
"Baiklah kalau begitu saya akan memilih pulang bersama ...." ucapan Tika sengaja di gantung, kemudian berjalan menghampiri Andrew.
'Yes, akhirnya si Tika berjalan menghampiriku. Beruntung sekali diriku' batin Andrew kemudian tersenyum karena merasa senang.
'Kenapa si Tika memilih dia, harusnya aku. Wah, tidak benar ini' gerutu batin Reza sambil menatap kesal Andrew.
Ketika Tika berada di samping Andrew, kemudian Tika berpindah menghampiri Reza.
"Saya pilih pulang bersama pak Reza." ucap Tika saat sudah berada di samping Reza.
Reza pun merasa terkejut saat mendengar perkataan Tika. Bagaimana tidak? Reza pikir Tika akan memilih pulang bersama Andrew, tapi ternyata dugaannya salah. Kini Tika memilih pulang bersama dirinya. Hati Reza merasa senang dan bahagia, dan terukir senyuman manisnya.
"Yang benar saja Tik, kamu memilih pulang dengan dia?" tanya Andrew merasa tidak percaya. Padahal tadi Andrew sangat bahagia, saat Tika berjalan menghampirinya. Dan berpikir bakal memilih dirinya.
"Lho emangnya kenapa pak, kalau pulang bersama pak Reza? Jangan banyak protes! Ingat tadi sudah deal tentang kesepakatan kita." ucap Tika sambil menatap Andrew.
"Iya benar tuh apa yang di katakan oleh Tika. Kita kan, sudah sepakat tadi." Reza ikut menimpali.
"Yang benar saja ini," gerutu Andrew sambil menyungingkan bibir atasnya dan menatap tidak suka Reza.
"Sudahlah, ayo kita pergi dari sini pak. Sebentar lagi waktu jam istirahat selesai. Oya pak Andrew, saya pamit pulang duluan ya." ucap Tika sambil menatap Andrew lalu tersenyum.
"Iya silahkan Tik, hati-hati di jalannya." ucap Andrew lalu membalas senyuman Tika.
"Ya sudah kalau begitu saya pamit pulang juga ya, bye." ucap Reza sambil berlalu pergi dari hadapan Andrew.
__ADS_1
Tika dan Reza pun dengan segera pergi meninggalkan Andrew sendirian, dan berjalan menuju parkiran mobil.
'Sudahlah Ndrew, ikhlasin saja Tika pulang bareng sama si Reza. Lagi pula, si Reza cuma nganterin pulang ke kantormu kok. Jadi kamu bisa ketemu lagi dengan janda cantik itu.'
'Upss ... apaan sih aku ini kalau bicara? Tapi emang benar si Tika memang janda cantik yang membuatku tergila-gila. Aku tidak peduli statusmu Tik, yang aku inginkan kamu menjadi milikku selamanya,' gumam Andrew pada diri sendiri sambil menatap kepergian Tika dan Reza yang kini sudah masuk ke dalam mobil.
Andew pun segera pergi keluar menuju mobil miliknya. Setelah berada di dalam mobil dan keadaannya sudah siap, dengan segera Andrew pun menjalankan mobilnya menuju kantor.
*
*
Mobil yang dikendarai oleh Reza pun kini sudah sampai di perusahaan PT.Cahya. Reza pun dengan segera keluar dari mobilnya, lalu membukakan pintu mobilnya.
"Silahkan Nona cantik, pintu sudah terbuka dan sudah sampai dengan selamat di kantormu," ucap Reza sambil membukakan pintu mobilnya.
"Ini orang anti di puji ya, sekali di puji bilang lebay." Reza sambil mengelengkan kepalanya, dan merasa gemas dengan tingkah Tika.
"Ya begitulah saya. Jadi jangan kaget, kalau di puji bukannya senang tapi bakal bilang lebay." ucap Tika sambil menatap Reza.
"Ada-ada saja kamu itu." ucap Reza.
"Oya pak terima kasih sudah nganterin saya ke kantor," ucap Tika lalu tersenyum.
"Sama-sama Tik." Jawab Reza sambil membalas senyuman Tika.
__ADS_1
Tiba-tiba datanglah mobil yang dikendarai Andrew, lalu berhenti tepat di depan Tika dan Reza. Dengan segera Andrew keluar dari mobil miliknya.
"Ya sudah karena sebentar lagi mulai bekerja, ayo kita masuk ke dalam." ucap Andrew terhadap Tika.
"Oke, baiklah pak." Jawab Tika.
"Ya sudah pak Reza sekarang boleh pulang kok, terima kasih sudah mengantarkan Tika sampai sini dengan selamat." ucap Andrew sambil menatap Reza, lalu tersenyum.
"Kamu mengusirku ya?" Reza merasa tidak terima di suruh pergi begitu saja.
"Saya bukan mengusirmu, tapi-"
"Stop, hentikan perdebatan kalian! Oya pak, sekarang pak Reza boleh pulang kok. Saya ucapakan terima kasih banyak karena sudah nganterin saya." ucap Tika.
"Iya Tika. Ya sudah kalau begitu saya pamit pergi dulu ya." ucap Reza.
"Iya silahkan pak. Hati-hati di jalannya pak." ucap Tika.
"Iya Tika." Jawab Reza.
Reza pun dengan segera pergi meninggalkan Tika dan Andrew, dan berjalan menuju kantor miliknya. Kemudian, Tika dan Andrew pun segera masuk ke dalam perusahaan tersebut.
Bersambung ...
*****
__ADS_1
Yuk mampir dan kepoin karya temanku ini, dijami seru banget nih.