Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
80. siapa pria itu?


__ADS_3

"Mas Chandra ...," Vika sangat terkejut, saat suaminya sudah ada di rumah.


Chandra berjalan menghampiri Vika dengan emosi memuncak dan rahangnya mengeras.


"Vika! Apa yang sedang kamu lakukan tadi, sama pria brengsek ini," Chandra, sambil menatap tajam pria yang kini berada di samping Vika.


"Anu Mas ... tadi ...," ucapan Vika sengaja di gantung, karena tidak tahu harus berkata apa tentang kejadian tadi yang sudah dilakukannya bersama pria tersebut.


"Aku tanya sekali lagi. Apa yang sedang kalian lakukan tadi!" bentak Chandra, sambil menatap tajam Vika, lalu menatap pria tersebut.


"Tentu saja aku sedang menikmati bibir manis istrimu itu," celetuk Rey, tanpa merasa ada perasaan salah.


Chandra pun mengepalkan kedua tangannya, dan emosinya kini semakin memuncak. Kemudian Chandra mencengkram kerah Rey.


"Kamu siapanya dia? Berani sekali kamu melakulan hal yang menjijikan terhadap istriku!" bentak Chandra, sambil menatap tajam Rey.


"Tanya saja kepada istrimu, siapa aku sebenarnya. Lagi pula, aku sama Vika sama-sama menikmatinya kok," ucap Rey dengan santai.


"Kurang ajar ya kamu, brengsek!" ucap Chandra, kemudian memukul bibir Rey dengan keras.

__ADS_1


Buggkh ... satu pukulan mengenai bibir rey, dengan sedikit mengeluarkan darah segar.


Karena masih belum puas, dan emosinya masih tidak bisa terkontol. Chandra kembali memukul rey.


Buggkh ... bibir rey terlihat begitu lembam dan mengeluarkan banyak darah.


"Gimana rasanya, sakit kan?" tanya Chandra, sambil menatap tajam rey yang kini sedang duduk di atas kursi sedang mengusap bibirnya yang sakit.


"Itu tidak seberapa dengan rasa sakitku saat ini, yang begitu sangat menyesakan dada. Aku belum puas, aku akan menghajarmu lagi!" Chandra kembali memukul rey, tapi sayang nya harus gagal, karena Vika langsung menahan tangan Chandra.


"Stop, Mas, Hentikan!" Teriak Vika, sambil menatap tajam Chandra.


"Kamu itu apa-apaan sih Vika, kenapa malah menahan tanganku. Lepaskan, enggak?" Chandra, sambil menatap istrinya.


"Kenapa harus malu? Oh, aku baru sadar sekarang. Jangan-jangan kamu selingkuh selama ini di belakangku dengan pria bajing*an ini kan?" tanya Chandra, sambil menatap tajam Vika, lalu bergiliran menatap rey.


Deg. Vika pun merasa bingung, harus menjawab apa. Karena Vika belum mampu mengatakan semuanya.


"Vika! Kenapa kamu diam saja? Jawab perkataanku. Siapa pria bajing*an ini!" bentak Chandra terhadap Vika.

__ADS_1


"Kamu itu, jangan bentak-bentak dia!" Rey menatap tajam Chandra, merasa tidak terima Vika di bentak.


"Emangnya, kamu siapanya Vika?!" tanya Chandra.


"Aku calon suaminya Vika!" jawab rey.


"A-apa? Aku tidak salah dengarkan, kalau kamu calon suaminya, Vika? Benar-benar gila ya, kamu. Aku ini suaminya, Vika!" bentak Chandra.


"Iya, aku tahu, kamu suaminya Vika. Asal kamu tahu juga ya, kalau anak yang ada dalam kandungan Vika, adalah anakkku!"


"A-apa, anakmu? Jangan ngaco kalau ngomong." Chandra merasa tidak terima.


"Kalau tidak percaya, tanya saja sama istrimu." ucap rey sambil menatap sinis Chandra.


Rahang Chandra pun mengeras, ada rasa, kecewa, kesal, sakit hati. Kini emosinya semakin memuncak. Lalu Chandra menatap tajam Vika.


"Sekarang, jawab pertanyaanku dengan jujur. Apakah benar, anak yang ada dalam kandunganmu itu, adalah anak pria bajinga*n ini?" tanya Chandra sambil menatap tajam Vika.


Bersambung dulu ...

__ADS_1


kepoin yuk karya dari temanku ini. di jamin bikin baper dan seru nih,



__ADS_2