Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
120. Makan Bertiga


__ADS_3

Tika, Andrew, dan Chandra pun kini sedang menikmati sarapan paginya. Tidak ada di antara mereka yang bersuara.


Apalagi Tika, dan Andrew hanya diam saja tanpa bersuara. Biasanya mereka suka saling berbicara walaupun hanya sekedar untuk hiburan, tapi kali ini Andrew dan Tika, merasa malu atas kejadian tadi saat Tika akan terjatuh kebawah lantai, Andrew langsung menolongnya.


"Oya, ini siapa yang masak?" tanya Chandra memulai pembicaraan, sambil menatap Tika, dan Andrew bergiliran.


"Tika,"


"Andrew,"


Ucap Tika, dan Andrew bersamaan.


"Jadi yang benar yang mana nih? Tika apa Andrew?" tanya Chandra.


"Tentu saja kita berdua yang memasaknya. Iya kan, Tik?" ucap Andrew sambil menatap Tika.


"Iya. Tapi kebanyakan sih Andrew yang memasak semuanya. Aku cuma bantu sedikit kok. Gimana, enakkan masakannya?" tanya Tika kepads Chandra.


"Biasa saja! Tapi lumayan lah, buat ganjel perutku yang lapar." ucap Chandra, dengan datar.


Masa sih biasa saja? Tapi itu hampir mau habis makanannya, padahal tadi dia mengambil nasi sama menunya lumayan banyak! Dasar, munafik! Batin Andrew, sambil menatap sinis Chandra.


"Oh gitu ya. Tapi kalau menurutku, enak banget nih. Aku salut sama kamu, Ndrew, sudah pengusaha, bisa masak lagi. Dan pastinya nanti kalau kamu sudah memiliki istri, dia akan bangga kepadamu," puji Tika.


"Jangan banyak memujiku, nanti hidungku terbang." canda Andrew.

__ADS_1


"Ada-ada saja kamu itu Ndrew, mana ada hidung bisa terbang," Tika sambil tertawa renyah, dan mengelengkan kepala.


Ck, di puji begitu saja lebay banget deh. Kalau masalah masak, aku juga bisa kok batin Chandra, dengan menatap tidak suka Andrew.


Tiba-tiba datang Ibu Lena masuk ke dalam ruang makan.


"Ibu sudah pulang ternyata? Syukurlah Bu." ucap Chandra.


"Iya Nak, Oya Chandra-" ucapan bu Lena terhenti, karena merasa terkejut saat melihat ada mantan menantunya di meja makan.


"Tika?" ucap bu Lena, sambil berjalan menghampiri Tika.


"Iya kenapa Bu? Oya, apa kabar Bu? Ibu sudah sehatkan sekarang?" tanya Tika, saat bu Lena sudah berada disampingnya.


"Alhamdulilah kabar Ibu baik kok, dan sekarang kondisi Ibu lumayan sudah membaik," Ibu Lena, sambil menatap Tika.


Tika pun menatap Chandra, lalu menatap Andrew.


"Ini karena-" ucapan Chandra, terputus tiba-tiba saja Tika menyela pembicaraan Chandra.


"Maafkan Tika, Bu." ucap Tika, sambil menatap bu Lena.


"Maaf? Karena apa?" tanya bu Lena, sambil mengerutkan keningnya karena merasa penasaran dengan perkataan Tika.


"Maaf telah membuat wajah Chandra seperti itu, karena gara-gara saya, Bu." ucap Tika, sambil menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Emangnya apa yang sudah kamu lakukan kepada putraku?" tanya bu Lena, kepada Tika dengan menaikan satu alisnya.


"Saya tidak melakukan apa-apa sama Chandra. Tapi-" ucapan Tika, sengaja tergantung karena terasa susah untuk menjelaskannya.


"Tapi kenapa? Kenapa tidak dilanjutkan lagi perkataanmu," tanya bu Lena, semakin penasaran dengan perkataan Tika.


Tika menarik napas, lalu membuangnya dengan perlahan.


"Chandra bisa seperti itu, karena dia berusaha menolongku, Bu," ucap Tika.


"Karena menolongmu? Emangnya apa yang sudah terjadi padamu?" tanya kembali bu Lena.


Tika pun kembali menatap Andrew, dan Chandra bergiliran.


"Jadi gini Bu, ceritanya," Andrew, dengan segera menceritakan apa yang sudah terjadi kepada Tika.


Ada rasa iba, saat mendengar penjelasan dari Andrew, tetapi bu Lena masih belum yakin apakah benar yang di ucapkan oleh Andrew, benar atau tidak.


"Chandra, apakah benar yang di ucapkan oleh temanmu itu?" tanya bu Lena, kepada putranya untuk menyakinkan.


"Iya benar Bu," jawab Chandra, sambil menganggukan kepala.


"Jadi karena Tika, kamu rela wajahmu seperti itu, iya? Yang benar saja Chandra!" ucap bu Lena sambil menatap Tika.


"Loh emangnya kenapa Bu? Kenapa Ibu berkata seperti itu? Emangnya salah ya, bila Chandra bantu Tika dari preman-preman yang sudah menganggunya?" tanya Chandra, sambil menatap Ibunya.

__ADS_1


Bu Lena pun hanya diam saja, tanpa menjawab perkataan putranya. Lalu bu Lena menatap Chandra, Andrew, dan Tika dengan tatapan yang susah di artikan.


"Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya kakak2 yang baik hati, biar semangat terus updatenya😊


__ADS_2