Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
151. Siuman


__ADS_3

Tika terbangun, lalu menatap jam tangannya menunjukan pukul jam 6 pagi.


'Ya ampun, aku kesiangan bangunnya.' gumam Tika, lalu menatap Andrew yang masih memejamkan matanya.


'Sampai kapan kamu akan begini terus Ndrew? Kamu enggak bosen ya tiap hari tidur terus? Dan apakah kamu tidak kangen juga sama aku? Jujur saja, aku kangen semuanya darimu Ndrew,' ucap Tika, masih menatap calon suaminya tersebut.


Tika pun dengan segera beranjak dari kursinya, kemudian meregangkan tangannya lalu berjalan menuju toilet.


Andrew langsung membukakan matanya, lalu matanya menatap Tika yang kini sudah berada di depan pintu.


'Ternyata kamu bisa kangen juga sama aku? Baru kali ini, aku mendengar langsung perkataan manismu itu. Aku juga sangat kangen sama kamu, sayang. Tunggu aku sehat, kamu akan segera menjadi istriku,' gumam Andrew lalu tersenyum karena merasa bahagia.


Dokter Zian datang memasuki ruangan. Betapa terkejutnya saat melihat Andrew sudah sadar.


"Syukurlah, akhirnya sudah siuman juga," ucap Dokter Zian merasa senang, sambil berjalan menghampiri Andrew.


"Saya periksa dulu ya," ucap Dokter Zian.


Andrew hanya menganggukan kepala, dan dengan segera dokter Zian memeriksa Andrew.


15 menit kemudian ...


"Apakah merasa ada sesuatu yang sakit di anggota tubuhmu?" tanya Dokter Zian, saat sudah selesai memeriksa.


"Tidak Dok, hanya kepalaku sedikit pusing saja," jawab Andrew.


"Oh. Nanti saya akan kasih obatnya. Apakah ads lagi, selain pusing?" tanya Dokter Zian.


"Tidak ada Dok," jawab Andrew.


"Oke, kalau begitu. Saya sudah periksa semuanya, dan hasilnya sangat bagus, tidak ada masalah," ucap Dokter Zian.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu Dok," Andrew tersenyum kepada Dokter Zian.


Karena sudah tahu jadwal pemeriksaan sudah selesai, Tika segera masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Gimana Dok, keadaan Andrew?" tanya Tika, kepada Dokter Zian tanpa menatap Dokter Zian, karena baru masuk ke dalam ruangan, kemudian menutup pintunya.


Saat Tika menatap Dokter Zian, betapa terkejutnya Tika, saat menyadari kalau Andrew sudah siuman.


"A-andrew?" ucap Tika dengan gugup karena tidak percaya.


"Kenapa sayang, sini," ucap Andrew sambil melambaikan tangannya.


"Andrew, kamu sudah sadar ternyata," ucap Tika, merasa sangat senang lalu berjalan menghampiri calon suaminya.


"Ya sudah, kalau begitu saya permisi. Nanti akan ada suster untuk membawakan obat," ucap Dokter Zian.


"Iya, silahkan Dok." jawab Andrew.


Dokter Zian segera pergi berlalu, meninggalkan Tika, dan Andrew berdua.


"Andrew, syukurlah akhirnya kamu sudah sadar," ucap Tika, penuh kegembiraan.


"Iya sayang, kenapa kangen ya?" tanya Andrew.


Tika dengan segera menguraikan pelukannya," iss pede sekali bilang, kalau aku kangen sama kamu," gerutu Tika.


"Yakin tidak kangen nih? Ya sudah aku mau tidur lagi deh untuk selamanya," ucap Andrew, mencoba kembali memejamkan matanya.


"Ih jangan dong, tega sekali kamu bilang seperti itu. Cukup sudah kamu kemarin-kemarin buat aku selalu khawatir tahu," Tika merasa kesal mendengar perkataan Andrew.


"Kan, kamu bilang tidak kangen sama aku. Ya sudahlah biar-"

__ADS_1


"Sstt ... sebenarnya aku tuh kangen banget sama kamu, masa iya saja aku tidak kangen sama kamu. Aku cuma mau bilang i love you," ucap Tika memotong pembicaraan Andrew, jari tangannya sambil menempelkan ke bibir milik Andrew.


"Kamu bilang barusan apa?" tanya Andrew pura-pura tidak mendengar.


"Aku tahu kamu itu tidak tuli, pasti mendengarkan apa yang aku ucapkan."


"Ya sudahlah, kalau kamu tidak mau berkata sekali lagi tidak masalah kok," ucap Andrew dengan wajah penuh kekecewaan.


"Jangan marah dong. Tadi aku bilang i love you," bisik Tika, ke telinga Andrew.


Andrew tersenyum, dan merasa sangat bahagia.


"I love you too ...\," ucap Andrew\, kemudian membalikan wajahnya kepinggir\, sehingga bib*ir miliknya menempel ke bib*ir milik Tika.


Tika merasa terkejut, dengan apa yang dilakukan oleh Andrew.


"Sorry sayang, khilap," ucap Andrew dengan segera melepaskannya.


"I-iya tidak apa-apa," ucap Tika dengan kikuk, dan wajahnya memerah karena merasa malu.


"Selamat siang, ini makanannya untuk pak Andrew setelah itu jangan lupa diminum obatnya," ucap Suster Hani dengan menyimpan makanan dan obat tersebut diatas meja.


"Terima kasih Suster," ucap Tika.


"Sama-sama. Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu," pamit Suster Hani.


Suster Hani dengan segera pergi berlalu.


"Sini aku suapin makannya," ucap Tika sambil mengambil makanan tersebut.


Andrew pun segera membuka mulutnya saat Tika menyuapkan makanannya.

__ADS_1


aku sangat beruntung memilikimu, ternyata di balik sifat cuekmu ada rasa peduli terhadapku. Semoga nanti kalau kita sudah menikah tetaplah kamu seperti ini batin Andrew sambil menatap wajah cantik calon istrinya, dan tersenyum.


Bersambung ...


__ADS_2