Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
75.Mencari gara-gara


__ADS_3

"Reza, Kamu lagi ngapain disini?" tanya Chandra sambil menatap Reza.


"Hey Bro, aku disini lagi nemenin Tika." Jawab Reza.


"Apa? Aku tidak salah dengar nih, kalau kamu sedang nemenin Tika?" tanya Chandra sambil menatap Reza.


"Kamu tidak budeg kali, kalau aku memang lagi nemenin Tika. Emangnya kenapa?" tanya balik Reza.


"Tidak apa-apa sih, cuma nanya saja kok. Lagian kamu ngapain sih, pake nemenin dia segala. Bukannya kamu sama si Tika tidak ada hubungan apa-apa ya?" Chandra sambil menatap sinis Tika.


"Emang iya aku sama Tika enggak ada hubungan apa-apa kok. Hak-hak aku dong, mau temenin dia sekaligus menjadikan dia istriku juga tidak masalah kali," ucap Reza sambil menatap sinis Chandra.


Uhuk ... uhuk ... uhuk ... Tika pun terbatuk saat Reza berkata seperti itu.


"Tika, kamu baik-baik saja kan?" tanya Reza dan Andrew kompak.


"Ya saya baik-baik saja kok. Kalian tidak perlu khawatir gitu, saya cuma batuk kok," ucap Tika dengan kikuk.


Chandra pun tertawa saat melihat tingkah Reza dan Andrew yang begitu sangat mengkhawatirkan Tika.

__ADS_1


"Wow, enak banget ya. Ada seorang janda kayaknya bakal jadi rebutan nih. Aduh kalian ini salah alamat bro." ucap Chandra sambil menatap Reza dan Andrew bergiliran.


"Maksud kamu apa berbicara seperti itu?" tanya Andrew sambil menatap tidak suka Chandra.


"Jangan pura-pura tidak tahu. Kalian pasti tahulah, maksud aku itu apa. Kalian itu kayak tidak ada wanita lain saja, wanita seperti dia di perebutkan? Oh my god, apa kata dunia," ucap Chandra sambil menatap sinis Tika.


"Jaga ucapanmu Chandra! Maksud kamu apa berbicara seperti itu?" tanya Reza sambil menatap tajam Chandra.


"Kamu jangan cari masalah dengan kita. Emangnya salah ya, bila seorang Tika diperebutkan oleh pria-pria tampan dan kaya raya seperti kita? Lagi pula, dia memang pantas kok. Tika memang wanita yang pantas kita dapatkan, walaupun statusnya sekarang menjadi seorang janda. Dan kamu Chandra, sangat bodoh sekali telah menyia-nyiakan dia." ucap Andrew sambil menatap sinis Chandra.


"Kamu tahu apa tentang dia? Kalian memang sudah gila ya. Di mata kalian Tika yang terbaik? Sungguh aneh." Chandra menatap Tika, lalu menatap Andrew dan Reza.


"Ya pastinya mereka memang sudah gila. Kayaknya si Tika sudah menguna-guna pria tampan ini deh," sindir Vika.


"Sudah puas kalian menghinaku?!" Bentak Tika sambil menatap tajam Vika dan Chandra.


"Justru aku belum puas menghinamu Tika. Memang benarkan, apa yang aku katakan tadi? Miris sekali dirimu harus melakukan hal seperti itu." ucap Vika sambil menatap sinis Tika.


"Aku punya salah apa sama kalian hah? Kenapa sih kalian tidak pernah berubah? Suka banget yang dari dulu menghina dan mencaci aku mulu. Kalian kan sudah bahagia tuh, jadi kenapa terus mencari masalah denganku. Mau kalian apa sih?!" Tika sambil menatap tajam Vika lalu bergiliran menatap Chandra.

__ADS_1


"Iya kah mereka selama ini suka menghinamu Tika?" tanya Reza sambil menatap Tika.


"Iya. Entahlah mau mereka apa sih? Haruskah aku mati supaya mereka berhenti mencaci dan menghinaku," Tika tiba-tiba airmatanya lolos begitu saja.


"Kamu jangan berbicara seperti itu Tika. Ngapain kamu harus mati karena manusia yang tak tahu diri itu." ucap Andrew sambil menatap kesal Chandra dan Vika. Lalu Andrew mendekati Chandra. Tanpa di luar dugaan, Andrew langsung memukul Reza.


Buggkh ... satu pukulan tepat mengenai bibir bawah Chandra, sehingga mengeluarkan sedikit darah.


"Kenapa kamu malah memukulku?" tanya Chandra sambil mengcengkram kerah Andrew dengan kuat.


"Karena kamu memang pantas untuk di pukul." Jawab Andrew dengan santai.


"Lepasin dia," ucap Reza sambil menatap Chandra.


"Aku tidak akan melepaskan dia, sebelum aku membalas apa yang sudah dia lakukan terhadapku." Chandra menatap Reza lalu menatap Andrew.


bersambung ...


*****

__ADS_1


yuk kepoin dan mampir karya dari author temanku ini, dijamin seru banget dan bikin baper nih.. enggak percaya? coba mampir.



__ADS_2