Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
142. Tidak apa-apa


__ADS_3

Acara sarapan pagi pun sudah selesai. Tika dan Andrew pun berpamitan untuk berangkat kerja.


"Oya sayang, Ibu sama Ayah mau berangkat kerja dulu ya. Kamu disini baik-baik sama nenek ya," ucap Tika kepada putrinya.


"Iya siap Bu." jawab Chika, sambil tersenyum kepada Ibunya.


"Baguslah kalau begitu. Jadilah anak yang baik, dan penurut sayang," Andrew ikut berbicara.


"Iya Ayah, Chika pasti akan laksanakan apa yang ayah katakan." Chika sambil menatap Andrew.


"Syukurlah kalau begitu, anak pintar," Puji Andrew kepada Chika.


"Ya sudah Bu, Tika sama Andrew permisi dulu ya, mau berangkat dulu kerja," Tika sambil menatap Ibunya.


"Iya silahkan Nak, hati-hati dijalannya." Bu Lily tersenyum kepada putrinya, juga calon menantunya.


"Iya, makasih Bu." jawab Andrew.


Tika dan Andrew pun dengan segera mencium tangan bu Lily dan mengucapkan salam sebelum berangkat kerja.


Kemudian mereka berlalu dari hadapan Bu Lily, dan berjalan menuju mobil.


Andrew dengan segera membukakan pintu mobilnya saat sudah ada di depan mobil miliknya.

__ADS_1


"Ayo  sayang, masuk ke dalam mobil," ajak Andrew sambil membuka pintu mobilnya.


"Terima kasih Ndrew," Tika sambil masuk ke dalam mobil tersebut.


Saat sudah dalam keadaan siap, Andrew dengan segera menjalankan mobilnya menuju tempat kerja.


"Sayang, kamu tahu tidak? Entah kenapa ya, hatiku deg-deg an banget menuju acara pernikahan kita sebentar lagi," ucap Andrew sambil menatap Tika.


"Oya? Jangankan kamu, aku juga sama Ndrew, malahan aku lebih dari itu," ucap Tika.


"Emm ... aku berharap, nanti setelah kita menikah, jangan ada dusta di antara kita, dan tetaplah selalu jujur," ucap Andrew.


"Iya aku setuju dengan perkataanmu Ndrew. Karena kunci dalam berumah tangga agar tetap awet yaitu kita saling terbuka dan selalu jujur." Tika menatap Andrew.


Ponsel Tika pun tiba-tiba berdering, kemudian Tika langsung mengangkat panggilan telpon masuk.


......


"Memangnya harus sekarang ya?" tanya Tika.


.......


"Oke, baiklah, sekarang juga saya akan kesana bersama Andrew," jawab Tika.

__ADS_1


.......


Panggilan telpon pun terputus, saat Tika sudah selesai berbicara.


"Siapa sayang?" tanya Andrew, sambil menatap Tika.


"Bu Cita, dia menyuruh kita untuk datang sekarang kesana. Katanya, dia bilang, perhiasan yang kamu pesan untuk pernikahan kita sudah jadi, dan harus di coba dulu, biar tidak terlalu kebesaran atau kekecilan," jawab Tika.


"Oh gitu ya. Oke, baiklah, kita sekarang kesana." ucap Andrew.


"Oke." ucap Tika.


"Eh ya ampun aku lupa sayang, sekarang ada rapat, tidak apa-apa kan  bilang ke perusahaanku dulu," ucap Andrew.


"Ya sudah enggak apa-apa. Tapi lebih baik gini saja, gimana kalau aku sendiri saja yang menemui bu cita? Sedangkan kamu urusin saja rapatmu dulu, nanti kalau sudah selesai kamu boleh menyusulku," ucap Tika kepada Andrew.


"Emangnya tidak apa-apa nih, kamu sendirian kesana? Tapi setelah rapat, aku pasti bakal menyusul kamu kesana," Andrew sekilas menatap Tika, lalu fokus menjalankan mobilnya.


"Iya tidak apa-apa kok Ndrew, santai sajalah. Lagian aku ngerti kamu kok," ucap Tika.


"Terima kasih sayang, kamu sudah mengertiin aku," ucap Andrew.


Tika pun hanya tersenyum, sambil menganggukan kepala.

__ADS_1


Kemudian Andrew pun menjalankan mobilnya menuju tempat dimana bu Cita berada. Setelah itu Andrew harus kembali ke kantor setelah mengantarkan Tika, dan bila rapat sudah selesai Andrew langsung menyusul Tika masuk ke tempat tersebut.


__ADS_2