
"Ayo kita masuk ke dalam, mungkin Mamihku sudah menunggu di dalam rumah," ajak Reza, terhadap Tika.
"Oke, baiklah." jawab Tika.
Reza dan Tika dengan segera berjalan masuk ke dalam rumah.
"Mamih ... mih ...,"
Teriak Reza terhadap mamihnya saat sudah berada di dalam rumah.
'Loh, kemana mamih? Bukannya mamih bilang, katanya menunggu di ruangan tamu?' gumam Reza, berbicara pada diri sendiri.
"Oya Tik, silahkan duduk dulu. Aku mau cari mamih dulu," ucap Reza, sambil menatap Tika.
"Iya." jawab Tika, sambil menganggukan kepala.
Reza dengan segera berjalan mencari Mamihnya ke tempat lain. Sedangkan Tika, hanya sambil berjalan menuju sofa, lalu duduk.
'Bagus juga sih rumahnya,' gumam Tika, saat menatap isi seluruh ruangan yang ada di ruangan tamu di hiasi dengan barang-barang antik, juga di desain sangat mewah.
Reza dan Mamihnya pun kini sudah ada di ruang tamu, lalu berjalan menghampiri Tika.
"Inikah kekasihmu?" tanya Mamih Mira.
"Iya Mih, dia kekasih aku." jawab Reza, sekilas menatap Tika, kemudian menatap mamihnya.
__ADS_1
"Selamat siang tante. Perkenalkan, nama saya Tika, kekasihnya Reza," ucap Tika, sambil mengulurkan tangannya.
Mamih mira hanya diam saja, tanpa membalas perkataan Tika, dan tidak membalas uluran tangannya. Kemudian, Mamih Mira menatap Tika, dari atas kepala sampai bawah.
"Mih, kenapa diam saja. Tuh, Tika menyapa mamih," ucap Reza, merasa kesal terhadap Mamihnya.
"Oh, namanya Tika ya," ucap Mamih Mira, sambil menyilangkan kedua tangannya.
"I-iya Tante," ucap Tika dengan gugup. Juga merasa tidak nyaman.
"Sudah lama kalian menjalin hubungan?" tanya Mamih Mira, sambil menatap Tika.
Tika kemudian menatap Reza, untuk memberikan kode.
"Tentu saja kita sudah lama menjalin hubungan Mih. Hampir satu bulan lebih lah Mih." jawab Reza.
"Apa pekerjaanmu?" tanya Mamih Mira, kepada Tika.
"Saya bekerja sebagai sekretaris." jawab Tika.
"Oh." ucap Mamih Mira dengan datar,"sudah lamakah, kamu bekerja disana?" tanya Mamih Mira lagi.
"Baru juga, empat bulan saya bekerja sebagai sekretaris Bu." ucap Tika.
"Panggil Mamih, jangan Ibu." Protes Mamih Mira."
__ADS_1
"Oh iya, Bu, eh maksudnya Mamih," ucap Tika dengan senyum kaku.
"Apa pekerjaan orangtuamu?" tanya Mamih Mira.
Ck, banyak sekali pertanyaan dia. Kayak wartawan saja, menanyakan semua tentangku, dan keluargaku batin Tika, dan merasa tidak suka dengan sikap Mamih Mira.
"Pekerjaan orangtuaku, sebagai buruh pangkul di pasar." jawab Tika, sambil menatap Mamih Mira.
"What, buruh pangkul?" ucap Mamih Mira merasa terkejut.
"Iya Mih." jawab Tika dengan santai.
"Sayang, yang benar saja kamu mendapat seorang wanita yang keturunanya bukan pengusaha," bisik Mamih Mira, terhadap putranya.
"Loh emangnya kenapa kalau dia bukan pengusaha. Cinta kan, tidak memandang harta, dan keturunan Mih," ucap Reza, sambil menatap Mamihnya.
"Dasar anak bodoh! Tentu saja, keturunan itu prioritas pertama. Apalagi kita ini orang terpandang, dan kamu pengusaha lagi. Sedangkan dia ...," ucapan Mamih Mira di gantung, lalu menatap sinis Tika.
"Emangnya kenapa Mih, kalau aku terlahir dari keluarga sederhana, dan orangtuaku buruh pangkul?" tanya Tika, sambil menatap tidak suka Mamih Mira.
"Harusnya kamu sadar diri dong, kamu sama Reza sangat tidak cocok! Reza terlahir dari orang kaya raya, sedangkan kamu? Sudahlah tidak perlu di jelaskan," Mamih Mira sambil tertawa sinis.
"Mih, sudahlah jangan merendahkan dia! Lagi pula, Reza sendiri yang memilih dia kok." ucap Reza, sambil menatap Mamihnya, dan merasa tidak enak hati terhadap Tika.
"Siapa yang merendahkan dia, Reza. Memang kenyataannya kok, kalau wanita gembel ini memang terlahir dari orang yang kehidupannya miskin!" Mamih Mira, sambil menatap tajam Tika.
__ADS_1
"Jaga mulutmu Tante! Jangan seenaknya kalau bicara. Aku bukan gembel! Aku sebenarnya ...." ucapan Tika, sengaja di gantung saat ingat sesuatu. Tika tidak boleh mengungkapkan kebenaran jati dirinya kepada siapa pun atas perintah ayahnya.
"Kalau kamu sebenarnya apa hem? Oh, aku tahu. Kamu mau bilang, kalau kamu sebenarnya anak orang kaya begitu? Hahaha ... gembel tetap saja gembel, enggak usah ngaku-ngaku anak orang kaya!" tawa Mamih Mira, sambil menatap sinis Tika.