Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
94.Nolak tapi mau


__ADS_3

"Saya sangat salut sama kamu Tika. Kamu begitu hebat, kamu tidak pernah egois, dan selalu berusaha membuat putrimu bahagia," ucap Andrew merasa kagum dengan kedewasaaan Tika.


"Itu harus saya lakukan, karena anakku adalah masa depanku. Dia yang akan menggantikanku, dan mengurusku saatku tua nanti." ucap Tika.


"Is the best Tika. Kamu memang istri impianku." ucap Andrew tapi hanya diucapkan sebatas di dalam hati.


"Sudah ah, jangan banyak nanya. Saya mau bayar dulu, kasihan tuh anakku pasti menunggu." ucap Tika, sambil melangkahkan kakinya menuju kasir.


"Tunggu dulu Tika!" ucap Andrew, membuat langkah Tika terhenti.


"Ada apa lagi pak Andrew? Saya tidak punya waktu lama lagi disini." ucap Tika, sambil menatap Andrew.


"Saya cuma bilang, makanan sama minuman yang kamu pesan, enggak usah kamu bayar. Buat kamu, saya gratisin." ucap Andrew.


"Yang benar saja, gratis nih?" tanya Tika, kepada Andrew.


"Tentu saja benar. Buat apa saya bicara gitu sama kamu."


"Oke, terima kasih sebelumnya. Tapi sayangnya aku menolak!" Tika, menjalankan langkahnya menuju kasir.


"Loh kenapa menolak? Kamu tidak tahu terima kasih sama rezeki yang aku kasih. Kata orang, menolak rezeki itu pamali loh." ucap Andrew.


"Maaf ya pak Andrew yang terhormat, bukannya begitu. Tapi pak Andrew membuka restoran pastinya pingin menghasilkan uangkan? Makanya saya bayar. Lagi pula, makananya mahal-mahal loh. Emangnya enggak rugi ya?"


"Ngapain harus rugi? Kamu lupa ya, saya seorang pembisnis sukses di negeri ini. Jadi ngapain rugi?" Andrew menyombongkan diri.


"Iss dasar, mulai sombong nih," celetuk Tika, sambil menatap sebal Andrew.


"Hahaha ...," Andrew tertawa.


"Ini orang di bilang sombong, malah tertawa ya." Tika, semakin kesal terhadap Andrew.

__ADS_1


"Sory Tika. Habisnya saya tuh gemas banget sama kamu. Baru kali ini ada orang yang menolak di gratisin." Sindir Andrew, sambil menyunggingkan bibir atasnya.


"Kamu belum tahu siapa saya ya?" ucap Tika, sambil menatap Andrew.


"Emangnya kamu siapa?" tanya Andrew, kepada Tika.


"Rahasia! Nanti kamu juga pasti bakal tahu. Siapa sebenarnya saya."


"Iss, main rahasia-rahasian segala." gerutu Andrew.


"Terserah saya dong, mau main rahasia juga itu kan hak saya." ucap Tika.


"Iss, menyebalkan. Oya, maksud kamu tadi apa sih, Chandra kerja di PT. Berlian, dan kamu bersama Chika ada di sana? Emangnya lagi ngapain? Terus kamu tahu dari mana, kalau saya pengusaha muda yang sukses?" tanya Andrew dengan beberapa pertanyaan.


"Banyak sekali pertanyaanmu. Nanti juga kamu bakal tahu jawabannya." ucap Tika.


"Iss, kenapa tidak bicara langsung saja. Emangnya kapan saya akan mengetahui jawabannya?" tanya Andrew.


"Secepatnya! Ya sudah kalau begitu saya permisi pamit pulang ya. Saya ucapkan terima kasih, karena pak Andrew telah mengratiskan makan siangnya." ucap Tika, sambil tersenyum terhadap Andrew.


"Kenapa sih?" tanya Tika, kepada Andrew.


"Enggak kenapa-napa kok. Ya sudah, kalau begitu hati-hati di jalannya." ucap Andrew.


"Oke, thank's." ucap Tika, sambil berlalu pergi dari hadapan Andrew, dan berjalan keluar dari restoran tersebut.


Andrew pun tersenyum sambil menggelengkan kepala saat menatap punggung Tika.


'Dia benar-benar lucu. Bagaimana tidak? Tadi dia menolak untuk di gratisin makanan siangnya. Nah, sekarang berubah pikiran dia, dan mengucapkan terima kasih karena gratis makan siangnya,' gumam Andrew pada diri sendiri, sambil mengukirkan senyuman manisnya.


Saat Tika berjalan keluar, tiba-tiba tidak sengaja seseorang menabrak Tika.

__ADS_1


Tika pun meringis kesakitan, saat pundaknya tersenggol dengan keras oleh seseorang.


"Maaf, saya tidak sengaja," ucap Seseorang tersebut, kemudian menatap Tika.


"Tika?"


"Reza?" ucap Tika dan Reza bersamaan, saat mereka saling menatap satu sama lain.


"Maaf saya tidak sengaja Tika, kamu baik-baik saja kan?" tanya Reza, merasa cemas.


"Iya tidak apa-apa kok. Saya baik-baik saja. Maaf saya harus segera pergi dari sini." ucap Tika, sambil berlalu pergi.


"Tunggu, Tika." ucap Reza, menahan lengan tangan Tika.


"Lepasin Za. Saya tidak punya waktu lama lagi disini." ucap Tika, sambil menghempaskan tangan Reza.


"Saya cuma pingin minta maaf sama kamu, Tika. Soal waktu itu, saya-" ucapan Reza harus terputus, saat Tika menyela pembicaraan Reza.


"Sudah cukup Za, lupakan sajalah. Anggap saja, kalau itu cuma hanya candaan Ibumu. Maaf, saya harus pergi." ucap Tika, sambil berlalu pergi dari hadapan Reza.


"Tika, tunggu ...." teriak Reza.


Namun Tika, tidak memperdulikan perkataan Reza. Tika terus berjalan menuju mobil miliknya.


Aarggh ... 'Tika ....' teriak Reza, sambil menatap kepergian Tika.


'Gimana ini? Kayaknya Tika sangat


marah, atas kejadian waktu itu,' gumam Reza, merasa menyesal.


Saat sudah sampai di dalam mobil, dengan segera Tika menjalankan mobilnya, untuk pergi dari restoran tersebut.

__ADS_1


Bersambung ...


**ada peristiwa apa sebenarnya antara Tika dan Reza? Jangan lupa tetap tunggu kelanjutannya ya.😊


__ADS_2