Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
47.Jadi istrimu?


__ADS_3

"Saya rasa, cukup sampai di sini pembahasannya. Apakah ada pertanyaan yang ingin di sampaikan? Silahkan. Dan sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada Bapak atau Ibu yang sudah hadir dalam rapat ini." ucap Andrew sambil tersenyum, dan menatap seluruh para tamu yang sudah hadir.


"Saya rasa, tidak ada pertanyaan yang ingin kami sampaikan. Semua disini, sangat setuju dengan apa yang di ucapkan oleh pak Andrew. Dan saya sangat bangga kepada pak Andrew, telah meng apresiasikan dengan bagus. Semua setuju dengan rencana yang akan di buat oleh pak Andrew," ucap pak Bram, mewakili suara para tamu undangan.


"Syukurlah, kalau apresiasiku di terima. Saya ucapkan terima kasih atas dukungannya. Dan juga terima kasih, karena Bapak sama Ibu sekalian, yang sudah mau bekerja sama dengan kami. Semoga saja dengan adanya kerja sama kita, perusahaan kita semakin sukses dan berkembang pesat." ucap Andrew.


"Aamiin pak Andrew." jawab pak Bram.


Semua para tamu undangan pun, memberikan tepuk tangan sangat meriah atas apresiasi yang telah di sampai kan, oleh Andrew. Dan mereka sangat setuju dengan apa yang dibahas oleh Andrew.


Rapat pun sudah selesai. Semua para tamu undangan, satu persatu sudah mulai pamit pergi meninggalkan ruangan rapat. Kini hanya ada tinggal Andrew dan Key diruangan rapat, sedangkan Tika sudah pergi dari ruangan rapat, dan kembali ke ruangan kerjanya.


"Tika, tunggu!" ucap Reza sambil berjalan menghampiri Tika yang kini sedang berjalan menuju lift.

__ADS_1


"Mau apa sih, kamu memanggilku? Aku tidak ada waktu untuk berbicara denganmu," ucap Tika sambil terus melangkah kan, kakinya berjalan menuju lift.


"Kamu kerja disini ya? Boleh dong, nanti pulang kerja aku jemput kamu?" tanya Reza, sambil terus mengikuti langkah Tika.


"Kamu lihat sendiri kan, aku ada disini. Berarti aku kerja disini. Kamu tidak boleh jemputku!"


"Lho kenapa enggak boleh?"


"Wah hebat sekali, bekerja disini sudah mempunyai mobil. Benar-benar karyawan yang sangat is the best."


"Kamu belum tahu ya, siapa aku? Kalau aku ini ...." ucapan Tika tergantung, saat ingat ucapan Ayahnya, untuk menyembunyikan siapa dirinya yang sebenarnya.


"Kenapa kamu tidak melanjutkan perkataanmu? Emangnya kamu itu siapa?" tanya Reza terhadap Tika, merasa penasaran dengan perkataan Tika yang di gantung.

__ADS_1


"Iya kalau aku ini, karyawan yang paling rajin menabung, sehingga bisa membeli sebuah mobil mercedez xxx," ucap Tika menyombongkan diri.


"Ya ampun kirain mau bicara apaan. Mobil itu mah, aku juga punya jadi enggak usah menyombongkan diri."


"Tentu saja aku harus menyombongkan diri, karena itu hasil jerih payah sendiri. Jadi orang sepertiku merasa bangga dong."


Memang benar yang di katakan oleh Tika, mobil tersebut hasil dari jerih payah sendiri. Uang selama Tika berumah tangga selama empat tahun, dan sisa uang ketika Tika masih lajang. Tika memang anak yang rajin menabung, setiap uang pemberian suaminya, dan orangtuanya selalu di sisihkan untuk menabung.


"Wah bagus dong kalau gitu. Aku bangga sama kamu, orangnya pandai menabung. Dan jika kamu jadi istriku, nanti kamu enggak perlu nabung-nabung lagi. Tinggal minta kepadaku, apapun yang kamu mau, aku akan kasih semuanya."


"Ck, sombong sekali dirimu. Emangnya, kamu pikir siapa? Terus aku mau gitu jadi istrimu? No!" ucap Tika sambil menatap tajam Reza.


"Oh iya, aku lupa, belum memperkenalkan diriku, kepadamu. Kenalkan, nama aku Reza Mahardika, Direktur, sekaligus pemilik perusahaan PT.MAHARDIKA." ucap Reza, sambil menjabatkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2