Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
181.Chandra, terkejut.


__ADS_3

"Kenapa kamu seenaknya menuduhku, Lisa?" tanya Tika, dengan menatap tidak suka mantan adik iparnya tersebut.


"Karena Kamu telah membuat kakiku, lumpuh!" Lisa, menatap tajam Tika.


"Itulah balasan untuk orang yang suka berbuat licik dan jahat! Kamu hampir mencelakai istriku dan beruntung Tuhan bersikap adil, kamu jadi kena imbasnya!" Andrew, tidak kalah tajam menatap tajam, Lisa.


"Kenapa kalian jahat sekali padaku?! Kalian senangkan, aku lumpuh?! Kak, kasih pelajaran sama mereka, karena telah membuatku seperti ini," Lisa, menangis histeris.


"Ini orang benar-benar tidak tahu berterima kasih ya. Sudah ditolongin, malah mencaci maki. Kalau tahu kayak gini, aku ogah menolongmu dan lebih baik membiarkan kamu mati di tonton oleh khayalak orang disana!" Andrew, benar-benar emosi melihat sikap Lisa.


"Stop, hentikan perdebatan kalian!" Chandra, sambil menatap Lisa dan Andrew bergiliran.


"Kamu kenapa sih Lisa, tidak pernah menjaga ucapanmu? Kamu yang salah, kenapa meski kekeuh menyalahkan mereka? Kakak benar-benar kecewa sama kamu, Lisa." Chandra, merasa tidak suka dengan sikap adiknya.


"Kenapa Kakak malah membela dia? Harusnya Kakak bela aku dong, karena ulah dia aku jadi masuk rumah sakit dan kakiku lumpuh!" Lisa, sesegukan karena terus menangis.


"Stop, Lisa, Hentikan omong kosongmu itu! Sekarang minta maaflah sama mereka, atas sikapmu selama ini kepada mereka," Chandra, sambil menatap adikknya.


"Kakak ini benar-benar gila ya, malah menyuruhku meminta maaf? Lagian, aku ogah meminta maaf sama mereka. Seharusnya mereka yang meminta maaf padaku!" Lisa, emosi kepada Chandra karena tidak membelanya.


Tika, berjalan menghampiri Lisa lalu memeluknya.


"Aku benar-benar meminta maaf ya Lisa, telah membuatmu seperti ini. Kamu harus kuat dan sabar ya, menghadapi semua ini. Aku yakin, Tuhan pasti punya rencana indah dibalik peristiwa ini," Tika, mencoba menenangkan Lisa.


Lisa pun menghempaskan dan mendorong Tika, sehingga Tika hampir terjatuh. Untunglah Andrew langsung menahan tubuh istrinya dan berhasil selamat.


Chandra, merasa geram melihat prilaku adikknya lalu Chandra mengangkat tangannya dan menampar adikknya.


Lisa, pun meringis kesakitan saat merasakan pipinya panas.


"Kamu benar-benar keterlaluan ya Lisa! Tika, hampir terjatuh karena ulahmu!" Chandra, merasa geram.


"Benar-benar gila ya kamu! Kamu mau mencari gara-gara sama aku, hem?" Andrew, menatap tajam Lisa.


"Kenapa kalian membela Kak Tika? Kenapa juga Kakak malah menamparku? Aku ini adik, Kakak loh, Kakak tega sekali menampar aku," Lisa, terus menangis.


"Kamu ...," ucapan Andrew, tergantung karena tiba-tiba Tika memeluknya dan berusaha memenangkan suaminya yang kini sedang dibalut emosi.

__ADS_1


"Sudahlah Mas, kamu tenang ya. Percuma saja kamu memarahi dia, aku yakin dia enggak bakal sadar karena dihatinya sudah dibaluti dengan kebencian. Biarkanlah Tuhan yang kasih pelajaran sama dia dan biarkan Tuhan yang menyadarkan dia," ucap Tika, yang kini masih didalam pelukan Andrew dan tiba-tiba airmatanya terjatuh membasahi wajah cantiknya.


"Kamu jadi orang jangan terlalu lemah, Sayang. Orang seperti dia harus kita tindak, jangan membiarkan dia seenaknya memperlakukan dengan kasar. Dua kali dia hampir mencelakaimu, aku tidak terima, Sayang!" Andrew, melepaskan pelukannya lalu menatap tajam Lisa.


Andrew, berjalan menghampiri Lisa dengan penuh amarah dan Tika, mencoba untuk menghentikan langkah suaminya serta tahu apa yang akan dilakukan oleh Andrew.


"Mas, aku mohon tahan emosimu, Mas. Lebih baik kita pulang yuk, Mas," Tika, sambil menatap suaminya.


"Aku tidak akan pulang, sebelum aku kasih pejaran sama perempuan tidak diri itu!" Andrew, menatap tajam Lisa.


Seseorang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut. Betapa terkejutnya Lisa, saat mengetahui siapa yang datang.


"Ju-juned?" ucap Lisa, dengan gugup.


