Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
166. Terluka kembali


__ADS_3

Awalnya Tika sangat mengantuk. Akan tetapi, saat melihat photo tersebut rasa kantuknya langsung hilang.


Sakit, memang sakit saat melihat suaminya tidur dengan wanita lain. Tika, benar-benar tidak mengerti apa maksud seseorang mengirim photo tersebut.


Tika, mencoba menarik napas lalu membuangnya dengan kasar. Airmatanya terus menetes membasahi wajah cantikya.


'Kamu bohongi aku ya, Mas? Tega sekali ya. katanya kamu ada pertemuan penting dengan duta industri, tapi nyatanya? Kamu malah asyik berduaan dengan perempuan yang tidak tahu diri itu9.' gumam Tika, sambil melempar ponselnya ke lantai.


'Ternyata laki-laki semuanya sama saja, tidak bisa menjaga janjinya. Janjimu palsu Mas, kamu tega ya mengingkari janjimu sendiri! Aku sangat benci kamu Ndrew, aku benci!' Tika terus menangis dan airmatanya terus membasahi pipinya.


'Sudahlah Tika, jangan menangis terus kasihan babymu yang ada diperut kalau lihat Ibunya menangis mulu.' gumam Tika, mencoba menenangkan dirinya sendiri dan tangannya mengusap perut yang masih rata.


'Aku tidak boleh berpikir negatif, semoga saja di dalam photo itu hanya rekayasa semata. Aku yakin, kalau ayahmu pasti tidak mungkin berbuat macam-macam seperti itu, Nak.' Tika mencoba terus untuk selalu berpikiran positip.


Tika lebih memilih untuk keluar mencari udara dingin, daripada berdiam diri di kamar. Tika juga tidak mungkin menceritakan apa yang dilihatnya barusan kepada keluarganya. Tika lebih memilih merahasiakan semuanya dan biarlah hanya dirinya yang mengatasi semua ini.


"Kamu mau kemana Sayang?" tanya Bu Lily.


"Tika, mau keluar dulu sebentar, Bu. Oya, Chika sudah tidur Bu?" tanya balik Tika.


"Iya, baru saja tadi Chika tidur. Lagian, kamu mau ngapain Sayang, keluar? Ini sudah malam loh," jelas Bu Lily, sambil menatap putrinya yang kini berdiri mematung di ruangan tamu.


"Anu Bu ... emm ... Tika, mau cari makanan dulu diluar. Iya Bu, mau cari makanan dulu Tika pingin sate sama jajanan lainnya. Lagian baru juga jam 8 malam Bu," lirih Tika.


"Mendingan kamu diam saja di rumah. Kan, ada bi anin sama pak amin, biar mereka saja yang beli apa yang kamu mau," ucap Bu Lily.


"Tapi baby yang ada di perut hanya menginginkan Ibunya berangkat. Jadi, enggak ada yang boleh nolak!" Tika, sambil mengusap perutnya yang masih rata.


"Baby-nya apa Ibunya nih," sindir Bu Cantika.

__ADS_1


"Ih Ibu, seriuslah atas permintaan cucu, Ibu. Emangnya Ibu mau punya cucu, ileran?" ucap Tika, sambil menatap mertuanya.


"Ih ogah banget punya cucu, ileran. Ya sudah, hati-hati dijalannya. Ingat, jangan pulang terlalu malam!" tegas Bu Cantika.


"Iya, siap Bu. Ya sudah Tika, pergi dulu ya." Pamit Tika, sambil berlalu dari hadapan saudara-saudaranya yang masih ada disana.


Tika berjalan menuju mobil miliknya. Saat keadaan sudah siap, Tika dengan segera menjalankan mobilnya.


Sebenarnya banyak saudara-saudaranya menawarkan untuk mengantarkan Tika. Akan tetapi, Tika menolak dan beralasan hanya baby menginginkan Ibunya sendiri yang berangkat.


Saudara-saudaranya pun hanya bisa pasrah saja kalau sudah berkaitan dengan babynya.


