Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
84. Keguguran


__ADS_3

Di tempat lain.


"Vik, kamu harus bertahan. Sebentar lagi sampai rumah sakit," ucap Rey, yang kini sedang mengendarai mobilnya. Sambil menatap Vika yang kini sedang menahan rasa sakit.


"Rey, bisa cepetan enggak? Aku sudah tidak kuat. Sakit sekali Rey," ucap Vika meringis kesakitan. Tangannya sambil memegang perutnya.


"Kamu yang sabar Vik. Tahan ya," Rey, merasa tidak tega melihat Vika.


Mobil yang dikendarai Rey pun, kini sudah sampai di rumah sakit. Dengan segera Rey pun keluar dari mobilnya.


"Vik, ayo cepat keluar." ucap Rey, membukakan pintu mobil, dan membantu Vika untuk keluar.


Vika pun dengan segera keluar dari mobil tersebut.


"Suster ...." panggil Rey, saat melihat sang suster sedang berjalan sambil membawa kursi roda kosong.


Sang suster pun berjalan menghampiri Rey, saat dirinya di panggil.


"Iya kenapa pak?" tanya Suster terhadap Rey.


"Kamu bilang kenapa? Kamu tidak lihat apa, aku pendarahan nih!" bentak Vika terhadap suster tersebut.


Suster tersebut merasa kesal, saat melihat sikap Vika. Tapi ada rasa iba saat melihat pendarahan yang terus mengalir di paha Vika.


"Ya sudah, ayo duduk di kursi," ucap sang suster.


Dengan segera Vika pun duduk di kursi roda tersebut, dan langsung dibawa oleh sang suster ke ruangan persalinan. Begitu juga dengan Rey, langsung mengikuti sang suster tersebut.


Saat sudah sampai di ruangan persalinan, Rey dilarang masuk ke dalam. Rey harus menunggu di luar.


"Maaf ya pak, harap tunggu di luar," ucap sang suster terhadap Rey.

__ADS_1


"Oke, baiklah Sus. Saya mohon suster, tolonglah Vika semoga anak yang ada di dalam kandungannya baik-baik saja," ucap Rey merasa khawatir.


"Saya akan berusaha sebisa mungkin. Doakan saja, semoga pasien baik-baik saja," ucap sang suster.


"Oke." Jawab Rey.


Suster tersebut langsung menutup pintunya, dan akan melakukan pemeriksaan oleh ahli dokter kandungan.


'Semoga saja Vika baik-baik saja, begitu pun anak yang ada di dalam kandungannya. Jika terjadi sesuatu terhadap anakku, aku tidak akan memaafkanmu, Chandra!' gumam Rey, sambil mengepalkan kedua tangannya.


Ada rasa bersalah terhadap Vika, karena tidak bisa menyanggah Vika saat di dorong oleh Chandra.


'Dasar, pria berhati iblis! Seenaknya saja, dia melakukan tindakan bodoh seperti itu. Dia benar-benar gila juga ya, sudah beristri tapi masih tergoda dengan wanita lain.' Rey tersenyum sinis, sambil mengelengkan kepala.


Jujur saja, sebenarnya Rey mulai ilfil terhadap Vika saat mengetahui kalau dirinya telah merebut pria yang sudah beristri. Rey bukannya sok alim, tapi kejadian tersebut mengingatkan kedua orangtuanya. Dimana Ayahnya berselingkuh dengan wanita lain, dan meninggalkan Ibunya yang sedang mengandung demi wanita lain.


Saat itu, Ibunya Rey merasa frustasi dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Itulah mengapa Rey sangat membenci wanita yang suka merebut suami orang alias pelakor.


Dokter yang memeriksa Vika pun sudah keluar, dengan segera Rey berjalan menghampiri Dokter tersebut.


"Dok, gimana keadaan Vika?" tanya Rey, merasa cemas, dan khawatir.


"Maaf, anda siapanya pasien tersebut?" tanya dr. Mela menatap Rey.


"Sa-saya suaminya, Vika." jawab Rey dengan gugup dan terpaksa berbohong.


"Oh, jadi anda suaminya pasien tersebut." ucap dr. Mela.


"Iya Dok. Gimana keadaan istri saya?" tanya Rey, menatap intens dr. Mela.


Dr. Mela pun hanya diam saja, dan menatap Rey dengan tatapan susah diartikan. Karena sang Dokter, begitu berat untuk mengatakannya.

__ADS_1


"Dokter, gimana keadaan Vika?" tanya Rey terhadap dr. Mela. Karena merasa ada sesuatu terjadi terhadap Vika.


"Sebelumnya saya minta maaf sama anda," ucap dr.Mela.


"Minta maaf untuk apa Dok?" Rey merasa tidak mengerti.


"Saya tidak bisa menyelamatkan bayi yang ada di dalam kandungan istri, Anda." ucap dr. Mela.


"Maksud Dokter, bayi yang ada di dalam kandungan Vika, sudah meninggal gitu?" tanya Rey.


"Iya," jawab dr. Mela , sambil menganggukan kepala.


"A-apa? Meninggal?" ucap Rey dengan gugup, merasa tidak percaya.


"Sebelumnya, saya minta maaf. Mungkin ini sudah takdir sang maha kuasa, kalau bayi tersebut harus meninggal dan mengalami keguguran." ucap dr. Mela.


"Tapi ini bukan takdir dari sang maha kuasa Dok, tapi Chandra lah yang membuat Vika menjadi keguguran!" Rey merasa emosi.


"Apapun itu yang terjadi, kalau sang maha kuasa sudah berkendak, kita tidak bisa menolak. Oya, maaf ya pak, saya permisi dulu karena ada pemeriksaan pasien lain," ucap dr. Mela.


"Baiklah Dok." jawab Rey.


Saat dr. Meli melangkahkan kakinya, tiba-tiba ingat sesuatu yang belum dikatakannya. Lalu dr. Meli dengan segera berjalan menghampiri Rey.


"Iya Dok, apakah ada yang ingin di bicarakan lagi?" tanya Rey terhadap dr. Mela.


"Iya benar, ini sangat penting." jawab dr. Mela.


"Apa Dok?" tanya Rey.


"Karena istri, bapak tadi mengalami pendarahan yang sangat hebat, dan menyebabkan keguguran. Sehingga saya terpaksa mengangkat organ rahim yang lainnya, karena terkena kerusakan. Sehingga kemungkinan besar kalau istri, bapak tidak bisa memiliki keturunan, alias mandul," ucap dr. Meli.

__ADS_1


"A-apa?" Rey merasa syok, dan mengangkat tangannya, untuk menutupi mulutnya yang terbuka karena merasa terkejut dengan apa yang diucapan oleh dr. Mela.


__ADS_2