Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
110. Kembali ke hotel


__ADS_3

Hotel Antana.


Tika, Chika dan Andrew pun masuk ke dalam hotel tersebut. Dimana, acaranya tersebut masih berlangsung meriah.


"Tika ... " panggil bu Lily kepada putrinya.


'Iya Ibu, memanggilku. Mana ada si Reza lagi, malas banget kesananya.' gumam Tika, dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Andrew.


"Sudah samperin saja. Dia, ibu kamu loh," ucap Andrew, sambil menatap Tika.


"Baiklah." jawab Tika.


Tika, Chika dan Andrew pun berjalan menghampiri Ibu Lily.


Mamih Mira, dan Reza merasa tidak suka dengan kehadiran Andrew yang berada di samping Tika.


"Nenek ...," panggil Chika, kepada bu Lily.


"Iya sayang, kamu kemana saja sih? Lama banget ya keluarnya," tanya bu Lily kepada cucunya.


"Tika habis beli eskrim, langsung ke taman. Di sana asyik dan seru banget mainnya," jawab Chika, sambil tersenyum.


"Emmzz ... pantesan saja lama." ucap bu Lily yang kini sedang mengendong cucunya.


Chika hanya tersenyum kepada bu Lily. Lalu Chika menatap seseorang yang dikenalnya.


"Ayah?" ucap Chika, sambil menatap Chandra yang kini sedang mengobrol dengan rekannya.


"Nek, Chika mau pergi menemui ayah dulu," ucap Chika, kepada bu Lily.


Bu Lily pun merasa tidak ikhlas bila cucunya pergi menemui Chandra. Lalu menatap Tika, dan justru Tika memberikan kode agar Ibunya memperbolehkan Chika bertemu dengan Chandra.


"Oke, baiklah jika kamu ingin bertemu dengan ayahmu," jawab bu Lily sambil menurunkan chika dari pangkuannya.

__ADS_1


"Ibu, Om, Chika mau ketemu ayah dulu ya," pamit Chika.


"Iya silahkan sayang." jawab Andrew, sambil tersenyum kepada Chika.


Chika pun langsung berjalan menghampiri Chandra.


"Oya, siapa dia?" tanya bu Lily, sambil menatap Andrew.


"Dia Andrew Bu," jawab Tika.


Andrew pun memperkenal dirinya kepada bu Lily.


"Saya Andrew, Bu," jawab Tika, sambil tersenyum, dan mengulurkan tangannya.


"Lily, Ibunya Tika," bu Lily tersenyum dan membalas uluran tangan Andrew.


"Oya Tika, kita sudah sepakat menjodohkan kamu dengan Reza," ucap Mamih Mira, sambil tersenyum kepada Tika, dan menatap sinis Andrew.


Andrew hanya memutarkan matanya dengan malas, saat Mamih Mira menatap sinis dirinya.


"Iya sayang. Lagi pula, Reza pun enggak masalah kok bisa menjalin hubungan denganmu. Reza tidak memperdulikan statusmu, yang penting kamu nyaman buat dia," ucap bu Lily ikut menimpali.


"Enggak Bu, Tika menolak perjodohan ini!" tegas Tika, sambil menatap Reza, dan Mamih Mira.


"Loh, kenapa kamu bilang begitu sayang? Nak Reza anak baik loh, dia kelihatannya sopan santun kok," ucap bu Lily, memuji Reza.


"Itu kan karena Ibu baru kenal, mungkin kalau sifat aslinya bukan seperti itu. Ibu tahu tidak, kalau tadi dia-" ucapan Tika harus terpotong, karena bu Lily menyela pembicaraannya.


"Kamu jangan bicara sembarangan Tika! Setiap orang berbeda-beda loh. Dia sepertinya bukan seperti mantan suamimu itu yang sangat brengsek dan menjijikan!" ucap bu Lily dengan tegas, sambil menatap sekilas Chandra yang sedang asyik bersama putrinya.


