Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
50.Dunia itu sempit sekali.


__ADS_3

Sakit? Memang sakit, kalau di ingat-ingat rumah tangganya yang harus kandas, karena kehadiran orang ketiga. Tapi Tika mencoba Ikhlas tentang masa lalunya. Mungkin Chandra hanya jodoh dirinya sesaat, dan bukan yang terbaik untuk Tika.


Air mata yang di tahan dari tadi, kini malah lolos begitu saja membasahi pipinya. Dengan segera Tika pun mengusap airmatanya. Kemudian menarik napas panjang, lalu membuangnya dengan perlahan.


'Sudahlah Tika, ngapain menangisi masa lalu. Sekarang, kamu sudah bahagia bersama anakmu, meski hidup tanpa si Chandra. Pria brengsek seperti dia, tidak perlu ditangisi." gumam Tika pada diri sendiri.


Ketika emosinya sudah stabil, dengan segera Tika pun berjalan menuju ruangan dimana Reza berada.


"Maaf, lama." ucap Tika yang baru saja sampai di tempat yang sudah di sediakan oleh Reza.


"Iya tidak apa-apa kok." Jawab Reza sambil tersenyum kepada Tika.


"Oya, masih lama ya acaranya?" tanya Tika.


"Tentu saja masih lama, kan baru saja mulai."


"Lagian, kenapa sih kamu enggak bilang sama aku, kalau kita mau ke acara aniversary sahabatmu? Ini malah bilangnya, ngajak makan malam doang." ucap Tika sambil menatap kesal Reza.

__ADS_1


"Sama saja. Disini juga kalau sudah beres sambutannya, pasti bakal di persilahkan untuk makan malam, Jadi enggak salah dong aku mengajakmu makan malam, tapi di tempat seperti ini?"


"Tentu saja beda. Sudah lah, terserah kamu saja deh." ucap Tika, karena tidak mau terus berdebat dengan Reza. Lalu memutarkan matanya dengan malas.


Reza pun hanya tersenyum tipis melihat sikap Tika, bagi Reza justru sikap Tika seperti itu sangat mengemaskan.


"Maaf friend's, aku datang terlambat." ucap Seseorang, kemudian duduk.


Tika dan Reza pun, kemudian menatap seseorang tersebut.


"Iya tidak apa-apa kok. Nyantai sajalah," ucap Reza.


Sebaliknya dengan Chandra, hanya bersikap biasa saja. Awalnya juga Chandra terkejut, saat pertama kali melihat sahabatnya duduk dengan mantan istrinya. Tadinya, Chandra juga ogah menghampiri Reza karena ada Tika. Tapi karena merasa penasaran ada hubungan apa, antara mantan istrinya dengan Reza? Sehingga Chandra pun memberanikan diri, menghampiri sahabatnya.


"Oya Za, yang lain pada kemana?" tanya Chandra, sekilas menatap Tika yang masih terkejut dengan kehadiran dirinya.


"Tuh, lagi pada gabung dengan para wanita cantik," ucap Reza sambil menoleh ke arah sahabatnya.

__ADS_1


"Oh. Oya, ngomong-ngomong, siapa wanita yang ada disampingmu?" tanya Chandra kepada Reza.


Chandra pura-pura tidak mengenali Tika, lalu menatap Tika.


'Ck, so pura-pura tidak mengenalku . Maksudnya, apa lagi si Chandra so akting segala? Dunia itu sempit sekali ya, kenapa harus ketemu lagi sama pria brengsek seperti dia, dimana-mana' batin Tika sambil menatap sebal Reza.


"Oya, perkenalkan wanita cantik ini, namanya Tika." ucap Reza memperkenalkan Tika kepada Chandra.


"Tika? Namanya bagus juga. Kenalkan, aku Chandra." ucap Chandra sambil mengulurkan tangannya.


'Apa-apaan dia? Benar-benar ya, si Chandra tidak waras kali ya. Kita kan, sudah saling mengenal, tetapi dia so akting segala lagi' gerutu Tika di dalam hati.


"Tika, kenapa kamu tidak membalas uluran tangan sahabatku?" tanya Reza.


"Oya maaf, aku lupa kalau dia mengulurkan tangannya," ucap Tika pura-pura lupa. Tika pun dengan segera membalas uluran tangan Chandra, kemudian dengan cepat melepaskan uluran tanganya.


"Apakah, dia kekasihmu?" tanya Chandra kepada Reza.

__ADS_1


bersambung ....


__ADS_2