
"Iya Tika tau kok," Tika cengengesan.
"Emmm ... ada-ada saja ini anak, doa loh itu."
"Iya maafin Tika deh."
"Oya, itu tanganmu kenapa Nak, main rangkul pundak Tika? Lepasin belum sah jadi suami," ucap Bu Cantika, sambil melepaskan tangan Andrew.
"Enggak apa-apa dong Bu, cuma rangkul doang kok. Kan, sebentar lagi mau jadi suaminya dia," protes Andrew kepada Ibunya.
"Tidak boleh, kan kamu baru calon suaminya Tika, jadi jangan macam-macam tuh. Nanti kalau kamu sudah sah jadi suami Tika, bebas deh mau ngapain dia juga, terserah kamu saja," ucap Bu Cantika.
"Emm ... so alim ini si Cantika, dulu kamu pacaran juga suka gitu tuh, maen rangkul, pegang tangan. Nah, anaknya mau kayak gitu dilarang," ucap Ayah Efendy, sambil menatap Cantika.
"Itu kan masa lalu aku yang banyak dosa, nah sekarang aku sudah paham agama nih, setidaknya ajarin anak kita untuk sopan santun, dan jangan sampai belum waktunya sah jadi pasangan, sudah main gitu-gituan, pegang tangan, rangkul pundak. Seorang wanita itu tidak butuh romantis harus pegang tangan, atau apalah. Cukup dia mengerti keadaan kita, dan menghargai kita, itu sudah cukup," ucap Bu Cantika.
"Yaelah ini Bu ustadzah dakwah, kereen bener Bu," ucap Ayah Efendy, sambil tertawa renyah.
"Harus dong, sebagai orangtua harus mendidik anak dengan benar, penuh dengan kajian agama, biar pencerahan di masa depan anak tidak tersesat," ucap Bu Cantika.
"Iya Ustadzah, paham ... paham," ucap Ayah Efendy sambil menganggukan kepala,"oya Ndrew, sejak kapan Ibumu jadi seorang ustadzah?" bisik Ayah Efendy kepada Andrew.
"Entahlah Yah," Andrew sambil mengindikan bahunya.
"Emm ... bisik-bisik tetangga, di depan kayak yang iya, dibelakang ngomong macem-macem dasar kurang ajar loh Ndy," gerutu Bu Cantika kepada sahabatanya.
"Ihh apaan sih si Cantika sewot benar ya, negatif lagi pikirannya," ucap Ayah Efendy sambil menatap sebal sahabatnya.
"Sudah kalian ini jangan berantem, masa sudah tua masih berantem mulu," Bu Lily mencoba mengamankan kedua sahabat tersebut.
"Si Cantika, Bu, yang duluan mulai," adu Ayah Efendy kepada istrinya.
"Ih, kamu yang mulai. Kamu orangnya dari dulu tidak pernah mau ngaku salah, dan selalu benar mulu," gerutu Bu Cantika.
"Ayah, Ibu mertuaku gimana ini keputusannya, apakah setuju minggu depan acara pernikahannya?" tanya Tika, sambil menatap bergiliran Ayah Efendy dan Bu Cantika.
"Setuju!" ucap Ayah Efendy dan Bu Cantika dengan tegas, dan sedikit membebentak.
__ADS_1
Tika, Andrew, dan Bu Lily pun merasa kaget, dengan jawaban kedua sahabat tersebut.
"Ehmzz ... kok jawab gitu sih, ya sudah kita batalkan saja pernikahan mereka," ucap Bu Lily, sambil menatap suaminya dan Bu Cantika.
"Apa-apaan sih Bu Lily ini, jangan dong. Mereka kan sudah saling nyaman, dan sudah saling cinta sama lain tuh," ucap Bu Cantika.
"Iya, Ibu nih gimana sih, masa tega memisahkan mereka." ucap Ayah Efendy kepada istrinya.
Bu Lily pun hanya tertawa, saat mendengar perkataan dari kedua sahabat tersebut.
"Ada yang lucu ya Bu, Ayah bicara?" tanya Ayah Efendy merasa bingung.
"Enggak ada kok. Lagi pula, Ibu cuma bercanda kok. Tidak mungkin Ibu membatalkan pernikahan mereka. Habisnya Ibu kesal banget sama Ayah, dan Bu Cantika, selalu berantem mulu kalau ketemu dimana-mana," ucap Bu Lily.