"Tapi mereka tuh hanya menginginkan harta Bu. Uang, uang, dan uang yang selalu mereka pikirkan! Coba kalau Tika berubah menjadi miskin, mungkin mana mau dia menerima Tika. Sungguh hina ya, orang miskin dimata dia," ucap Tika, dengan menatap sinis Mamih Mira.


Mamih Mira merasa cemas saat Tika berkata seperti itu,"ya ampun sayang, kenapa kamu berbicara seperti itu kepada Mamih. Apa yang kamu katakan, tidak benar sayang," ucap Mamih Mira sambil menatap sendu Tika.

__ADS_1


"Ck, so pura-pura akting!" sindir Tika, sambil menatap sinis Mamih Mira.


"Cukup Tika! Ibu tidak pernah mengajarkan kamu untuk bersikap seperti itu. Kamu jangan pernah bicara yang tidak pernah ada buktinya, dan tidak pernah dilihat dengan mata sendiri." bentak Ibu Lily, kepada Tika.


"Ibu, dengar ya. Tika tidak pernah memfitah orang, jika memang tidak ada bukti. Tapi apa yang Tika katakan memang fakta kok kalau Mamih-" lagi-lagi ucapan Tika harus terputus, karena Ibu Lily langsung menyela pembicaraannya.


"Stop, Tika! Ibu kenal lama sama Mamih Mira, jadi enggak mungkin Mamih Mira seperti itu. Kamu jika memang tidak suka kehadiran dia, jangan berkata seenaknya." bu Lily sambil menunjuk-nunjuk dengan satu tangannya tepat di depan wajah Tika.


Tika merasa kesal terhadap Ibunya, karena baru kali ini Ibunya tidak percaya pada dirinya.


"Bu, kalau Tika lagi bicara jangan di potong terus, dengarkanlah sampai Tika selesai bicara. Sekarang aku mau bertanya sama Ibu, bagaimana perasaan Ibu, saat melihat anak Ibu dihina habis-habisan karena miskin, ketika Tika pura-pura hidup sederhana? Bahkan dia disebut sebagai wanita tidak berguna karena gagal berumah tangga?" tanya Andrew, sambil menatap bu Lily.


"Andrew, kamu itu bicara apaan sih. Percuma kamu bilang begitu sama Ibu, dia tidak akan percaya lagi sama kita," bisik Tika kepada Andrew.


"Sudah kamu tenang saja Tika, percayalah sama aku," bisik kembali Andrew, kepada Tika.


bu Lily menarik napasnya dengan panjang, lalu menatap Andrew.


"Tentu saja saya akan marah, juga tidak terima anakku di perlakukan seperti itu. Kalau bisa, aku akan membuat perhitungan sama dia karena sudah kurang ajar!" ucap bu Lily dengan wajah sanggar.


Deg. Mamih Mira hanya bisa menelan salivanya sendiri dengan susah saat mendengar perkataan Ibu Lily.


Andrew menatap sinis Mamih Mira dan Reza, sambil menganggukan kepala.


"Saya setuju banget Bu. Ibu tahu siapa orang tersebut? Dia sekarang yang kini sedang berdiri di depan Ibu," ucap Andrew, dengan datar.


Mamih Mira membulatkan matanya karena merasa terkejut dengan perkataan Andrew yang melontarkan kepada dirinya.


"Kamu jadi orang jangan menuduh sembarang! Emangnya kamu punya bukti, kalau aku telah menghina Tika? Siapa yang bilang kalau aku telah melakukan hal itu kepada Tika?" tanya Mamih Mira, sambil menatap tajam Andrew.


"Tika sendiri yang bilang sama saya." jawab Andrew dengan santai.


Deg. Mamih Mira kemudian memeluk putranya lalu menangis.

__ADS_1


"Ya ampun Nak, apa salah Mamih kepada mereka? Kenapa tega sekali mereka memfitnah Mamih," ucap Mamih Mira, sambil menangis. Airmatanya keluar membasahi pipinya.


"Sabar ya Mih, Reza juga tidak mengerti kenapa mereka lakukan itu kepada Mamih," ucap Reza, sambil mengusap pundak Mamihnya.


__ADS_2