
"Ibu ...," panggil Tika, kepada Bu Cantika.
"Iya, kenapa sayang?" tanya Bu Cantika.
"Lebih baik Ibu pulang saja, biar Tika saja yang jagain Andrew disini," ucap Tika, sambil menatap Bu Cantika.
"Tidak sayang, kasihan kamu sendirian disini. Jadi biarkan Ibu juga ikut jaga Andrew." ucap Bu Cantika.
"Lagian, Tika tidak apa-apa kok bila sendirian disini. Bagi Tika, tidak masalah kok," ucap Tika.
"Tapi sayang-" ucapan Bu Cantika harus terputus, karena Tika memotong pembicaraannya.
"Sudahlah Bu, lebih baik Ibu pulang saja. Tika lihat, Ibu dari tadi bersin terus. Jadi, lebih baik Ibu istirahat saja di rumah, biar kondisi Ibu baik," ucap Tika.
"Memangnya kamu tidak apa-apa bila Ibu tinggal? Dan tidak apa-apa juga, bila kamu sendirian disini?" tanya Bu Cantika.
"Tika tidak apa-apa kok Bu. Lagian, Tika sudah besar, jadi Ibu tidak usah khawatir bila Tika sendirian disini," jawab Tika.
Bu Cantika pun tersenyum,"Terima kasih ya sayang, kamu sudah mau jagain putra Ibu," ucap Bu Cantika.
"Iya Bu. Lagian dia, calon suami Tika. Jadi ini memang harus Tika lakukan. Dia juga, orang yang sangat berarti buat Tika," ucap Tika sambil menatap Andrew.
"Ibu sangat beruntung memiliki menantu seperti dirimu," Bu Cantika langsung memeluk Tika.
"Ibu berharap semoga hubungan kalian langgeng hingga maut memisahkan kalian," ucap Bu Cantika lagi, dengan menguraikan pelukannya.
"Aamiin Bu, semoga saja ya Bu." ucap Tika tersenyum kepada calon mertuanya.
"Ya sudah Nak, kalau begitu Ibu pamit pulang dulu ya. Jika ada apa-apa, nanti hubungin Ibu ya," ucap Bu Cantika.
"Iya Bu." jawab Tika.
Bu Cantika pun dengan segera pergi meninggalkan Tika sendiri.
Tika menatap intens wajah Andrew yang masih terlihat pucat. Lalu meraih tangan Andrew.
'Ndrew, aku kangen dengan canda tawamu. Kamu tahu tidak? Ketika kamu di nyatakan meninggal, aku benar-benar kayak orang tidak waras, sungguh tidak rela bila kamu pergi. Kamu sangat berarti buat aku. Kamu juga yang berhasil membuat rasa traumaku memudar. Aku sungguh sangat bahagia bisa memiliki pria sepertimu,' gumam Tika, sambil tersenyum.
Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan.
"Selamat malam kak Tika," ucap Via.
Tika langsung memutarkan tubuhnya, dan menatap Via.
__ADS_1
"Via? Kamu mau ngapain kesini?" tanya Tika.
"Tentu saja, aku mau ngasih baju nih dari Ibumu," jawab Via, sambil memberikan paper bag nya.
"Loh kenapa jadi kamu yang mengantarkan bajuku? Bukannya, Ibu bilang pak amin yang akan mengantarkannya?" tanya Tika.
"Iya tadinya begitu. Tapi tiba-tiba ada yang menelpon, kalau anaknya sakit keras," ucap Via.
"Oh gitu ya. Oya, kamu sendirian kesininya?" tanya Tika kembali.
"Kak Tika kayak wartawan saja, nanya mulu ih," gerutu Via.
"Memangnya salah ya, bila aku banyak nanya-nanya padamu? Lagian, kalau kamu malas menjawab perkataanku, enggak usah di jawab. Gitu saja, repot sih." Tika, sambil menatap kesal Via.
"Kak Tika marah ya? Sorry Kak, tadi Via cuma bercanda kok," ucap Via sambil cengengesan.
"Enggak lucu tahu bercandanya." Tika, sambil mencebikan bibirnya.
"Ih kak Tika." rengek Via.
