrew, aku mendengarkannya dengan telinga aku sendiri kalau kamu masih cinta dan sayang sama dia kan?!" tanya Tika sambil menatap tajam Andrew.
"Bohong! Kamu jangan percaya ucapan dia, Tika. Ya jelas-jelas kita memang saling mencintai dan dia terpaksa menerimamu karena hanya ingin jadikanmu pelampiasan!" ucap Mila mencoba memanasi Tika.
"Diam kamu, dasar wanita licik! Oh, jadi kamu memilih untuk mati di tanganku, oke bersiap-siaplah," Andrew dengan melayangkan layangkan pisaunya di wajah cantik Mila.
"Ndrew, aku mohon jangan bunuh aku! Aku masih pingin hidup, jauhkan pisau itu!" teriak Mila merasa ketakutan.
"Iya itu terserah kamu, karena hidup dan matimu ada ditangannmu! Bila kamu berkata jujur, maka selamatlah hidupmu, dan bila kamu tetap berbohong, jangan harap kamu bisa melihat lagi dunia ini!" ancam Andrew, sambil menyodorkan pisau tersebut ke perut Mila.
Mila pun berteriak, dan meminta tolong kepada Tika agar mau membantunya.
"Tika, bantu jangan biarkan Andrew membunuhku, sekarang dia benar-benar tidak waras," ucap Mila, sambil menatap Tika.
Andrew pun tesenyum, lalu tertawa terbahak.
"Mila ... Mila ... lucu sekali sih hidupmu, tidak tahu malu! Apa salahnya sih, tinggal berkata jujur saja hah?!" ucap Andrew.
"Ndrew sudahlah, jangan mengancam dia, untuk berkata jujur, lagi pula apa salahnya kamu yang harus jujur, kalau kamu masih sayang dan cinta sama dia kan?!" ucap Tika, sambil menatap Andrew.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu berkata seperti itu? Itu tidak benar! Makanya, aku sengaja menculik dia, agar si Mila jujur dan tidak ada lagi kesalahpahaman diantara kita! Aku yakin, kamu pasti sudah berpikiran yang enggak-enggak kan? Makanya, aku tidak mau sesuatu perpisahan terjadi gara-gara wanita sialan ini!"
Tika pun merasa bingung, harus percaya sama siapa? Yang Tika dengar terakhir kalinya kalau Andrew mencintai Mila.
"Oke, aku hitung sampai itungan tiga, bila kamu tetap tidak jujur, maka aku akan terpaksa melayangkan nyawamu," bisik Andrew, ke telinga Mila.
Mila pun hanya bisa menelan ludah salivanya dengan susah.
"Satu ... dua ... tiga ...," Andrew mencoba menyodongkan pisaunya dibawah perut Mila. Tapi Mila berteriak dan memohon agar Andrew tidak melakukan perbuatan keji kepada dirinya.
"Baiklah Ndrew, aku akan mengatakan semuanya kepadamu, Tika!" ucap Mila, sambil menatap sinis Tika.
"Baguslah kalau begitu, ayo cepat katakan!" Andrew, sambil menatap Mila.
Mila pun langsung menceritakan semuanya. Ada rasa amarah saat mendengar perkataan Mila. Andrew, langsung menampar wajah Mila, sehingga membuat Mila meringis kesakitan.
"Ndrew, kenapa kamu menamparku?! Aku kan sudah menceritakan semuanya!" Mila merasa emosi, karena pipinya ditampar begitu saja.
"Karena kamu, sudah kurang ajar! Jadi kamu sebenarnya tahu ada Tika, dan mencoba memanas-manasi Tika, supaya hubungan aku dan dia hancur begitu!" Andrew sambil menatap tajam Mila
"Iya memang, puas! Lagian aku tuh iri sama kalian berdua, kenapa sih kamu dan dia harus jatuh cinta? Kamu dan dia sama-sama kaya, sama-sama pengusaha, pokoknya sempurna deh. Aku tidak rela, makanya aku sengaja melakukan itu," ucap Mila.
"Kamu-" Andrew sambil mengangkat satu tangannya untuk menampar Mila, tapi di tahan oleh Tika.
"Stop, hentikan Ndrew! Jangan lakukan itu, dia wanita, kamu bermain kasar sama wanita!" Tika, sambil menahan tangan Andrew.
"Tapi sayang, dia benar-benar kurang ajar! Aku tidak peduli, dia wanita juga, karena aku sangat benci dia yang berhati iblis!" Andrew sambil menatap tajam Mila, dan mencoba melepaskan tangan Tika yang menahan tangan Andrew.
"Ndrew !" bentak Tika, sambil menatap tajam Andrew, dan menatap yang membuat Andrew mengalah.
"Oke, baiklah kalau begitu! Jadi kamu sudah tahu kan, kebenarannya. Semua ini salah paham, dan apa yang ada di otakmu itu salah, sama sekali tidak benar!" Andrew, sambil menunjuk- nujuk otak Tika.
"Ih apaan sih Ndrew!" Tika sambil memepeskan tangan Andrew.
"Kamu tahu tidak, aku sakit hati tahu saat kamu dekat dengan Reza, apalagi saat dia mengusap pipimu," ucap Andrew sambil mengusap pipi Tika, dan ada rasa kecewa di kepada Tika.
Bersambung dulu ...
#Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, komentar, dan like nya, yang mau kritik dan saran boleh banget tuh😊. (santuy).
Maaf ya kakak2 masih banyak typo, dan ketikannya selalu salah mulu😅🙏. Saya ucapannkan terima kasih sama kakak-kakak semuanya yang sudah mampir😊🙏.
*****
__ADS_1
Yuk mampir dan kepoin karya dari kak author ini dijamin bikin baper dan seru nih.