
Hari demi hari begitu cepat berlalu. Di si sebuah kamar, ada dua wanita cantik, saling berdebat karena menginginkan supaya anaknya juga ikut berdandan, karena tepat hari ini Tika berulang tahun, dan tanggal lahirnya pun sama dengan anaknya, yaitu Chika.
"Ibu apa-apaan sih, kenapa malah Tika ikut juga memakai baju mewah," protes Tika, kepada Ibunya.
"Ya ampun sayang, kamu ini gimana sih, hari ini kan kamu juga ulang tahun, jadi enggak ada salahnya juga kamu ikutan merayakan pesta dengan anakmu juga," ucap bu Lily.
"Dengar ya Bu, Tika ini sudah tua, yang benar saja Tika di suruh untuk ikut merayakan pesta," ucap Tika dengan tertawa renyah.
"Enggak apa-apalah Nak, ini kan yang pertama kalinya kamu merayakan seperti ini! Apalagi kamu wanita satu-satunya kesayangan Ibu, dan tidak lupa juga dengan Chika, cucu kesayangan Ibu, " ucap Bu Lily.
"Pokoknya Tika enggak mau Bu, biarkan saja Chika sendiri yang merayakannya." Protes Tika lagi.
"Tapi kamu juga harus ikut merayakannya, soalnya Ibu sudah memesan kue ultah untukmu, dan Chika."
"Yang sudah enggak apa-apa kalau masalah itu mah. Lagian emangnya kenapa kalau Ibu sudah memesankan kue ultah untuk Tika?"
"Sebenarnya yang jadi masalah untuk Ibu itu, karena Ibu sudah mengundang teman-teman Ibu, dan mengundang para pekerja di perusahaanmu untuk hadir di acara yang sangat special ini."
"What? Ya ampun, Ibu ini apa-apaan sih. Sebenarnya ini acara apaan sih? Kenapa bisa Ibu mengundang sebanyak itu," Tika sambil menepuk jidatnya.
Bu Lily pun hanya tersenyum cengengesan. Jujur saja, bu Lily diam-diam mengundang temannya, dan para pekerja untuk hadir tanpa sepengetahuan Tika.
"Sudahlah Nak, lagian sudah tanggung! Jadi kamu mau kan, apa yang Ibu pinta? Lagi pula, Ibu sengaja mengundang mereka untuk ikut makan bersama disini, dan bukan cuma mereka saja, orang sekitaran disini juga Ibu undang kok," ucap bu Lily sambil tersenyum kepada putrinya.
"A-apa? Yang benar saja Bu? Ya ampun, Tika benar-benar tidak menyangka sama Ibu," ucap Tika dengan pasrah, lalu menggelengkan kepalanya.
"Lagi pula, niat Ibu baik kok. Ibu cuma pingin saja berbagi rezeki dengan mengadakan makan malam lewat pesta ulang tahunmu, dengan cucu Ibu."
Tika pun memilih diam, tanpa membalas perkataan Ibunya.
"Kamu tahu enggak Nak? Ibu juga tadi pagi-pagi habis kasih uang untuk anak yatim piatu, dan orang-orang di pinggir jalan." ucap bu Lily.
"Lagi pula, itu suatu kewajiban untuk kita, Bu! Saat kita punya banyak harta, sebisa mungkin kita hari bisa memberikan sebagian harta kita kepada orang yang membutuhkan, ya walaupun tidak seberapa! Karena di dalam harta kita yang di miliki, ada hak uang untuk dibagikan untuk anak yatim piatu, dan orang-orang yang membutuhkan," ucap Tika, sambil tersenyum kepada Ibunya.
"Ya memang, apa yang kamu ucapkan memang benar, Nak! Makanya, kita jangan sombong dengan harta yang kita miliki. Lagi pula roda kehidupam pasti berputar, siapa tahu orang yang kita sombongi, dia akan menjadi orang kaya, bahkan melebihi kita," pungkas Ibu Lily memperjelas.
"Setuju Bu! Makanya sering-seringlah kita melihat ke bawah, dan jangan sering melihat ke atas." ucap Tika.
"Kalau kita terus menatap ke atas langit jalannya, nanti bakal jatuh dong."
"Ih Ibu ... itu kan, cuma pribahasa!" Tika merasa kesal kepada Ibunya.
"Iya, Ibu tahu kok. Lagi pula, Ibu cuma bercanda kok!" ucap bu Lily.
__ADS_1
"Enggak lucu tahu, Bu!"
"Sudah-sudah sekarang ayo siap-siap, bentar lagi acaranya mau dimulai nih," ucap bu Lily.
"Iya, Bu!"
Tika segera berjalan menuju tempat rias, dimana disitu ada seorang MUA.
"Ingat, jangan tebal-tebal dandaninya! Cukup tipis saja deh, lagi pula aku kan, sudah cantik!" ucap Tika dengan pede'nya.
"Iya-iya Kak Tika. Lagi pula, Kak Tika memang cantik kok, makanya tidak akan saya dandanin tebal kok," ucap Dandi, sang MUA.
"Bagus lah kalau begitu!"
"Iya Kakak cantik! Sudah diem, saya mau mulai dandanin nih." gerutu Dandi.
Tika pun membulatkan matanya dengan malas.
'Lagi pula, ibu ada-ada saja deh! Acara gini saja, meriah banget sih? Hadeeuh ... ' gumam Tika pada diri sendiri.
