
Tika tersenyum menyeringai, ada ide untuk mengerjai Chandra.
"Aku, kekasihnya Reza." ucap Tika tersenyum terhadap Reza, lalu menatap Chandra.
Reza pun membulatkan matanya dengan sempurna, karena merasa terkejut dengan perkataan Tika.
"A-apa? Kekasih?" ucap Chandra dengan kaku, karena terkejut.
"Iya, kenapa emangnya? Gimana cocok kan, aku dengan Reza?" tanya Tika kepada Chandra. Kemudian Tika melingkarkan tangannya, ke lengan Reza.
Chandra semakin terkejut, melihat apa yang dilakukan oleh Tika terhadap Reza. Apalagi kini Reza menjadi salah tingkah, jantungnya berdetak sangat cepat, dan hatinya berdebar-debar.
"Serius Za, dia kekasihmu?" tanya Chandra sekali lagi kepada Reza, karena penasaran dengan jawaban yang keluar dari mulut Reza.
"Sebenarnya, dia buk-" ucapan Reza terputus tiba-tiba, karena Tika menginjak kaki Reza dengan kuat, sehingga membuat Reza meringgis kesakitan.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Tika terhadap Reza.
"Sakit kakiku ...."
"Maaf, aku tidak sengaja. Maaf ya ...." ucap Tika sambil mengatupkan kedua tangannya, dan berharap Reza memaafkannya.
__ADS_1
"Oke baiklah, aku memaafkan mu," ucap Reza sambil tersenyum kepada Tika.
Chandra pun menatap Tika dan Reza dengan penuh selidik. Berharap kalau mereka cuma akting.
Sang pelayan pun datang, sambil membawa minuman dan makananya, lalu menyimpannya di atas meja.
"Selamat menikmati, minuman dan makanannya." ucap sang pelayan.
"Terima kasih." Reza sambil tersenyum.
Pelayan pun segera pergi, untuk melakukan pekerjaan yang lain.
"Hei, selamat malam juga, ayo duduk. Kita makan bersama." Ajak Reza.
"Oke baiklah." Jawab Tata dengan segera duduk di kursi yang sudah di sediakan. Sahabat lainnya juga, ikut duduk.
"Hei Ndra, sendiri saja nih? Istrimu mana?" tanya Indra kepada Chandra.
"Ya In, tadi aku sudah ajak istriku, tapi dia tidak mau ikut. Maklumlah kalau lagi hamil, pasti bawaannya malas kemana-mana." Jawab Chandra,"terus istrimu mana? Enggak ikut juga?" tanya balik Chandra.
"Sama istriku juga, dia ogah ikut kesini. Dia lebih memilih menghabiskan waktunya di rumah. Ya sudah, karena itu kemauan istriku seperti itu, jadi aku tidak akan memaksa"
__ADS_1
Apakah Chandra tidak pernah mengenalkan aku kepada teman-temannya, semasa aku masih berumah tangga dengan dirinya? Kenapa mereka tidak mengenal aku yang pernah jadi pendampingnya? Batin Tika. Ada sedikit rasa sakit hati.
"Baguslah, suami-suami pengertian." Puji Reza,"Aku juga kalau suatu saat nanti sudah berumah tangga, ingin melakukan sesuatu yang membuat istriku senang." Ucap Reza, sambil menatap Tika.
Tika pun hanya datar saja, saat dirinya di tatap oleh Reza.
"Baguslah kalau begitu. Oh iya, kenapa aku baru sadar di sampingmu, ada wanita cantik." ucap Indra sambil menatap Tika.
"Apakah dia kekasihmu Za?" tanya Tata kepada Reza.
"Tentu saja dia itu bu-" ucapan Reza, lagi-lagi harus terputus saat Tika menginjak kakinya dengan kuat. Reza pun mencoba menaham rasa sakit tanpa bersuara.Lalu menatap Tika, untuk mencari tahu maksudnya apa.
Tika pun langsung memberikan kode lewat tatapan matanya, kepada Reza. Dan untungnya Reza paham, maksud Tika.
"Za, kenapa malah diem? Lanjutin perkataanmu. Siapa wanita yang ada di sampingmu?" tanya Tata sekali lagi.
Chandra pun semakin curiga, apa yang dikatakan oleh Tika. Dan yakin, kalau sebenarnya Tika dan Reza tidak ada hubungan apa-apa.
"Sebenarnya, dia adalah .... " ucap Reza sengaja di gantung, lalu menatap para sahabatnya.
bersambung ....
__ADS_1