Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
153.Sah.


__ADS_3

“Saya terima nikahnya dan kawinnya Tika Lestari Mahardhika, binti Efendy Mahardhika, dengan mas kawinnya tersebut, dibayar tunai.” ucap  Andrew dengan lantang dan tegas.


"Gimana para saksi? Sah? Sah?" tanya Pak penghulu kepada saksi.


"Sah!" jawab Saksi tersebut.


"Alhamdulillah ...," Andrew merasa bersyukur dan sangat senang.


"Alhamdulilah, akhirnya mempelai pria dari saudara Andrew telah sah menjadi suami dari mempelai wanita yaitu Tika." ucap Pak Penghulu, sambil tersenyum.


"Kepada saudari mempelai wanita, bisa langsung kesini," ucap Dion, sang Mc.


Kini Tika pun sedang berjalan menuju kursi akad, dimana Andrew berada. Tika tidak sendiri, tapi didampingi oleh Ibunya, beserta pagar  ayu, serta putrinya Chika.


Semua orang begitu terpesona, melihat Tika yang kini sedang berjalan menghampiri suaminya. Bagaimana tidak, dengan riasan wajahnya yang begitu terlihat sangat cantik, dengan memakai gaun kebaya ala tradisi jawa, serta sendal panyet berwarna putih, dan rambutnya di sanggul dengan memakai mahkota emas. Tika bagaikan seperti putri dongeng.


Tika kemudian duduk disamping Andrew, lalu mencium punggung tangan Andrew atas perintah pak penghulu.


"Alhamdulilah, akhirnya Nak Andrew sudah sah menjadi suami dari Nak Tika. Bapak hanya bisa mendoakan semoga rumah tangga kalian sakinah, mawadah, dan warrahmah, serta segera dikasih keturunan, aamiin," ucap pak pengulu.


"Aamiin," ucap para tamu undangan, ikut mengaminkan.


Karena tugasnya sudah selesai, pak penghulu pun segera izin pamit pulang karena harus ke tempat lain, dimana sama ada acara nikahan.


"Selamat untuk kak Tika dan kak Andrew, semoga langgeng ya sampai maut memisahkan," ucap Adit sang Mc.


"Oke, kepada kedua pengantin, untuk dipersilahkan naik ke atas pelaminan," timpal adit kembali.


"Ayo sayang, kita naik keatas," ucap Andrew sambil mengulurkan tangannya.


Tika kemudian tersenyum, lalu membalas uluran tangan suaminya.


Tika dan Andrew pun dengan segera berjalan menuju tempat duduk pelaminan.


"Sayang, kamu cantik sekali," puji Andrew merasa begitu terpaku.


"Apaan sih Ndrew, gombal banget deh," ucap Tika dengan pipi memerah.


"Istriku ini sangat aneh ya, di puji malah dibilang gombal," ucap Andrew sambil menatap gemas Tika.


"Sudah, itu ada orang berjalan menghampiri kita," ucap Tika kepada suaminya.

__ADS_1


Tika dan Andrew pun berdiri dari kursi pelaminannya untuk bersalaman dengan para tamu undangan.


Para tamu undangan dihadiri oleh para pengusaha, rekannya, sahabatnya, dan tetangga dekat. Para tamu undangan yang hadir memberikan ucapan selamat kepada Tika dan Andrew atas pernikahannya.


Tiba-tiba datanglah seorang pria dengan memakai baju kemeja batik,  celana jeans, dan sepatu nike. Pria tersebut berjalan menghampiri Tika dan Andrew.


"Selamat ya atas pernikahan kalian, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah dan langgeng hingga akhir hayat," ucap Chandra sambil mengulurkan tangannya.


"Terima kasih atas doanya, dan terima kasih sudah hadir ke acara pernikahan kami," ucap Andrew membalas uluran tangan Chandra.


"Iya Ndrew." jawab Chandra, tersenyum. Lalu melepaskan jabatan tangannya.


