
PT.CAHYA
"Maaf Pak, saya terlambat masuk kerjanya." ucap Tika yang kini baru saja masuk ruangan kerjanya, kemudian menatap Andrew yang sedang duduk di kursi kekuasaannya.
"Iya tidak apa-apa Tika. Oya, kamu baik-baik saja kan, Tik?" tanya Andrew, kemudian beranjak dari kursinya dan berjalan menghampiri Tika.
"Saya baik-baik saja kok Pak, enggak usah khawatirin saya Pak," jawab Tika sambil tersenyum kepada atasannya.
"Syukurlah, kalau kamu memang baik-baik saja. Maafin saya, ya Tika. Ini semua gara-gara saya, karena telah mengajakmu makan keluar. Andai saja, saya tidak mengajakmu makan di luar, mungkin tidak akan ada kejadian seperti tadi, saya benar-benar menyesal!" ucap Andrew, yang kini sudah berada di samping Tika dan merasa tidak enak hati.
"Sudahlah Pak, lagi pula ini bukan kesalahan pak Andrew kok. Kan, kita tidak tahu kalau disana ternyata ada Chandra juga. Coba kalau kita tahu, di restoran ada dia, pasti kita tidak akan kesana kan? Jadi ini hanya sebuah kebetulan saja, saya harus bertemu sama si pria brengsek itu." ucap Tika, masih ada perasaan kesal dan marah, saat mengingat kejadian waktu di restoran bersama mantan suaminya. Lalu Tika pun mengambil berkas kerjanya, untuk kembali lagi bekerja.
Andrew pun terdiam sebentar, sekilas menatap wajah cantik Tika. Entah kenapa, saat menatap wajah Tika, jantungnya berdetak dengan cepat. Andrew pun merasa tidak mengerti dengan perasaannya, apakah dirinya sudah jatuh cinta sama seorang janda beranak satu? Entahlah, yang pasti dirinya begitu nyaman saat mendekati Tika.
Ketika Tika akan memulai melakukan pekerjaannya, Tika merasa ada seseorang yang memperhatikan dirinya. Kemudian Tika pun menatap balik seseorang tersebut. Dan benar saja, ternyata Andrew menatap dirinya dengan tatapan nanar.
"Haloo ... Pak." ucap Tika memanggil atasannya. Karena Tika melihat kalau Andrew sedang melamun.
"Eh i-iya Tika, kenapa?" tanya Andrew dengan gugup, karena merasa kaget saat Tika menyadarkan lamunanya.
__ADS_1
"Pak Andrew melamun ya?"
"Kata siapa? Enggak kok, siapa yang melamun lagi, so tahu ya." ucap Andrew sambil menatap Tika.
"Tadi, aku lihat pak Andrew melamun ih. Apa salahnya, bilang saja iya? Tika tahu, apa yang ada dipikiran pak Andrew? Pasti pak Andrew pingin cepat meried kan, dengan tunagan pak Andrew," ucap Tika sambil menaikan dua alisnya
Uhuk ... uhuk ... Andrew pun tiba-tiba terbatuk saat Tika mengatakan seperti.
"Yaelah Pak, pakai acara batuk segala lagi. Biasa saja kali, enggak usah gerogi gitu kali," goda Tika.
"Ih apaan sih kamu ini ya, kalau bicara ngawur banget ya. Asal kamu tahu Tika, kalau saya sama Stella enggak ada hubungan apa-apa kok." ucap Andrew.
"Ya ampun Tika, apa yang saya katakan itu emang benar. Kalau saya sama Stella enggak ada hubungan apa-apa! Dasar saja Stella ngaku-ngaku tunangaku." ucap Andrew dengan perasaan kesal, saat mengingat kembali Stella mengaku tunangannya.
Hahaha ... tawa Tika, lalu mengelengkan kepalanya karena merasa lucu apa yang di ucapkan ole Andrew,"ya ampun pak Andrew, bicaranya makin ngawur ya. Ada masalah apa sih, kalian berdua? Kok sampai segitunya bilang, kalau Stella ngaku-ngaku sih."
Andrew pun semakin gemas melihat tingkah Tika, yang begitu tidak mempercayai ucapan dirinya, lalu Andrew pun meraih dagu Tika,"kamu bisa tatap mataku, apa ada kebohongan? Saya ini serius Tika, saya tidak berbohong."
Mata hitam mereka pun kini saling bertatapan, ada rasa kagum saat Tika menatap wajah Andrew. Wajah yang sangat tampan, hidungnya yang mancung, rahangnya yang kokoh serta bibirnya yang tebal, apalagi memiliki kulit putih, sehingga siapapun yang melihatnya, pasti akan merasa kagum dan rasa ingin memiliki mahluk tuhan yang hampir sempurna itu. Karena tidak mau terlebih lama menatap Andrew, dengan segera Tika pun memalingkan wajahnya, dan menghempaskan tangan Andrew yang meraih dagunya.
__ADS_1
"Ih apa-apaan sih pak Andrew ini. Kalau mau menyakinkan saya, enggak gitu juga kali," ucap Tika dengan kaku.
"Jadi gimana, kamu percaya dong sekarang?" tanya Andrew terhadap Tika.
"Iya saya percaya kok Pak. Oya, ceritanya gimana, kok bisa sampai Stella ngaku-ngaku tunangan Pak Andrew sih?" tanya Tika merasa penasaran.
Andrew pun dengan segera menceritakan kejadian sebenarnya, saat Stella masih status kekasih ponakannya, hingga kini yang masih ngejar-ngejar dirinya.
"Begitulah Tika, ceritanya. Sekarang kamu enggak salah paham lagi kan, kalau saya sama stella enggak ada hubungan apa-apa." ucap Andrew.
"Oke, karena pak Andrew sudah menjelaskan semuanya. Maka saya, tidak akan salah paham lagi kok," ucap Tika sambil tersenyum.
"Baguslah kalau gitu. Kamu tahu tidak, entah kenapa ya, saat saya mendekatimu, saya begitu-" ucapan Andrew harus terputus, saat asistennya tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya.
"Maaf pak Andrew ganggu, saya cuma ingin mengingatkan, kalau sekarang ada rapat Pak," ucap Key sambil menatap atasannya.
"Ya ampun, saya hampir lupa kalau sekarang ada rapat. Ya sudah, ayo kita keruangan rapat. Oya Tika, kamu juga harus ikut keruangan rapat." ucap Andrew sambil menatap Tika.
"Baiklah Pak." Jawab Tika.
__ADS_1
Andrew, Tika dan Key pun, dengan segera pergi dari ruangannya. Lalu berjalan menuju ruangan rapat.