Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
170. Apa salahnya, Jujur.


__ADS_3

Mereka pun kini sudah selesai sarapan pagi. Andrew berpamitan kepada putrinya juga mertua untuk berangkat ke kantor.


"Ya sudah, Sayang, Ayah, berangkat kerja dulu ya," ucap Andrew, sambil menatap Chika.


"Iya, Ayah. Hati-hati di jalannya ya, Ayah," Chika, tersenyum kepada Andrew.


"Iya pastinya, Sayang." Andrew, membalas senyuman Chika.


"Ibu, Ayah, Andrew, berangkat dulu," pamit Andrew.


"Iya silahkan, Nak," lirih Bu Lily.


Kemudian Andrew pun bersalaman kepada mertuanya, lalu pergi dari hadapan mereka.


Andrew sudah sampai di dalam mobil miliknya.


'Aku harus pergi menemui istriku. Aku sudah tidak sabar lagi menatap wajah cantik istriku,' gumam Andrew, dengan segera menjalankan mobilnya menuju kantor istrinya.


*


*


Satu jam sudah Andrew, kini sampai di kantor istrinya. Kemudian dengan segera Andrew, keluar dari mobil miliknya.


Saat Andrew, memasuki kantor istrinya, banyak para karyawan, juga staff menyambut baik kedatangan Andrew, karena mereka tahu kalau Adrew, suami dari pemilik perusahaan tersebut.


Saat sudah di depan pintu ruangan istrinya, Andrew sejenak merapihkan bajunya serta rambut, selayaknya akan berkencan dan bertemu dengan orang yang sangat special.


Andrew, membukakan pintunya, lalu menatap istrinya yang kini sedang berdiri di depan dekat kaca jendela dan pandangannya menatap keluar.


Andrew terus berjalan menghampiri istrinya, lalu memeluk istrinya dari belakang saat dirinya sudah dekat dengan Tika.

__ADS_1


"Lagi apa sih, Sayang?" tanya Andrew, wajahnya mendekatkan ke wajah istrinya.


Tika pun merasa terkejut saat mendengar suara yang tidak asing baginya, suara yang sangat ia rindukan selama ini.


"A-andrew ...," ucap Tika, dengan gugup.


"Iya, kenapa Sayang? Kaget ya?" Andrew, masih memeluk Tika, dari belakang.


"Mas, apa-apaan sih. Ini di kantor loh, nanti ada orang yang lihat kan, malu, Mas," pinta Tika, mencoba melepaskan tangan Andrew, yang masih memeluk pinggangnya.


"Ngapain harus malu kan, kita sudah jadi suami istri," Andrew, tidak memperdulikan perkataan istrinya.


"Memang kita suami istri, tapi apa yang kamu lakukan sekarang tuh salah ini ditempat umum," protes Tika.


Andrew, dengan langsung menarik pinggang istrinya, hingga posisi mereka saling bertatapan satu lain.


Andrew, tersenyum karena merasa bahagia bisa melihat seseorang yang sangat ia cintai dan seseorang yang sangat ia rindukan selama ini.


"Ih sakit tahu," Tika, menatap sebal Andrew ,"lagi pula, tadi aku sudah pamit sama kamu. Akan tetapi, kamu masih tidur sangat nyenyak sekali."


"Masa sih? Mungkin karena aku cape kali ya, karena banyak banget kerjaannya, Sayang. Makanya aku tidur nyenyak," kata Andrew, sambil menatap istrinya.


"Oh gitu ya. Bukannya kamu habis senang-senang ya disana sama wanita yang tidak tahu diri itu," sindir Tika, sambil menatap sinis Andrew.


"Sayang, kamu bicara apaan sih? Kenapa kamu berbicara begitu," Andrew, merasa tidak mengerti.


"Sudahlah, Mas, apa salahnya sih kamu berkata jujur sama aku. Bilang saja, kalau yang dikatakan olehku memang benarkan!" Tika, menatap tajam suaminya.


"Maksud kamu itu apaan, Sayang? Apa yang kamu ucapkan itu memang tidak benar. Aku tidak merasa bermain dengan wanita lain!" jelas Andrew, mencoba menyakinkan istrinya.


"Ternyata semua Pria, sama saja. Sama-sama brengsek! Juga tidak pernah menempati janjinya." Tika, dengan segera pergi berlalu dari hadapan Andrew.

__ADS_1


Langkah Tika, harus terhenti saat Andrew menahan lengan Tika, kemudian memeluknya.


"Sayang, kamu kenapa? Kenapa kamu berubah menjadi seperti ini. Apa salahku, padamu, Sayang? Lagian, kenapa kamu memfitnahku, kalau aku sedang bersama wanita lain?" Andrew, menguraikan pelukannya, lalu menatap Tika.


"Mas, bisa enggak berkata jujur sama aku? Apa salahnya tinggal bilang saja, iya!" Tika, tiba-tiba meneteskan airmatanya membasahi pipi.


"Ya ampun Sayang, aku harus berkata apa lagi sama kamu? Emangnya kamu punya bukti kalau aku selingkuh dengan wanita lain?!" tegas Andrew.


Kemudian Tika, berjalan menuju meja kerjanya untuk mengambil ponsel. Lalu dengan segera Tika, memperlihatkan photo Andrew bersama Lisa, sedang tidur bersama.


Andrew pun merasa terkejut, saat Tika memperlihatkan photo tersebut. Andrew tidak menyangka, kenapa bisa ada photo dirinya bersama Lisa di ponsel istrinya.


"Photo dari siapa itu?" tanya Andrew.


"Enggak penting kamu harus mengetahui siapa yang mengirim photo ini! Memang benar kan, kalau kamu sedang asyik berduaan dengan wanita bajing*n itu!" Tika, menatap tajam Andrew.


"Dengar ya, Sayang. Apa yang-" ucapan Andrew, harus mengantung di udara saat seseorang masuk ke dalam ruangan.


"Maaf, Bu ganggu. Para tamu undangan sudah hadir semuanya dan rapat pun akan segera di mulai sekarang." Lirih Olin, kemudian menundukan kepalanya.


"Oke, baiklah." ucap Tika


"Maaf, hari ini ada rapat jadi tidak ada waktu lebih lama disini." Tika, dengan segera pergi dari hadapan Andrew.


Andrew menatap kepergian Tika bersama asisten pribadinya.


Andrew, berteriak karena merasa kesal dan marah. Orang yang kini dicintainya menjadi membenci dirinya dan bersikap cuek.


'Lisa ...," geram Andrew, dengan mengepalkan kedua tangannya.


Bersambung ...

__ADS_1


Maaf ya, semalam enggak jadi up  sekali lagi. Sebagai gantinya, aku sudah up 2 kali ya😁. Terima kasih yang sudah mampir kekaryaku dan sudah kasih dukungan😘😘🙏


__ADS_2