Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
178. Aku Salah


__ADS_3

"Kak Tika? Pak Andrew?" Lisa, merasa terkejut.


"Kenapa kaget ya? Oya, kebetulan kita ketemu disini, aku cuma pingin bilang-" ucapan Andrew, harus terputus saat Lisa berjalan menghampiri istrinya.


"Kak Tika," ucap Lisa, kemudian memeluk Tika.


"Kak Tika tahu, enggak. Keperawanku sudah hilang dan Kak Tika, tau, enggak, siapa orang yang telah melakukannya?" tanya Lisa, kemudian menguraikan pelukannya.


"Memangnya siapa?" tanya Tika.


"Suami, Kakak sendiri! Dia tega, telah menghilangkan keperawanku, Kak." Lisa, menatap tajam Andrew.


Andrew pun bertepuk tangan lalu menatap Lisa, dengan tatapan tidak suka.


"Hebat, benar-benar hebat! Aktingnya bagus banget ya, Sayang." Andrew, menatap Istrinya, lalu menatap Lisa.


"Maksud kamu apa berbicara seperti itu?!" sambung Andrew.


"Kamu pikir, istriku akan percaya dengan ucapanmu? Tidak!" Andrew, meraih dagu Lisa, lalu menghempaskannya dengan kasar.


"Kak Tika, lihatlah pak Andrew, tidak mau bertanggung jawab! Apa kata orang, bila keperawanku sudah hilang," Lisa, meneteskan airmatanya dan merasa kecewa.


"Lihatlah Sayang, dia pikir kita bodoh, yang seenaknya dia tipu? Benar-benar tidak waras!" Andrew, kemudian mencengkram tangan Lisa.

__ADS_1


"Aww ... Sakit, Pak," pekik Lisa, mencoba melepaskan tangan Andrew.


"Sakit ya? Sakit mana saat kamu berbicara tapi penuh kepalsuan dan berniat untuk menghancurkan rumah tangga orang? Kamu tuh harusnya mikir, bagaimana jika kamu berada di posisi itu? Aku yakin, pasti tidak terima kan?" Andrew, melepaskan tangan Lisa.


Lisa pun dengan segera mengusap tangannya karena merasa sakit.


"Lagian kenapa kamu tega sih, ingin menghancurkan rumah tanggaku? Emangnya apa salahku, kepadamu hem?" Tika, sambil menatap sinis Lisa.


"Maksud Kak Tika, apa sih? Aku enggak pernah berniat untuk menghancurkan rumah tangga Kakak! Kenapa sih kalian tega sekali menuduhku!" Lisa, menatap Tika dan Andrew bergiliran.


"Ini orang pura-pura bego ya. Sudah jelas salah, dan perusak hubungan orang! Maksud kamu apa mengirim photo kepada istriku, hem? Dan bilang segala kalau diriku sudah merengut kehormatanmu?!" Andrew, menatap tajam Lisa.


"Kenapa pak Andrew, enggak jujur saja sama Kak Tika, kalau kita pernah melakukan hubungan yang membuat keperawanku hilang! Pak Andrew, bisa lihat sendiri waktu itu ada bercak darah diatas sprei," kata Lisa.


"Oya, Masa sih?" Tika, pura-pura terkejut.


"Kak Tika, bilang punya bukti? Mana coba buktinya? Paling juga cuma rekayasa doang," Lisa, memutarkan matanya.


"Kamu nantang aku? Oke, aku buktiin." Tika, dengan segera mengambil ponselnya, lalu memberikannya kepada Lisa.


Lisa pun merasa terkejut melihat video dirinya saat akan menjebak Andrew dan rekaman suara saat Lisa berbincang dengan temannya.


"Kak Tika, dapat rekamam cctv dari mana? Bukannya, cctv itu sudah rusak ya dan perasaan sudah aku hapus deh." ceplos Lisa.

__ADS_1


Lisa, dengan segera menutup mulutnya  dan merasa bodoh telah membongkarnya.


"Jadi dia sendiri pelakunya. Pintar banget ya, kamu. Aku benar-benar tidak menyangka kamu bisa nekat melakukan itu!" Tika, mengelengkan kepala.


"Sudahlah Sayang, jangan banyak di pikiran. Kamu lagi hamil, yang penting kamu sudah tahu rencana busuk dia!" Andrew, menatap istrinya.


"Dia, sudah keterlaluan Mas! Apalagi dia sudah Juned jatuh dari tangga, sehingga membuat koma dan untunglah sekarang sudah sadar. Tega sekali cara dia, demi menghilangkan cctv dan melukai Juned," Tika, menatap tajam Lisa.


"Selamat ya, bentar lagi akan ada orang yang menjemputmu. Bersenang-senanglah di jeruji!" Andrew menatap sinis Lisa ,"Oya, aku mau bilang, mulai hari ini kamu, aku pecat dari perusahaanku!" sambung Andrew.


"A-apa aku di pecat? Jangan dipecat dong Pak, aku mohon," pinta Lisa.


"Aku akui memang salah! Aku telah membuat rencana agar kalian berpisah. Aku lakukan itu karena, aku jatuh cinta sama Pak Andrew, sebelum Pak Andrew nikahi Kak Tika. Aku merasa iri melihat kebahagiaan kalian! Seharusnya yang ada diposisi itu, aku bukan Kak Tika!" Lisa, mencoba menjelaskannya.


"Alasanmu sungguh pembawa petaka! Harusnya kamu itu mikir, karena manusia itu sudah di jodohkan karena kehendak-Nya. Aku makin jijik melihat sikap dan prilakumu!" ucap Andew.


"Sudahlah, Mas, ayo kita pergi dari sini!"ajak Tika, kepada Andrew.


"Baiklah Sayang." jawab Andrew.


Saat melihat kendaraan besar dari arah berlawanan, Lisa menarik Tika dengan kuat lalu mendorongnya sehingga posisi Tika, kini ada di tengah jalan karena ulah Lisa.


Tika, berteriak saat truk berjalan menghampiri dirinya.

__ADS_1


"Sayang ...," panggil Andrew, saat Truk terus berjalan menghampiri istrinya.


bersambung ...


__ADS_2