Sesekali Tika, menjalankan mobilnya dengan kecepatan maksimal hingga hampir bertabrakan dengan mobil lain.


Tika pun meminta maaf kepada mobil yang hampir di tabraknya dan untungnya saja pemilik mobil tersebut memaafkan Tika, serta menasihati Tika, agar bisa mengontrol kecepatan mobil demi keselamatan dirinya dan orang lain.


'Arrgh ... 'teriak Tika, dengan membantingkan ponsel tuk kedua kalinya.


Tika, dengan segera keluar dari mobilnya dan berjalan menuju tempat yang sunyi yaitu taman.


Kemudian Tika, duduk di kursi yang berada di taman lalu menatap ke depan dengan tatapan nanar.


Tiba-tiba airmatanya menetes begitu saja, membasahi wajah cantiknya.


'Ya tuhan, ujian apalagi yang kau berikan kepadaku? Salahkah, bila mengharapkan dia jodoh terakhirku? Salahkah, bila aku dan dia bersatu selamanya? Lalu kenapa, ada saja orang yang ingin menghancurkan hubunganku dengan dia?!'


'Jika memang dia bukan jodoh terakhirku? Kenapa harus mempertemukan aku dan dia, Ya Tuhan, jika akhirnya akan terjadi seperti ini lagi.'


'Padahal yang aku inginkan, dia menjadi yang terakhir untukku dan tidak ada lagi seseorang yang menganggu rumah tanggaku' batin Tika, terus menyatakan perasaannya yang amat kecewa.

__ADS_1


Airmatanya terus mengalir tiada henti dan Tika benar-benar menyesal telah membuka hatinya tuk yang kedua kali.


Seseorang tiba-tiba datang dan duduk di samping Tika.


"Kamu baik-baik saja kan, Tika?" tanya Seseorang sambil memberikan tisu.


Kemudian Tika menatap seseorang tersebut dan betapa terkejutnya Tika, saat mengenali seseorang yang ia kenali, seseorang yang pernah ada di hatinya waktu dulu.


"Kamu mau ngapain disini?!" Tika, sambil menatap tidak suka seseorang tersebut.


"Aku disini lagi menenangkan pikiranku yang lagi mumet dan tanpa sengaja aku melihatmu disini sendirian," jawab Chandra, tersenyum kepada Tika.


Tika hanya diam tanpa membalas perkataan Chandra.


"Tika, kamu kenapa? Apakah ada seseorang yang menyakitimu?" tanya Chandra, memberanikan diri.


"Enggak usah, peduliin aku!" jawab Tika, dengan jeleous.


"Loh, kenapa? Salah ya, bila aku peduli sama seseorang yang kini sedang menangis? Salahkah aku bila khawatir kepadamu, karena takut ada seseorang menyakitimu?" Chandra, sambil menatap Tika.


Tika pun menarik napas, lalu membuangnya dengan kasar.


"Ini semua karena adikmu, yang telah membuatku begini!" Tika, menatap tajam Chandra.


"A-pa adikku? Memangnya apa yang telah dilakukan oleh Lisa, kepadamu?" tanya Chandra, dengan gugup.


"Tanya saja sama adikmu! Tidak bisakah dia berhenti mengusik rumah tanggaku? Kenapa juga harus Andrew, yang dia rebut? Juga, kenapa tega sekali dia rela jadi pelakor! Aku benar-benar kecewa dengan kalian berdua!" Tika, dengan segera pergi dari hadapan Chandra.


Chandra pun merasa terkejut mendengar perkataan Tika. Chandra benar-benar tidak percaya kalau adiknya menjadi parasit dalam rumah tangga Tika dan Andrew.

__ADS_1


Chandra semakin pusing dengan situasi saat ini. Cobaan Chandra begitu berat yang kini dihadapinya. Apalagi saat mendengar perkataan Tika tadi, hatinya begitu merasa remuk.


Bersambung ....


__ADS_2