"Hallo sayang, nih sudah aku bawakan makanan untuk makan malamnya," ucap pria tersebut sambil berjalan menghampiri Via.
"Terima kasih sayang, baik banget deh beb aku yang satu ini," gombal Via.
"Ck, so romantis!" celetuk Tika.
"Siapa yang syirik lagi, enggak banget deh aku syirik sama kalian berdua," elak Tika.
"Iya, ya deh, terserah Bu Boss saja! Kalau ngomong sama Bu Boss, aku pasti kalah deh," pasrah Via.
Tika hanya menggelengkan kepala, saat Via berkata seperti itu.
"Oya, kalian mau makan disini?" tanya Tika sambil menatap Via, dan Tian bergiliran.
"Enggak kok kak, siapa yang akan makan disini? Lagian sebelum kesini, kita sudah makan kok," jawab Via.
"Terus, makanan itu buat siapa dong?"
"Tentu saja makanan ini buat Kak Tika." jawab Via.
"Ya ampun, kalian ini enggak usah repot-repot pakai bawa makanan sama buah-buahan segala." ucap Tika merasa tidak enak hati.
"Aku tuh sengaja membawanya, karena Via yakin kalau kakak belum makan kan?" tanya Via.
__ADS_1
"Lagian percuma saja kalian membawa makanan untukku, karena tidak bakal aku makan." ucap Tika.
"Loh kenapa Kak? Dengar ya Kak, tidak baik untuk kesehatan bila sering telat makan, dan banyak pikiran. Nanti kalau kak Andrew sudah sadar, pasti dia bakal kecewa sama kakak," ucap Via.
"Kecewa sama aku? Loh perasaan aku tidak mengecewakan dia kok. Aku selalu ada disisinya tiap hari," protes Tika.
"Bukan begitu maksudnya kak. Jadi gini, kalau misal kak Andrew bangun, terus melihat kak Tika kurang sehat, pasti dia bakal kecewa, mungkin karena dirinya sehingga membuat kakak seperti itu. Jadi kak Andrew malah berhutang budi, dan merasa enggak enak hati sama kakak." ucap Via mencoba menjelaskannya.
"Tapi bukan salah dia, ini salah aku saja sendiri karena malas makan," ucap Tika.
"Iya makanya kakak jangan egois dong, harus jaga kesehatan juga." tegas Via.
"Iya bawel, nanti aku makan kok." Tika sambil menatap Via.
"Tapi beneran ya, nanti kak Tika makan?"
"Iya nanti makan kok."
" Ya sudah, kalau begitu aku mau pamit pulang ya kak. Karena Via enggak bisa lama-lama disini."
"Ya enggak apa-apa kok."
"Ya sudah kalau gitu aku pamit pulang ya kak," ucap Via.
"Iya silahkan Via, hati-hati dijalannya ya,"
"Iya kak."
Via dan Tian pun segera pergi dari ruangan tersebut, dan pergi menuju keluar.
'Hoamm ... ngantuk sekali diriku, tapi lapar nih. Lebih baik tidur saja sebentar, lagian kepalaku sedikit pusing,' gumam Tika.
Karena merasa tidak tahan lagi menahan kantuk yang melandanya, perlahan-lahan Tika pun tertidur. Dengan posisi
Kepalanya menyandar diatas ranjang, dan tubuhnya duduk di atas kursi.
****
Keesokan Harinya.
Dengan perlahan-lahan tangan Andrew bergerak, dan dengan perlahan-lahan juga Andrew membuka kan matanya.
Andrew merasa bahagia saat menatap wanita cantik yang kini sedang tertidur di sampingnya. Kemudian Andrew mengangkat tangannya, lalu mengusap lembut rambut Tika.
__ADS_1
'Terima kasih sayang, kamu ada disini. Tetaplah disisiku selamanya, jangan kau biarkan berikan hatimu untuk orang lain, cukup hanya untuk aku saja ya sayang. Aku berjanji, akan selalu berusaha membahagiakanmu, sayang.' batin Andrew, sambil tersenyum saat menatap wajah cantik wanita yang sangat ia cintai.
Bersambung ....