
Flash Back On
Di sebuah kamar dengan desain minimalis, kini Andrew sedang bersiap-siap untuk pergi. Karena sebentar lagi akan ada pertemuan dengan Duta Industri yang akan dilaksanakan di hotel x .
Seseorang mengetuk pintu, lalu masuk ke dalam kamar, dimana ada Andrew berada disana.
"Gimana Boss, sudah siap?" tanya Juned, sang asisten.
"Tentu saja sudah siap," jawab Andrew, saat selesai memakai kan jas nya.
"Widdih Bos, keren benar. Bos tambah cakep deh," puji Juned.
"Masa sih? Thank's atas pujiannya. Pasti istriku bakal tambah klepek-klepek kalau suaminya makin cakep gini," lirih Andrew, percaya diri. Tangannya, sambil merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Pede sekali Bos ini, yang ada istri Bos malah enggak kenal dan menyangka Bos, operasi plastik," ledek Juned.
"Kurang ajar kalau bicara. Dengar ya, saya enggak perlu operasi plastik karena sudah tampan dari kecil."
"Iya, saya percaya deh sama Bos. Ya sudah, ayo kita berangkat," ajak Juned
"Oke, ayo."
Juned dan Andrew keluar dari kamar tersebut dan berjalan ke bawah menuju mobil yang sudah berada di luar apartemen.
Di bawah tangga, ada Lisa yang sedang menunggu Andrew dan Juned untuk pergi bersama.
"Selamat pagi Pak," Sapa Lisa, sambil menganggukan kepala.
"Pagi juga." Jawab Andrew.
Mereka bertiga pun berjalan menuju mobil. Saat sudah berada di dalam mobil dan keadaannya sudah siap, dengan segera Juned menjalankan mobilnya menuju hotel.
Ya ampun Pak Andrew, tambah cakep saja. Aku sudah tidak tahan pingin mengusap wajahnya yang super cakep bener batin Lisa, matanya terus menatap Andrew yang sedang mengobrol dengan asistennya.
__ADS_1
Satu jam sudah mereka sampai di sebuah hotel yang sangat mewah dan megah.
Para pelayan, menyambut ramah para tamu undangan.
Andrew, Juned dan Lisa berjalan memasuki hotel tersebut.
Andrew saling bertegur sapa dengan rekannya yang berada disana. Saling berbincang mengenai bisnisnya masing-masing.
Duta Industri pun sudah datang ke hotel, acara pun sudah di mulai.
"Hallo, How are you? I hope you are fine. I thank all of you who have attended this meeting." lirih Mrs. Alex.
Mrs. Alex, memberikan sambutan dan mengucapkan terima kasih pada tamu undangan yang sudah hadir.
Mrs. Alex membicarakan rasa terima kasih kepada perusahaan yang sudah mau bekerja sama dengan dirinya dan perihal lainnya.
3 jam sudah Mrs. Alex memberikan sambutan serta perihal lainnya.
Para tamu undangan pun memberikan tepuk tangan meriah untuk Mrs. Alex.
Saat acara sudah selesai Mrs. Alex pamit pulang karena ada pekerjaan lain dan menyuruh para tamu undangan untuk tidak pulang dulu dan mempersilahkan untuk makan dan minum yang sudah di sediakan oleh para pelayan.
Ada sebagian orang hanya menikmati minum saja dan juga ada yang makan serta minum.
"Ini minum dulu," Lisa, sambil menyodorkan dua gelas kepada Andrew dan Juned.
Juned, sebentar menatap Lisa.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Santai saja, tidak ada racun kok," Lisa, menatap Juned.
"Lagian kamu ngapain menatap begitu sama dia. Sudah ayo kita minum." Ajak Andrew dengan meneguk segelas air putih.
Begitu pun Juned, sama ikut meminumnya juga.
"Bos, Saya permisi dulu ya kebelet nih." ucap Juned.
"Ya sudah, sana."
Juned dengan segera pergi dari hadapan Andrew dan Lisa.
Tiba-tiba Andrew merasa pusing kepalanya, dan memijit keningnya.
"Kenapa kepalaku pusing sekali," kata Andrew, dengan mata yang kini semakin kabur.
"Pak Andrew, baik-baik saja kan?" tanya Lisa, merasa khawatir.
__ADS_1
"Kepalaku pusing sekali Lisa." Jawab Andrew.
"Pusing kenapa Pak?"
"Entahlah-" ucapan Andrew harus tergantung, karena tiba-tiba dirinya pingsan.
"Pak Andrew ...," panggil Lisa, merasa khawatir.
Lisa pun dengan segera meminta pelayan untuk mengantarkan Andrew ke kamar yang ada di hotel tersebut.
Kini Andrew pun sudah berada di dalam kamar dan dengan segera pelayan meninggalkan Andrew sendiri.
Lisa segera masuk ke dalam kamar tersebut saat sang pelayan sudah keluar. Lisa berjalan menghampiri ranjang dimana Andrew sedang tidur.
Lisa mengusap lembut wajah Andrew dan dirinya sangat bahagia bisa menyentuh wajah tampan yang sangat ia cintai.
Kemudian Lisa membuka bajunya serta baju milik Andrew dan tidur di samping Andrew.
Lisa kemudian mengambil ponselnya, lalu mempotret photo dirinya dengan Andrew sedang tidur bersama.
5 jam kemudian ..
Andrew terbangun lalu menatap wanita yang ada di sampingnya. Andrew berteriak karena merasa terkejut sehingga Lisa terbangun.
"Apa yang sudah lakukan padaku?!" tanya Andrew, sambil menatap tajam Lisa.
"Seharusnya saya yang berkata seperti itu. Kenapa pak Andrew, melakukan ini semua? Pak Andrew tega telah merebut kesucianku!" bentak Lisa, sambil menatap Atasannya.
"Tidak, tidak mungkin!" Andrew, sambil mengelengkan kepala saat melihat bercak darah diatas kasur.
"Pak Andrew, harus tanggung jawab karena telah merebut kesucianku!"
Andrew lebih memilih pergi dari hadapan Lisa, dan berjalan menuju kamar mandi dari pada menjawab perkataan Lisa.
Saat Andrew, sudah selesai memakaikan bajunya dengan segera Andrew keluar dari kamar mandi tersebut.
"Pak Andrew, mau kemana?" tanya Lisa.
"Saya mau pulang!" Andrew, dengan segera pergi dari kamar tersebut.
"Pak Andrew jangan pergi ... Pak Andrew harus tanggug jawab!" Teriak Lisa.
Lisa berteriak dan kini merasa kesal dan marah karena Andrew pergi begitu saja.
Fash back Off##
__ADS_1