Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
42. Yah, salah lempar!


__ADS_3

Di sebuah taman, kini Tika sedang duduk sendiri. Tika benar-benar tidak menyangka bakal bertemu dengan mantan suaminya, dan Vika yang kini sudah resmi menjadi istri Chandra. Pertemuan yang tidak sengaja ini, harus berakhir dengan perdebatan.


'Kenapa sih, dengan mereka itu? Mereka itu orangnya selalu mencari masalah denganku. Bahkan sampai ngatain yang enggak-enggak tentang diriku? Apa salahku pada mereka? Aku sungguh tidak mengerti. Mungkin mereka pikir, aku bakal seperti dulu, Tika yang lemah dan selalu mengalah. Tetapi sayangnya, aku bukan wanita lemah lagi yang harus kalian tindas,' gumam Tika berbicara pada diri sendiri, sambil menyinggungkan seutas senyuman sinis.


'Begini kah, nasib bila menjadi seorang janda? Akan selalu di salahkan, dan di pandang rendah karena gagal dalam berumah tangga? Lagi pula, enggak masuk akal juga bila alasannya karena itu? Lagian siapa sih, yang ingin rumah tangganya hancur dan berpisah dari pasangannya? Aku yakin, pasti semua orang mendambakan rumah tangganya awet sampai mau memisahkan! Tapi mungkin ini sudah takdir aku, harus menjadi janda, karena alasannya punya suami tidak bisa menjadi imam buat diriku, aku selalu di pandang rendah dan selalu difitnah. Terlebih lagi, si Chandra bajingan itu selingkuh, bahkan sampai hamil wanita tersebut. Sungguh miriskan, rumah tanggaku dulu? Arrrgh ... kenapa jadi teringat lagi masa laluku? Aku sangat benci masa lalu ku!' teriak Tika merasa kesal, dan penuh amarah saat ingat masa lalunya bersama Chandra yang begitu menyakitkan.


Tika pun, kemudian mengambil batu kecil dari bawah tanah, lalu melemparkannya ke sembarangan arah. Tanpa di duga batu tersebut mengenai kepala seseorang, dengan segera seseorang tersebut mengusap kepalanya yang sakit, lalu berbalik arah mencari tahu siapa yang melempar batu tersebut ke kepalanya.

__ADS_1


'Woy, siapa yang melempar batu ke kepalaku? Kurang ajar banget ya, main lempar begitu saja? Kamu punya masalah apa sama aku hah?' teriak seseorang tersebut merasa kesal dan emosi.


'Waduh, gimana ini? Gawat ini, bisa bahaya aku. Lagi pula, aku ini kenapa lagi, main lempar ke sembarangan saja batunya. Jadi kan, begini ....' gumam Tika merasa cemas, dan merasa menyesal karena telah melempar batu kesembarangn arah.


"Woy jujur dong, siapa yang melempar batu ini ke kepalaku?!" teriak Seseorang tersebut, tiba-tiba menatap Tika, dan merasa curiga kalau wanita itulah yang melempar batunya, karena hanya ada Tika yang kebetulan duduk di taman seorang diri. Dengan segera seseorang tersebut, berjalan mengahampiri Tika.


"Apakah, ini karena perbuatanmu?" tanya Seseorang sambil menatap tajam Tika.

__ADS_1


"Eh, anu .... emmz," ucap Tika dengan dengan gugup, dan merasa susah untuk menjelaskannya. Tangannya sambil menggaruk jenjang lehernya yang tidak gatal.


"Aku tanya sekali lagi padamu, apakah ini ulah perbuatanmu, yang melempar batu ke kepalaku?" tanya Seseorang tersebut, sambil menatap tajam Tika.


"I-iya, aku yang melakukannya kok. Aku sungguh minta maaf ya, aku benar-benar tidak sengaja. Apakah kamu ada yang terluka? Aku akan siap menanggung semua perobatanmu kok." ucap Tika sambil menatap seseorang tersebut, dan memohon agar seseorang tersebut mau memaafkannya.


Seorang pria tersebut hanya diam saja, dan menatap Tika dengan tatapan susah di artikan.

__ADS_1


**Bersambung ....


__ADS_2