"Kenapa, terkejut ya?" tanya Juned, dengan menatap sinis Lisa.


"Kamu mau ngapain kesini?!" tanya Lisa, dengan menatap tajam Juned.


"Tentu saja aku mau menjemputmu untuk hidup dijeruji besi yang sangat nikmat," jawab Juned.


"Ada apa lagi ini?" Chandra, benar-benar tidak mengerti dan merasa ada sesuatu yang disembunyikan.


Chandra, merasa terkejut dan tidak percaya dengab ucapan Andrew.


"Lisa, apa benar yang dikatakan oleh Andrew?" tanya Chandra, sambil menatap adiknya.


"Anu Kak ...," ucapan Lisa, digantung karena entah harus darimana untuk memulai bicaranya.


"Lisa, jawab yang Jujur! Apakah benar, kamu telah melakukannya?" tanya Chandra, sekali lagi.


"Iya, benar, Kak. Puas?!" Lisa, menatap tajam Chandra.


"Kamu ...," Chandra, menunjuk satu jarinya ke arah wajah Lisa.


"Arrrgh ...," teriak Chandra, benar-benar strees karena tingkah adiknya.


"Sejak kapan kamu jadi orang seperti ini Lisa? Kamu nekat benar melakukan hal seperti itu, demi seseorang yang kamu cintai? Kamu sadar Lisa, mereka sudah hidup bahagia jadi jangan ganggu dia, biarkan dia menjalani kehidupan rumah tangga dengan tenang dan nyaman," lirih Chandra, sambil menatap Lisa.

__ADS_1


Seorang polisi tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.


"Maaf, Saya mendapat laporan kalau disini-" ucapan Pak Joi, terputus karena Andrew menyela pembicaraannya.


"Tangkap saja dia, orangnya Pak," ucap Andrew, seolah- olah tahu maksud perkataan pak Polisi.


"Kalian tega sekali, memasukan aku dalam penjara hem?!" Lisa, emosi dan tidak terima.


"Karena itu hukuman yang setimpal untukmu!" jawab Andrew, dengan menatap tajam Lisa.


"Kak, tolongin Lisa, mereka tega memasukan Lisa kedalam penjara. Lisa, tidak mau dipenjara, Kak," pinta Lisa, memohon bantuan Chandra.


Chandra, hanya diam saja tanpa berbicara sepatah pun. Chandra, pun merasa malu dan kecewa terhadap adiknya. Mungkin Chandra, harus rela membiarkan adikanya untuk masuk ke dalam penjara karena Chandra, sadar kalau adiknya memang sudah keterlaluan dan hampir menghilangkan nyawa orang.


"Kenapa Kakak, diam saja?! Kakak sudah tidak sayang lagi sama Lisa ya? Sehingga tega membiarkan Lisa, masuk penjara!" Lisa, menatap Chandra.


"Entahlah Lisa, Kakak benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, karena kamu memang telah melakukan tindakan kriminal. Mungkin Kamu memang pantas untuk dipenjara," kata Chandra, sambil menatap adiknya.


"A-apa? Kakak mendukung Lisa, untuk masuk penjara? Kakak jahat, Kakak benar-benar sudah gila ya! Lisa, tidak sudi menganggap kamu sebagai Kakakku!" Lisa, kecewa kepada Kakaknya.


"Kakak yang bijak, aku salut sama kamu, tidak membela yang telah melakukan kesalahan," Andrew, dengan menepuk bahu Chandra.


"Bapak boleh membawa dia, tapi aku mohon jangan sekarang. Biarkan dia untuk sembuh dulu karena baru saja mengalami kecelakaan. Setelah itu, Bapak boleh bawa dia untuk masuk ke dalam penjara," ucap Chandra.


"Biaklah kalau permintaan anda seperti itu. Saya akan memberikan kebijakan terkait karena saudari Lisa, masih sakit," ucap Pak Joi.


"Terima kasih ya, Pak." Chandra, sambil tersenyum.


"Iya Pak. Kalau begitu Saya perimisi dulu." Pak Joi Cs, segera pergi berlalu dari hadapan Chandra, Andrew, Juned dan Tika.


"Puas kalian, melihat aku menderita?! Aku lumpuh, harus masuk penjara lagi, aaa ...," teriak Lisa merasa emosi.


Andrew mengajak Istrinya dan juned untuk pulang. Mereka pun berpamitan kepada Chandra untuk pulang. Karena Andrew, merasa risih melihat Lisa yang terus mengoceh.


Kini diruangan hanya tinggal Chandra dan Lisa.


Chandra pun meminta maaf kepads adiknya karena tidak bisa membelanya dan Lisa, terus mengoceh Chandra karena merasa emosi dan tidak adil.

__ADS_1


Bersambung ....


Yuk tinggalkan jejaknya kasih Like dan komennya. Saya ucapakan terima kasih kepada Kakak2 yang sudah mampir ke novelku,,,🙏🙏


__ADS_2