
'Menyebalkan sekali dia, main dorong saja. Untung saja aku tidak terjatuh.' Guman Tika di dalam hati sambil menatap kesal wanita tersebut.
"Andrew apa kabar?" tanya wanita tersebut yang berada di samping Andrew.
"Stella? Sejak kapan kamu datang kesini?" tanya Andrew sambil menatap Stella, kemudian menatap Tika yang kini berada di posisi di samping Stella.
"Baru saja aku datang kesini Ndrew. Kamu lagi mau kemana?" tanya Stella.
"Lagi mau makan di luar." Jawab Andrew."Oya Tik, kenalin dia Stella." ucap Andrew memperkenalkan kepada Tika.
"Saya Tika." ucap Tika sambil menjabatkan tangannya.
Stella pun menatap Tika sebentar, dengan menatap sinis Tika dari bawah sampai atas lalu berkata,"aku Stella, calon tunangannya Andrew!" sambil membalas jabatan tangan Tika, lalu dengan cepat melepaskannya.
"Oh." Jawab Tika.
"Dia buk-" ucapan Andrew harus terpotong saat Stella menyela pembicaraannya.
"Boleh dong, aku ikut makan bersama kalian? Kebetulan aku juga sama nih, lapar ...." ucap Stella sambil menatap Andrew.
__ADS_1
"Tidak boleh!" Andrew sambil Stella.
"Loh kenapa tidak boleh? Kamu tega sekali tidak mengizinkan aku makan denganmu," gerutu Stella merasa kesal, kemudian menatap Tika.
Tika pun merasa tidak enak hati saat Andrew menolak ajakannya, apalagi Stella adalah tunangannya. Lalu Tika pun berkata,"sudahlah pak Andrew apa salahnya kita ajak makan Stella juga. Kasihan dia juga katanya sama lapar. Enggak ada salahnya sama tunangan sendiri di ajak makan bersama."
"Tika, dia itu bu-"
"Sudahlah Ndrew, Tika saja memperbolehkan aku untuk gabung makan bersama. Sudahlah jangan banyak protes!" ucap Stella memotong pembicraan Andrew, dan tangannya mengalungkan ke lengan Andrew, dan menarik Andrew untuk berjalan bersama. Andrew pun terpaksa mengikuti langkah Stella. Dan Tika hanya tersenyum sambil menyunggingkan senyum tipis saat melihat Andrew dan Stella.
"Ya sudah, ayo masuk," ajak Andrew sambil menatap Tika.
"Kenapa kamu duduk disini?" tanya Andrew sambil menatap Stella.
"Loh kenapa emangnya Ndrew? Kan, aku ini calon tunanganmu masa tidak boleh sih." ucap Stella sambil menatap Andrew.
"Kalian ini kenapa sih dari tadi saya perhatiin adu mulut terus ya? Pak Andrew juga, kenapa Stella tidak boleh duduk di depan? Padahalkan Stella tunangan Bapak, sungguh aneh sekali," ucap Tika sambil menggelengkan kepala.
"Tika dengar ya, Stellla itu ..."
__ADS_1
"Sudahlah Ndrew jangan banyak bicara, ayo jalankan mobilnya aku sudah lapar nih," gerutu Stella lagi-lagi memotong pembicaraan Andrew.
"Baiklah." Jawab Andrew dengan segera menjalankan mobilnya menuju restoran.
Selama di dalam perjalanan, Andrew pun merasa bising serta malas saat Stella terus menceritakan saat dirinya berada di luar negeri, dan saat dirinya kuliah disana. Sesekali Andrew pun menatap Tika melalui kaca depan mobilnya.
******
Mereka pun kini sudah sampai di restoran, lalu dengan segera mereka pun keluar dari mobilnya.
"Ayo kita masuk ke dalam," ajak Andrew.
"Baiklah." Jawab Tika dan Stella secara bersamaan.
Tika, Andrew dan Stella pun berjalan mencari tempat kosong untuk makan siang. Setelah mendapatkan tempat yang sesuai, dengan segera mereka pun duduk di tempat tersebut.
Tanpa Tika sadari, ternyata Tika satu restoran bersama mantan suaminya. Malahan berdampingan di tempat sebelahnya. Bagaimana bisa ini terjadi? Kebetulan saat Tika memasuki restoran, Chandra menutupi wajahnya dengan koran sambil membaca info penting di dalam koran tersebut. Chandra tidak sendiri, tetapi dengan Vika. Sedangkan Vika sedang toilet dulu.
Ketika Tika menatap seluruh ruangan yang ramai di dalam restoran, dengan tidak sengaja Tika menatap ke samping tempat di sebelahnya. Mata Tika membulat saat mata hitam mereka saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
Bersambung ....