
"Mila, kamu itu apa-apaan? kenapa kamu malah menampar Tika?!" bentak Andrew sambil menatap tajam Mila.
"Itu hukuman buat dia, karena telah membuatmu berubah dan berpaling dariku." Jawab Mila sambil menatap tajam Tika, kemudian menatap Andrew.
"Kamu itu benar-benar gila ya. Siapa bilang, kalau aku telah membuat dia berubah hah? Seenaknya saja ya kalau bicara," ucap Tika merasa tidak terima di tuduh begitu saja oleh Mila.
"Memang benar kok kenyataanya. Buktinya, Andrew sekarang menyukaimu. Dan menolak kembali lagi kepadaku." ucap Mila sambil menatap sinis Tika.
"Seharusnya kamu itu, kalau ngomong pikir dulu, pakai tuh otak. Dia menolakmu, karena kamu telah banyak menggoreskan luka buat pak Andrew. Kamu tega meninggalkan dia, saat dia sayang-sayangnya sama kamu. Pria mana sih, yang tidak terluka? Dan pastinya sangat menyakiti perasaannya." ucap Tika sambil menatap Mila.
"Kamu tahu apa, tentang masalah hubungan aku dengan Andrew? Jadi orang jangan so tahu deh!" Bentak Mila.
"Aku bukannya so tahu, tapi pak Andrew sendiri yang menceritakan masa lalunya dengan wanita yang tidak tahu berterima kasih. Wanita tersebut rela meninggal dirinya, demi mengejar pria yang tampan dan kaya raya. Dasar wanita matre, dan tidak tahu malu." sindir Tika sambil menatap tajam Mila.
"Kamu kurang ajar banget ya kalau bicara!" ucap Mila, sambil mengangkat satu tangan ya dan menamparkan Tika. Tapi sayangnya gagal, karena Tika langsung menahan tangan Mila dan menghempaskannya dengan kasar.
"Berani sekali dirimu ingin menamparku hah? Kalau memang benar apa yang aku ucapkan, ngapain harus marah? Harusnya terima dong kenyataanya, bukannya berani main kekerasan!" Bentak Tika.
"Jangan banyak ngomong deh. Lagi pula ini urusan pribadiku, jadi kamu tidak perlu ikut campur!" Mila dengan meninggikan nada suaranya.
"Stop, hentikan! Dan kamu, Mila, sekarang juga keluar dari ruanganku!" ucap Andrew sambil menunjuk pintu keluar.
"Kamu mengusirku?" tanya Mila sambil menatap kesal Andrew.
__ADS_1
"Iya, aku mengusirmu. Karena kedatanganmu kesini malah membuat ruanganku menjadi kacau, dan lagi pula, ini jam kerja waktunya semua para karyawan fokus untuk bekerja. Jadi aku tidak mau mereka terganggu dengan kehadiranmu." Jawab Andrew.
"Jangan banyak alasan deh Ndrew, aku tahu kamu mengusirku karena wanita gatal ini kan?" ucap Mila sambil menatap sinis Tika.
Karena kesabaran Tika sudah hilang, dan tidak terima dengan apa yang di ucapakan oleh Mila, Tika pun langsung melayangkan sebuah tamparan terhadap Mila.
Plaak ... satu tamparan berhasil mengenai pipi kanan Mila, sehingga meninggalkan bekas merah di pipinya.
"Kamu berani sekali ya, menamparku?!" Bentak Mila sambil manatap tajam Tika, dan tangannya sambil memegang pipinya yang sakit.
"Tentu saja aku berani. Karena kamu memang pantas untuk di tampar!" Tika sambil tersenyum sinis.
"Kurang ajar ya kamu .... " Mila mencoba membalas tamparan Tika, tapi sayang tangannya langsung di tahan oleh Andrew.
"Kenapa kamu menahan tanganku! Lepasin enggak? Aku ingin menampar wanita yang tidak tahu diri ini." gerutu Mila dengan penuh emosi, dan sambil menatap tajam Tika.
"Kamu bilang aku? Justru kamulah wanita yang tidak tahu diri. Sudah ditolak, masih nekat nempel terus." Sindir Tika.
"Kamu itu benar-benar ya jadi orang. Ndrew, lepasin tanganku!" Bentak Mila.
"Oke, aku akan melepaskan tanganmu asal kamu pergi dari sini." ucap Andrew.
"Aku tidak mau Ndrew."
__ADS_1
"Baiklah jika kamu tidak mau pergi dari sini, maka jangan salahkan aku bila main kasar terhadapmu." ucap Andrew sambil mencengkram kuat tangan Mila.
"Aww Ndrew sakit tahu," pekik Mila kesakitan."Baiklah, aku akan pergi dari sini asal kamu lepaskan tanganku."
Andrew pun dengan segera melepaskan tangan Mila, dan dengan segera Mila pun pergi dari ruangan tersebut.
"Hey wanita gatal, tunggu pembalasanku! Aku akan membuat hidupmu menderita." ucap Mila yang kini sudah sampai di pintu keluar kantor, lalu menutup pintu dengan keras.
Tika pun hanya tersenyum sinis saat mendengar perkataan Mila, lalu menggelengkan kepala.
"Tika .... " panggil Andrew.
"Maaf Pak, saya permisi dulu mau ke toilet." ucap Tika sambil berlalu hadapan Andrew.
Saat Tika sudah keluar dari ruangannya, Andrew pun berteriak lalu melemparkan berkas-berkasnya hingga berjatuhan ke bawah.
'Ini semua gara-gara si Mila, andai saja dia tidak datang kesini mungkin tidak akan seperti ini' Arrgh ... teriak Andrew sambil menjabak rambutnya.
Bersambung ......
***********
Promo lagi nih, jangan lupa mampir ya. Di jamin bikin baper dan seru banget ceritanya dari kak Julia Fajar.
__ADS_1