
"Vika awas ...." teriak Chandra, sambil berlari untuk menyelamatkan istrinya ketika mobil berjalan menghampirinya.
"Aa ...." teriak Vika sambil memejamkan matanya, dan menutup kedua daun telinganya dengan tangan.
"Vika ...." panggil Chandra, saat mobil tepat berhenti di depan istrinya.
"Kamu baik-baik saja kan, Tik?" tanya Andrew, saat mobil sudah berhenti.
"Saya baik-baik saja kok pak Andrew. Tidak usah khawatir kan, saya." Jawab Tika.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja."
"Iya pak."
Di luar, ada seseorang sedang mengetuk kaca mobilnya dengan keras.
"Hei, keluar lho dari mobil, lho mau mencari masalah dengan aku hah?" Teriak seseorang sambil mengetuk kaca mobil dengan keras.
__ADS_1
Tika dan Andrew pun, kemudian menatap seseorang tersebut. Betapa terkejutnya mereka, saat mengetahui seseorang tersebut.
"Cha-chandra?" ucap Tika dan Andrew bersamaan.
"Pak Andrew gimana ini? Berarti wanita yang tadi hampir mau ke tabrak, jangan-jangan Vika lagi." ucap Tika sambil menatap Andrew, kemudian menatap wanita cantik yang sedang berdiri di depan mobilnya. Dan benar saja, ternyata Vika.
"Pak Andrew, ayo kita keluar." Ajak Tika terhadap Andrew, karena merasa cemas dengan kondisi Vika.
Tika dan Andrew pun, dengan segera keluar dari mobilnya.
Betapa terkejutnya, Chandra dan Vika, saat melihat Tika dan Andrew keluar dari mobilnya.
"Kamu tidak apa-apakan?" tanya Tika sambil berjalan menghampiri Vika.
"Kalian bisa bawa mobil yang benar tidak sih? Kalian pikir, ini jalan nenek moyang lho apa? Seenaknya saja kalau menjalankan mobil. Istriku, hampir saja mau ketabrak karena ulah kalian!" ucap Chandra dengan berteriak, matanya menatap tajam Tika dan Andrew bergiliran.
"Saya, benar-benar minta maaf. Mobilku, tadi tiba-tiba oleng. Dan saya sudah mencoba mengerem mobilnya, dan mengendalikan mobil tersebut, tetapi sayangnya susah di kendalikan. Dan tiba-tiba berhenti begitu saja."
__ADS_1
"Alah jangan bohong deh, aku tahu kalau kalian hanya mencari alasan saja kan? Bilang saja, kalau kalian ingin membunuh istriku kan?" Chandra menatap tajam Tika dan Andrew,"terutama kamu Tika! Aku tahu, kamu iri kan, sama Vika? Karena dia sudah jadi istriku kan? Kamu tuh, tidak boleh iri sama Vika, karena Vika jauh lebih baik, dari pada kamu!"
"Kamu bilang, barusan apa hem? Siapa yang iri? Asal kamu tahu ya Chandra, di hatiku tidak ada rasa iri sedikit pun melihat kalian. Lagi pula, apa yang harus aku banggakan dengan diri kalian? Aku bisa mendapatkan apa yang aku mau, termasuk mencari pasangan hidupku, mungkin jauh lebih baik darimu, Chandra!" Tika sambil menatap tajam Chandra.
"Nak Vika, kamu baik-baik saja kan?" tanya bu Lena sambil menatap menantunya, karena merasa khawatir dan cemas. Kemudian memeluk menantunya.
"Iya Bu, Vika baik-baik saja kok. Ibu tahu enggak, siapa orang yang sengaja ingin menabrak Vika? Ternyata dia adalah Tika Bu!" ucap Vika sambil menguraikan pelukannya, kemudian menatap Tika.
"A-apa Tika?"
"Kak Tika?" ucap bu Lena dan Lisa bersamaan, kemudian menatap Tika.
Bu Lena dan Lisa pun, membulatkan matanya, merasa terkejut. Dan tidak percaya, dengan apa yang dilakukan oleh Tika.
Dengan segera bu Lena pun berjalan menghampiri Tika, lalu menatap Tika dengan tatapan susah di artikan.
"Kamu ...." ucapan bu Lena sengaja di gantun, lalu menatap Tika dari atas sampai bawah.
__ADS_1
Bersambung