Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
131. Berangkat kerja bersama.


__ADS_3

Keesokan Harinya.


Tika terbangun dari tidurnya, lalu menatap jam dinding menunjukan pukul 6 pagi.


'Masih ngantuk, tapi aku harus kerja!' gumam Tika, yang masih belum terkumpul kesadarannya.


Saat kesadarannya sudah terkumpul semuanya, Tika merasa terkejut saat menatap seseorang yang kini ada di depannya.


Tika pun berteriak, sekeras mungkin.


"Sayang, kenapa kamu berteriak? Ada apa?" tanya Andrew merasa panik.


"Andrew ... Ih kamu itu, kirain siapa! Kamu berani sekali ya masuk ke dalam kamarku!" gerutu Tika, sambil menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.


"Loh emangnya kenapa kalau aku masuk ke dalam kamarmu? Lagian kan, aku ini suamimu," ucap Andrew sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Kamu itu baru calon suami! Jadi jangan macam-macam sama aku. Ingat ya, aku paling enggak suka jika seseorang masuk begitu saja, tanpa izin aku," ucap Tika sambil menatap Andrew.


"Oke aku minta maaf sayang, aku salah. Tapi aku enggak main nerobos begitu saja ke kamarmu, malahan aku minta izin sama ibumu untuk membangunkanmu kok." ucap Andrew.


"Bohong!" Tika tidak percaya.


"Ya sudah, kalau kamu tidak percaya tanyain saja sama Ibumu."


Tika pun menatap Andrew, untuk memastikan perkataannya


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Andrew.


"Emangnya kenapa? Oya, kamu mau ngapain kesini? Ini masih pagi, sudah ada di rumahku saja," ucap Tika dengan beberapa pertanyaan.


"Aku sengaja datang pagi-pagi kesini, untuk menjemputmu dan kita berangkat bareng kerjanya," jawab Andrew sambil tersenyum.


"Kamu tuh enggak perlu repot-repot datang pagi-pagi kesini. Lagian, ada pak Amin kok yang selalu nganterin aku kerja," ucap Tika.


"Lagi pula, enggak masalah dong jika aku mengantikan pak Amin, dan menjadi supir pribadi dihatimu," gombal Andrew.

__ADS_1


"Ih apaan sih, enggak lucu tahu nge gombalnya, lebay deh." gerutu Tika.


"Lagi pula, siapa yang sedang lelucon? Dasar kamu itu memang aneh ya," ucap Andrew, sambil menghimpit hidung Tika karena merasa gemas.


"Ih apaan sih Ndrew. Emangnya aku aneh kenapa? Perasaan aku biasa-biasa saja deh," ucap Tika.


"Enggak romantis! Sudah, sekarang kamu mandi dulu karena sudah siang nih, nanti telat," ucap Andrew.


"Oke baiklah. Tapi kamu harus keluar dong dari kamarku, enggak boleh nunggu disini," Tika, sambil menatap Andrew.


"Oke baiklah. Aku sekarang juga akan keluar kok." Andrew sambil berdiri.


"Baguslah."


Tika dengan segera beranjak dari atas ranjang, dan berjalan menuju bathroom, sedangkan Andrew berjalan menuju ruangan meja makan, dimana disana ada ibu Lily, dan Chika. Sedangkan ayah Efendy sejak acara selesai, langsung pergi ke bandara karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan di luar negeri.


******


"Selamat pagi semuanya," ucap Tika, saat sudah sampai di ruangan meja makan.


"Pagi juga Ibu," ucap Chika.


"Hello sayang, gimana semalam tidurnya nyenyak kan?" tanya Tika kepada putrinya.


"Iya Bu, pastinya nyenyak Bu!" jawab Chika.


"Syukurlah kalau begitu, ya sudah ayo kita makan," ajak Tika kepada putrinya.


"Iya Bu," jawab Chika.


Mereka pun kini sedang menikmati sarapan paginya.


"Sudah selesaikan makannya?" tanya bu Lily kepada cucunya.


"Sudah Nek, ayo kita berangkat sekolah Nek," ucap Chika kepada bu Lily.

__ADS_1


"Oke, ayo sayang." ucap bu Lily.


"Baik Nek. Oya Bu, Om, Chika mau berangkat kerja dulu ya," Chika sambil menatap Tika, dan Andrew bergiliran.


"Iya silahkan sayang, hati-hati dijalannya. Ingat, jadilah anak yang baik, jangan nakal di sekolah," ucap Andrew, kepada Chika.


"Iya siap Om." jawab Chika.


"Anak pinter! Baguslah kalau begitu." Andrew dengan mengusap lembut rambut Chika.


Chika pun kemudian, mencium tangan punggung Tika, dan Andrew lalu pergi meninggalkan mereka.


"Ya sudah, Ibu mau nganterin Chika dulu berangkat ke sekolah ya. Kalian hati-hati dijalannya," ucap bu Lily sambil menatap Tika dan Andrew.


"Iya silahkan Bu mertua, hati-hati di jalannya juga," ucap Andrew.


"Iya makasih Ndrew. Ya sudah, Ibu pamit dulu ya." ucap Bu Lily sambil berlalu dari hadapan Tika, dan Andrew.


"Karena kita sama sudah selesai makan, ayo kita berangkat." ajak Andrew.


"Oke, baiklah." jawab Tika.


Andrew dan Tika pun segera beranjak dari meja makannya, lalu Andrew mengulurkan tangannya, kemudian Tika membalas uluran tangan Andrew.


Mereka kini pergi berjalan menuju mobil milik Andrew, saat mereka sudah berada di dalam mobil, Andrew pun segera menjalankan mobilnya untuk pergi ke kantor.


***


Yuk mampir dan kepoin karya dari author ini, dijamin ceritanya seru banget, dan bikin baper nih.


Judul karya: CINTA LELAKI BIASA


Napen :Shan_Neen


__ADS_1



__ADS_2