Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
139.Setuju.


__ADS_3

Mereka pun kini sudah sampai di rumah besar yang sangat mewah dan megah. Lalu mereka keluar dari mobil tersebut.


"Ayo kita keluar," ajak Andrew saat sudah sampai di rumah kediaman Tika.


"Baiklah," jawab Tika.


Mereka pun dengan segera keluar dari mobil tersebut.


'Loh, inikan mobil ayah? Sejak kapan ayah pulang?' tanya Tika merasa heran.


Lalu Tika menatap Andrew sambil mengerutkan keningnya.


"Kenapa kamu menatapku? Jangan bilang, kalau kamu curiga dan aku menyuruhnya pulang!" ucap Andrew.


"Ih kamu ini apaan sih, siapa bilang yang gitu hem? Pikiranmu saja yang selalu negitif," gerutu Tika, sambil menatap kesal Andrew.


"Jangan marah dong sayang, aku kan cuma nebak saja. Lagi pula-"


"Sudah, ayo kita masuk ke dalam." ajak Tika, langsung memotong pembicaraan Andrew.


"Iss menyebalkam sekali main sela aja. Oke, baiklah." Andrew dengan segera mengikuti langkah Tika.


Andrew dan Tika pun sudah berada di sebuah ruangan yang sangat mewah, dengan lemari kacanya di hiasi barang-barang antik, dan perhiasan lainnya.


Tika merasa terkejut saat sudah berada di ruangan tamu, ternyata ada Ibu Lily, Ayah Efendy dan bu Cantika.


"Eh sayang, sudah pulang Nak? Sini duduk," ucap Bu Lily  sambil menepuk tempat kursinya untuk di duduki putrinya.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong ada apaan ya Bu ini? Kok pada kumpul semua?" tanya Tika merasa penasaran.


"Ya ampun sayang, kamu lupa ya? Kita kumpul disini untuk menentukan tanggal pernikahan kalian!" jawab bu Lily kepada putrinya.


"Whatt? Yang benar saja Bu," ucap Tika merasa tidak percaya.


"Tanyakan saja sama Ayahmu, dan Ibu mertuamu," ucap bu Lily.


"Iya benar sayang. Disini kita kumpul buat menentukan hari  pernikahan kalian. Bukankah kalian pingin cepat bersatu, bukan?" ucap Bu Cantika.


"Buk-" perkataan Tika terpaksa harus terputus karena Andrew menyela pembicaraannya.


"Benar banget Bu. Andrew sudah tidak sabar pingin hidup bersama istri cantikku ini," ucap Andrew kemudian duduk di samping Tika.


"Emmzz ... yang pingin kebelet nikah kayaknya Nak Andrew nih, benar-benar sudah tahan nih pingin ...," ucap Ayah Efendy sengaja di gantung lalu menatap Andrew.


"Ayah ... awas loh, jangan negatif loh, dia anak belum tahu apa-apa," ucap Bu Lily sambil memolototi suaminya.


"Ih Ayah," Tika mengindikan bahunya.


"Apaan sih kalian, pasti pikirannya mesum ya? Lagian Ayah cuma pingin bilang, kalau Nak Andrew tidak tahan untuk meminangmu menuju halal. Ye ... kalian negatif mulu tuh," sindir Ayah Efendy.


Andrew pun tertawa renyah saat mendengar perkataan Ayah Efendy.


"Kenapa kamu malah tertawa? Ada yang lucu ya?" tanya Tika kepada Andrew.


"Tentu saja ada, makannya aku tertawa. Oya Ayah, gimana kalau minggu depan saja acara pernikahannya di adakan?" tanya Andrew sambil menatap Ayah Efendy.

__ADS_1


"Emm ... setuju!" jawab Ayah Efendy.


"Tidak setuju! Itu terlalu cepat," protes Tika.


"Ya ampun sayang, bukankah lebih cepat lebih bagus, bukan?" ucap Andrew, sambil menaikan turunkan kedua alisnya.


"Iss kamu ini ya. Menikah itu tidak se instan ya kamu pikirkan, semuanya butuh persiapan. Kita harus meeting baju, harus meeting ke MUA dan dekor pernikahan," ucap Tika sambil menatap Andrew.


"Kalau masalah itu, kamu enggak usah khawatir, biar Ibu sama Ibu Cantika yang mengurus semuanya. Sekarang kamu fokus saja dengan kerjamu," ucap  Ibu Lily.


"Setuju ...," ucap Ayah Efendy dan Andrew bersamaan.


"Iss kompak sekali," gerutu Tika, sambil menatap sebal Andrew.


"Dengar ya sayang, kamu enggak usah khawatir masalah itu. Enggak usah dipikirin, kan ada Ibumu dan Ibuku yang mau membantu. Tinggal kita tunggu saja moment dimana kita resmi jadi pasangan suami istri, dan berharap hanya maut yang memisahkan kita," ucap Andrew kemudian merangkul pundak Tika.


"Aamiin ...," ucap Ayah Efendy, Bu Lily, dan Bu Cantika bersamaan.


"Bukannya pak Amin lagi mengantarkan chika dan bi inah ke mini market ya, kenapa panggil pak Amin?" ucap Tika, sambil menatap semua orang yang ada diruangan tersebut.


"Enggak lucu tahu bercandanya loh, itu doa loh. Bukan pak Amin tukang supir kita, sayang," ucap Bu Lily sambil menatap gemas putrinya.


*****


Yuk kepoin dan mampir karya dari kak author ini, dijamin bikin baper dan seru nih, enggak percaya? Kepoin yuk


__ADS_1


__ADS_2