Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
111. Terbongkar


__ADS_3

Bu Lily merasa bersalah saat menatap Mamih Mira yang kini sedang menangis, dan merasa malu karena Tika sudah berbuat yang enggak-enggak terhadap Mamih Mira.


"Aktingnya jago juga ya, bagus benar nih. Wah cocok nih kalau jadi artis sinetron ikan terbang," sindir Andrew sambil menatap sebal Mamih Mira, dan Reza.


"Emang, benar-benar cocok!" Tika ikut menimpali, sambil menatap muak Mamih Mira dan Reza.


"Cukup, kalian berdua, jaga ucapanmu! Dan kamu Tika, Ibu benar-benar kecewa dengan sikapmu Tika. Sekarang kamu jadi suka memfitah orang sembarangan!" bentak bu Lily sambil menatap tajam putrinya.


"Bu, Tika tidak menuduh mereka. Itu fakta Bu, apa yang dikatakan oleh Andrew memang benar, mereka telah menghinaku habis-habisan karena aku miskin!" Tika menaikan nadanya dengan tinggi, sehingga semua orang menatap dirinya.


Karena merasa tidak enak,  adanya keributan. Ayah efendy dengan segera berjalan menghampiri mereka.


"Ada apa ini?" tanya Ayah Efendy, sambil menatap Tika, Andrew, bu Lily, Mamih Mira, dan Reza secara bergiliran.


"Ini putrimu, sekarang sudah kurang ajar. Dia jadi suka memfitnah orang," adu Ibu Lily kepada Ayah Efendy.


"Memfitnah orang? Maksudnya gimana ini?" tanya ayah Efendy merasa tidak mengerti, sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Ini si Tika, dia sudah memfitnah Mamih Mira, kalau dulu katanya Mamih Mira menghina dirinya habis-habisan, karena miskin, dan berkata wanita tidak berguna karena janda. Sejak kapan sih putri kita berubah jadi gini?" ucap bu Lily menjelaskan kepada suaminya.


Ayah Efendy kemudian menatap Mamih Mira yang masih menangis di pelukan putranya, lalu menatap Tika.


"Tika, apakah benar yang dikatakan oleh Ibumu kalau kamu berkata seperti itu, kepada mereka?" tanya Ayah Efendy, sambil menatap Tika.


"Iya memang benar Ayah. Lagi pula ayah pasti percaya kan sama Tika? Tika tidak berbohong Yah, Tika berkata seperti itu karena sesuai fakta kok." jawab Tika, sambil menatap Ayah Efendy.


Ayah Efendy menatap intens Tika, dengan tatapan yang susah di artikan. Lalu Ayah Efendy bertepuk tangan, dan berjalan menghampiri putrinya.


"Ayah sangat bangga sama kamu, Nak. Sekarang kamu sudah berani membongkar kebusukan orang-orang yang telah kurang ajar dan menyakitimu," ayah Efendy sambil menatap putrinya, lalu mengusap lembut pundak Tika.


"Tentu saja Ayah sudah tahu sayang. Karena waktu itu kamu ada dalam pengawasan." jawab Ayah Efendy.


"Apa-apaan ini, maksudnya apa? Jangan bilang kalau kalian lagi kerja sama," ucap bu Lily sambil menatap Tika, dan Ayah Efendy bergiliran.


"Tidak kok Bu." jawab Ayah Efendy, kemudian mengambil ponselnya dari saku depan, lalu memberikan kepada istrinya.

__ADS_1


Bu Lily dengan segera mengambil ponsel Ayah Efendy, lalu membuka galeri di ponsel tersebut. Betapa terkejutnya bu Lily saat melihat apa yang ada di ponsel tersebut.


Bu Lily hanya menggelengkan kepala karena merasa tidak percaya, padahal selama ini bu Lily mengenal Mamih Mira begitu baik.


Bu Lily kemudian menatap Mamih Mira, dan Reza dengan tatapan yang susah di artikan.


Mamih Mira kemudian mengusap airmatanya yang membasahi pipinya,"bu Lily kenapa menatapku seperti itu?" tanya Mamih Mira dengan gugup, karena merasa takut.


"Kenapa kamu berbohong kepadaku? Kenapa juga kamu tidak jujur padaku? Saya benar-benar kecewa sama kamu, Mamih Mira!" bentak bu Lily sambil menatap tajam Mamih Mira.


"Bu Lily berkata apaan sih, saya benar-benar tidak mengerti," ucap Mamih Mira, sambil mengerutkan keningnya.


"Jangan so pura-pura bodoh! Sekarang aku tahu, kalian cuma akting, dan kalian benar-benar kurang ajar pada putriku!" bu Lily sambil mencengkram kasar tangan Mamih Mira.


"Aww, bu Lily sakit!" Ringis Mamih Mira kesakitan.


"Bu saya mohon sama Ibu, lepasin tangan Ibu, kasihan Mamih kesakitan," ucap Reza, sambil mencoba berusaha melepaskan tangan bu Lily yang mencengkram tangan Mamih Mira.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskannya, sebelum kalian jujur kepadaku!" bentak bu Lily.


"Oke, saya akan jujur tapi lepaskan dulu tangan Ibu," ucap Reza dengan memelas.


__ADS_2