***
Di sebuah ruangan tamu, kini sudah di sulap menjadi ruangan yang sangat indah! Bagiamana tidak, ruangan tersebut dihiasi dengan hiasan bunga-bunga disetiap atas atap, dan di atas panggung! Selain itu juga, dihiasi dengan hiasan balon, serta terpampang kue ulang tahun untuk Chika, dan Tika. Kebetulan mereka lahir di tanggal yang sama.
Seorang Mc yang sudah di tunjuk oleh keluarga Mahardhika pun segera langsung naik ke atas panggung, lalu mengambil Mixnya, dan memulai acaranya.
"Oke, karena acaranya sudah dimulai, saya akan mempersilahkan kepada Bu, Lily untuk menyampaikan sambutannya." ucap Alex, agar bu Lily naik ke atas panggung.
Bu Lily pun dengan segera berjalan ke atas panggung, lalu mengambil Mix dari tangan Alex.
"Saya ucapkan terima kasih, kepada sepupuku, Alex Sopian yang sudah mengisi waktu menjadi Mc di dalam acara ini," ucap Bu Lily, sambil tersenyum kepada Alex.
Alex pun membalas senyuman bu Lily.
"Saya ucapkan terima kasih banyak untuk semuanya yang sudah hadir di acara ini, dimana putri saya, dan cucu saya hari ini berulang tahun! Enggak nyangka banget ya, kok mereka samaan tanggal lahirnya? Tapi itu kan sudah tuhan yang mengatur, bukan kita, jadi mana tahu, kalau tanggal lahirnya akan samaan." ucap bu Lily, dengan tertawa.
Setelah selesai acara penyambutan, bu Lily pun dengan segera memanggil Tika, dan Chika untuk naik ke atas panggung.
"Oke, sekian penyambutan dari saya! Sekarang kita kan panggilkan, Tika Lestari dan Chika Adijaya, untuk naik ke atas panggung," perintah bu Lily.
Tika bersama putrinya pun segera naik ke atas panggung.
Semua para tamu undangan merasa terpukau dengan penampilan Tika yang begitu sangat cantik. Bagaimana tidak, Tika memakai gaun berwarna merah maroon dengan sepanjang bawah lutut, serta bibirnya yang di olesin tipis liptin berwarna pink, kulitnya yang putih, hidungnya yang mancung, serta rambutnya yang terurai! Siapapun yang melihatnya akan langsung terhipnotis.
__ADS_1
Tika kelihatan baby face, dan ketika Tika berjalan bersama putrinya, merasa mereka kaya adik, dan kakak.
"Oke, kita langsung saja iya untuk potong kuenya." ucap bu Lily.
Tika dan Chika pun dengan segera memotong kuenya, semua tamu undangan bertepuk tangan dengan meriah.
Setelah acara potong kue selesai, para tamu undangan pun di persilahkan untuk makan yang sudah di sediakan oleh para Chef yang sudah di tunjuk oleh bu Lily.
"Ini waktu yang tepat untukku! Aku harus segera naik keatas panggung," ucap Andrew, dengan segera berjalan ke atas panggung.
Andrew, dengan segera berjalan ke atas panggung.
"Maaf semuanya, saya menggangu sedikit waktu kalian! Saya ingin memberikan moment terindah dihari ini juga, yaitu moment dimana saya akan mengajak seseorang untuk menikah denganku," ucap Andrew, sambil menatap Tika, yang kini sedang berada di samping bu Lily, dan sedang menatap dirinya.
"Emangnya moment apakah itu bang?" tanya Alex.
"Lihat saja!"
Andrew melangkahkan kakinya berjalan menuju seseorang.
Saat Andrew, sudah berada disamping Tika, dengan segera Andrew pun memegang tangan Tika.
"Dia adalah wanita yang sangat saya cintai! Saya tidak pernah mempermasalhkan status dia, atau pun sudah punya anak! Yang terpenting bagiku, dia begitu selalu membuatku nyaman! Disini, saya akan mengajak dia untuk ke jenjang serius." ucap Andrew, sambil menatap tamu undangan yang hadir, lalu menatap Tika.
Deg. Tika semakin tegang! Tika tidak menyangka, secepat itukah Andrew akan mengajaknya untuk kembali berumah tangga dengannya! Padahal masih ada rasa trauma di dalam hati Tika.
"Will your merry me?" tanya Andrew, sambil menatap Tika, tangannya sambil memegang kedua tangan Tika, netra mereka saling bertatapan.
Tika pun merasa berat untuk mengatakannya, dan bingung harus berkata apa?
"Tika! Kenapa kamu diam saja? Jawab perkataan Andrew," bisik bu Lily.
Tika pun menarik napasnya dengan dalam, lalu membuangnya dengan kasar.
Para tamu undangan pun berteriak agar tika mau menerima Andrew.
"Sorry, aku tidak bisa Ndrew!" ucap Tika, sambil menatap Andrew.
Andrew pun merasa terkejut dengan penolakan Tika, padahal Andrew sudah yakin, kalau Tika pasti akan menerimanya. Andrew pun merasa kecewa, dan sakit hati dengan jawaban Tika.
Bu Lily pun membulatkan matanya, karena merasa terkejut dengan perkataan putrinya yang menolak Andrew.
Bersambung ....
__ADS_1
Yuk mampir karya dari author ini, pasti bikin baper dan geregetan deh.