"Aku juga enggak tahu kenapa bisa kayak gitu. Mungkin dari dulu sahabatan emang sering banyak berantemnya, makannya sampai sekarang suka gitu. Tapi Bu Lily harus percaya, Aku berantem sama Efendy juga cuma sebatas keisengan saja kok, benar enggak, Ndy?" ucap Bu Cantika sambil menyingkut siku Ayah Efendy.
"Iya benar Bu. Oya, jadi deal ya, minggu depan acara pernikahan kalian dilaksanakan," ucap Ayah Efendy.
"Gimana sayang, tidak keberatan kan?" tanya Andrew kepada Tika.
"Tidak kok, jika memang harus dilaksanakan minggu depan, ya tidak jadi masalah," ucap Tika.
"Iya Bu," jawab Tika, sambil tersenyum kepada Ibu mertuanya.
Tiba-tiba Chika pun datang, ditemani oleh Bi inah dengan membawa makanan dan minuman yang sudah Chika pesankan.
"Ibu ...," panggil Chika kepada Tika, sambil berjalan menghampiri Ibunya.
"Iya sayang? Sudah pulang ternyata anak Ibu? Gimana sayang, sudah ada makanan dan minuman yang kamu inginkan?" tanya Tika kepada putrinya, yang kini sudah ada disampingnya.
"Sudah Bu, Chika beli semuanya makanannya. Dan juga Chika beli macam-macam eskrim loh Bu," ucap Chika.
"Wah asyik dong banyak eskrim, mau dong," ucap Andrew kepada Chika.
"Om mau juga?" tanya Chika kepada Andrew.
"Tentu saja mau. Oya, sekarang jangan panggil Om, tapi panggil saja Ayah," ucap Andrew, sambil menatap Chika.
__ADS_1
"Kenapa harus panggil Ayah?" tanya Chika, tidak mengerti.
"Karena sebentar lagi, Om akan menikah dengan Ibumu. Tidak apa-apa kan, Ibumu jadi milik Om?" tanya Andrew pada Chika.
"Maksudnya gimana Om?" Chika tidak mengerti.
"Sudahlah sayang, nanti kamu juga bakal mengerti kok. Mulai sekarang Om Andrew, akan menjadi Ayah sambungmu," ucap Bu Lily kepada cucunya.
"Jadi Chika punya Ayah dua gitu? Ayah Chandra, sama Ayah Andrew?" tanya Chika dengan gugup.
"Iya sayang." ucap Andrew, sambil tersenyum kepada Chika.
Chika pun membalas senyuman Andrew. Sebenarnya Chika tidak tahu, apa yang dibicarakan barusan. Yang Chika tahu, kalau Om Andrew jadi Ayah sambungnya, berarti Ibunya sudah jadi istri Om Andrew.
"Nih Om, eh Ayah, bukannya mau eskrim ya? Nih buat Ayah," ucap Chika sambil menyodorkan eskrimnya.
"Serius ini buat Ayah?" tanya Andrew kepada Chika.
"Iya serius Ayah."
"Lagi pula, tadi Ayah cuma bercanda kok, sudah kamu saja yang makan sayang," ucap Andrew, lalu membuka plastik eskrim tersebut dan memberikannya kepada Chika.
"Serius Ayah tidak mau?" tanya Chika kepada Andrew.
"Tidak kok sayang, sudah kamu saja yang makan," ucap Andrew.
"Baiklah," ucap Chika, lalu mengambil eskrim dari tangan Andrew, kemudian di memakannya.
"Ndrew, kamu itu apa-apaan sih, belum juga resmi menikah, sudah protes harus panggil Ayah," ucap Tika kepada Andrew.
"Tidak apa-apalah sayang, biar nanti terbiasa, dan tidak kaku memanggil aku, ayah," ucap Andrew.
"Iss ada-ada saja," Tika sambil menggelengkan kepala.
Ayah Efendy, Bu Lily, dan Bu Cantika pun hanya tersenyum mendengar ucapan Andrew.
******
__ADS_1
Yuk mampir dan kepoin karya dari author ini, pastinya pada seru2 nih, dan bikin baper nih, yuk kepoin ah,