Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
182. Hari yang indah


__ADS_3

Dua hari kemudian ...


'Jam berapa ini?' gumam Tika,  bertanya pada diri sendiri lalu menatap jam dinding menunjukan pukul 9 pagi.


'Hadeuh, aku bangun kesiangan gara-gara ulah suamiku,' Tika, mengingat kembali saat jam 5 dini hari sudah bangun tapi karena ulah Andrew, sehingga mereka melakukan pergumula*n panas.


Tika, kemudian beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju bathroom untuk membersihkan diri.


Saat sudah sampai dibathroom, kemudian Tika, melepaskan pakaiannya lalu masuk ke dalam bathup untuk merendamkan tubuhnya.


Tika, merasa rilexs dan segar saat menghirup aroma bunga lavender yang tadi dirinya menuangkan sabun cair tersebut ke dalam bathup.


20 menit kemudian ...


Tika dengan segera keluar dari bathroom dan berjalan menuju lemari untuk mengambil baju miliknya.


Saat Tika, sudah selesai memakaikan bajunya tiba-tiba Andrew, datang sambil membawa makanan serta susu.


"Selamat pagi, Sayang," sapa Andrew, kepada istrinya.


"Pagi, juga Mas. Kayaknya ada yang senang nih. Ada apa nih?" tanya Tika, kepada suaminya.


"Tentu saja Mas, sangat senang karena setiap hari ada istriku yang cantik selalu menemani Mas," jawab Andrew, tersenyum kepada istrinya.


"Emm ... oya, Mas, bawa apaan sih?" tanya Tika, sambil menatap Andrew sedang menyimpan makanan dan segelas susu di atas meja yang ada di dalam kamar.


"Mas, bawa makanan kesukaanmu serta segelas susu khusus Ibu hamil, agar baby kita tumbuh baik dan sehat," jawab Andrew.


"Tumben banget Mas, perhatian nih," ledek Tika, kepada Andrew.


"Emmzz ... ini orang ya mengemaskan deh. Perasaan aku tiap hari juga selalu perhatian sama kamu. Dasar ya, kamu ini," Andrew, kemudian menghimpit hidung istrinya.


"Mas!"

__ADS_1


"Iya, kenapa Sayang?" tanya Andrew, tertawa renyah.


"Iddih, ngapain tertawa lagi?!"


Andrew, merangkul pundak istrinya lalu menci*um lembut pipinya.


"Sorry Sayang, habisnya kamu tadi mengemaskan deh. Sudah jangan marah- marah, ayo makan dulu," ucap Andrew, dengan mengambil makanan yang tadi di taruh dimeja.


Tika, dengan segera membuka mulutnya saat Andrew, mengalaskan sesendok makanan dan menyuapkan ke dalam mulut dirinya.


"Gimana, enakkan Sayang?" tanya Andrew, kepada istrinya.


"Iya, enak banget, Mas, siapa sih yang masak?" tanya Tika, kembali.


"Tentu saja, Mas, yang cakep ini yang telah membuat makanan kesukaanmu," jawab Andrew.


"Masa sih? Enggak percaya."


"Ya sudah enggak apa-apa kalau tidak percaya juga. Lagian ada saksinya kok bi anin."


"Terima kasih Sayang, atas pujiannya. Ya sudah makan lagi nih," Andrew, kembali menyuapi istrinya.


"Mas, sudah makan?" tanya Tika.


"Sudah Sayang. Nih, minum dulu susunya," ucap Andrew, dengan mengambil segelas susu.


Andrew pun kini sudah selesai menyuapi Tika, hingga habis. Tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu.


"Bentar ya Mas, ada orang tuh mengetuk pintu," ucap Tika.


"Iya, Sayang," jawab Andrew.


Tika, dengan segera berjalan untuk membukakan pintu.

__ADS_1


Saat Tika, sudah berada di depan pintu dengan segera Tika, membukakan pintu tersebut.


"Maaf, Non, ganggu. Itu ada seseorang yang ingin bertemu dengan Nona," ucap Bi Anin.


"Siapa Bi?" tanya Tika.


"Enggak tahu Non,"  jawab Bi Anin.


"Ya sudah, tunggu dulu sebentar ya Bi," ucap Tika.


"Baik Non. Ya sudah kalau begitu Saya permisi dulu Non." pamit Bi Anin.


"Iya, silahkan Bi."


Bi Anin, pun dengan segera pergi berlalu dari hadapan Tika.


"Siapa Sayang?" tanya Andrew.


"Bi Anin, Mas," jawab Tika.


"Mau ngapain Bi Anin?"


"Dia bilang katanya ada seseorang yang ingin bertemu denganku."


"Bertemu denganmu? Emangnya siapa, Sayang,"


"Entahlah Mas, sudah jangan banyak nanya ayo, kita kebawah." Ajak Tika.


"Baiklah Sayang."


Andrew dan Tika, dengan segera berjalan menuju ke bawah untuk menemui seseorang yang ingin bertemu dengan dirinya.


Saat Tika dan Andrew, sudah berada di ruanga tamu, mereka sangat terkejut saat mengenali seseorang yang ingin bertemu dengan dirinya.

__ADS_1


"Lisa?"


"Chandra?"


__ADS_2