"Oya, apakah dia kekasihmu?" tanya Andrew, sambil menatap wanita cantik yang berada di samping Chandra.


"Iya, dia kekasihku," jawab Chandra.


"Syukurlah kalau begitu. Ingat jaga dia baik-baik, jangan terulang lagi  masa lalumu, dan hargai dia!" ucap Andrew dengan tegas.


"Iya, pastinya." ucap Chandra, kemudian merangkul kekasihnya.


Olive pun hanya tersenyum kepada Tika, dan Andrew.


"Ya sudah kalau begitu aku permisi dulu," ucap Chandra, tersenyum


Chandra dan Olive segera berlalu dari hadapan Tika dan Andrew.


"Kamu cemburu ya?" goda Andrew kepada istrinya.


"What, cemburu? Emangnya dia siapanya aku? Mana mungkin cemburu, kamu mah ngacoo kalo bicara."


"Lalu kenapa diam saja dari tadi?"


"Tadi kamu ngobrol sama dia, ya jadi itu sudah mewaliki seorang istri," ucap Tika.


Andrew tersenyum kepada istrinya,"maaf sayang, aku telah berpikir negatif."


"Hayo, pasti kamu yang cemburukan?" Tika dengan menatap intens Andrew.


"Emang jujur saja, aku cemburu tadi. Tapi syukurlah akhirnya dia sudah punya kekasih, hatiku merasa lega," ucap Andrew tanpa merasa bersalah.


"Iss dasar, lalu kenapa kamu menuduhku tadi? Dengar ya sayang, yang lalu biarlah berlalu, sekarang saatnya menuju masa depan lebih baik bersamamu," ucap Tika tersenyum kepada Andrew.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, kamu sudah jadikan aku, suamimu."


Tika hanya menganggukan kepala.


"Oke, makin kesini, makin rame saja. Selamat datang kepada tamu undangan yang baru hadir, disini kita akan berpesta dengan putri dan pangeran yang ada disini. Gimana kalau kita suruh mereka berdansa? Setuju?" tanya Adit.


"Setuju ....," ucap para tamu undangan.


"Gimana putri Tika, dengan pangeran Andrew, apakah sudah siap untuk berdansa?" tanya Adit, keponakan Tika.


Haduh, ngapain juga si adit nyuruh aku berdansa di depan umum? Benar-benar nih anak kurang ajar! Terus dia panggil aku, putri? Dan Andrew, pangeran?Rupanya dia mengerjaiku batin Tika, sambil menatap kesal ponakannya.


Adit pun hanya tersenyum saat ditatap seperti itu oleh Tika.


"Ayo ... ayo ...," teriak para tamu undangan agar Tika dan Andrew berdansa.


"Ayo sayang, kita berdansa?" ucap Andrew.


"Enggak ah Ndrew, malu tahu." tolak Tika.


"Kenapa harus malu? Kan ada aku."


"Tapi Ndrew-" ucapan Tika harus terputus, saat Andrew menarik pinggangnya, sehingga wajah mereka kini sangat dekat, hidung mereka saling bersentuhan.


Netra mereka pun saling menatap satu sama lain.


Cup.


Andrew berhasil menci*um bi*bir mungil istrinya.


Tika membulatkan matanya karena merasa terkejut dengan apa yang terjadi. Ingin rasanya memberontak, tapi Tika sadar, kalau kini dirinya sudah menjadi istri Andrew.


Andrew pun dengan segera melepaskan panu*tannya, dan membuat pipi Tika memerah karena malu.


"Ayo sayang, kita berdansa," ajak Andrew.


Tika pun terpaksa mengikuti ajakan Andrew, sehingga kini mereka sedang berdansa dengan musik irama yang begitu merdu.


Bersambung ....


Sebelumnya mau minta maaf atas ketidaknyaman bab sebelumnya🙏🙏, karena sistem error sehingga up begitu saja lulus😂😂. Itu juga lagi dalam penghapusan🙏🙏.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya😊


__ADS_2