Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
133. Ini salahku!


__ADS_3

'Apa yang sedang mereka lakukan?! Kamu brengsek Ndrew! Aku tidak menyangka sama kamu, lalu apa gunanya kamu kemarin mengajak aku menikah? Dan barusan kamu bilang, kalau kamu sangat mencintai mantanmu itu?' gumam Tika, merasa dengan perasaan yang susah diartikan.


Tiba-tiba airmatanya terjatuh membasahi pipinya, lalu Tika mengusap airmata tersebut.


Tika lebih memilih pulang, dari terus pada masuk ke dalam ruangan tersebut.


Saat Tika akan melangkahkan kakinya untuk pulang, tiba-tiba berpas-pasan dengan Juned, sang asissten pribadi Andrew.


"Selamat siang Bu Tika," sapa Juned.


Tika hanya diam tanpa membalas perkataan Juned, dan terus berjalan.


'Loh, ada apa dengan Bu Tika? Apakah pak Andrew, sama Bu Tika sedang berantem ya?' gumam Juned, merasa ada sesuatu yang terjadi.


Saat Juned akan melangkahkan kakinya menuju ruangan Andrew, tiba-tiba terpaksa harus berhenti dulu saat Tika memanggil dirinya.


"Tunggu, Juned!" panggil Tika, sambil menatap Juned.


"Iya, kenapa Bu?" tanya Juned.


"Kamu jangan bilang sama atasanmu, kalau aku datang kesini! Ingat ya, bila kamu sampai berkata kepada atasanmu, maka kamu akan tahu akibatnya!" ancam Tika, kepada Juned.


Juned pun hanya bisa menelan salivanya dengan susah.


"Ba-baik Bu!" ucap Juned dengan kikuk.


"Baguslah!" Tika sambil berlalu pergi dari hadapan Juned, dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


'Ternyata benar, ada sesuatu yang terjadi antara pak Andrew dan Bu Tika? Kira-kira ada masalah apa ya?' gumam Juned merasa penasaran.


Saat Juned membuka pintu ruangan Andrew, betapa terkejutnya Juned saat melihat pemandangan yang membuat jiwa jomblo dirinya begitu tercemari.


Juned pun dengan kembali menutup pintunya dengan perlahan-lahan.


'Apa yang sudah dilakukan oleh pak Andrew? Aku tahu, kenapa Bu Tika meminta agar diriku tidak memberitahukan keberadaan dirinya. Apakah Bu Tika mengetahui apa yang sudah dilakukan pak Andrew? Bisa ada dalam masalah besar kalau begini,' gumam Juned sambil mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


Juned pun lebih memilih untuk masuk ke ruangannya dari pada harus masuk ke dalam ruangan atasannya.


Juned pun menggurutuki diri sendiri, karena merasa bersalah telah membiarkan Mila untuk masuk ke ruangan Andrew. Juned pun awalnya menolak, tapi Mila terus-terusan memohon agar Juned mengizinkan dirinya masuk karena urusan penting, dan berjanji tidak akan macam-macam.


Di luar dugaan, ternyata ucapan Mila tidak bisa di pegang, dan malah menyebabkan petaka bagi Andrew dan Tika karena kejadian tadi.


'Gimana ini? Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri, bila terjadi apa-apa diantara mereka. Aarrgh ... Aku benar-benar menyesal,' gumam Juned menggurutuki diri sendiri.


'Semoga saja mereka baik-baik saja. Aku yakin, ini ada kesalapahaman! Karena enggak mungkin pak Andrew melakukan itu.' gumam Juned.


****


Andrew pun dengan segera mendorong tubuh Mila dengan kasar, hampir membuat Mila akan terjatuh ke bawah lantai.


"Mila, kamu benar-benar gila ya, apa yang sudah kamu lakukan barusan hah?" Andrew merasa geram dengan apa yang sudah dilakukan oleh Mila.


Mila pun hanya tersenyum sinis sambil menatap Andrew.


"Kenapa sih Ndrew? Bukankah kamu dulu menikmatinya, bukan? Kenapa sekarang jadi munafik sih," ucap Mila sambil menatap sinis Andrew.


"Jaga ucapanmu, Mila! Jangan samakan sekarang, dengan seperti dulu lagi. Lagian, sekarang kamu bukan siapa-siapanya aku. Jadi jaga sikapmu dihadapanku!" bentak Andrew, sambil menatap tajam Mila.


"Kamu tuh harusnya mikir Ndrew, dia itu hanya seorang janda, sedangkan kamu masih muda, tampan, masih fress! Lagian, apa istimewanya dia sih? Janda yang tidak punya harga diri, dan sok kecentilan!" Celetuk Mila.


"Jaga ucapanmu Mila! Kamu jangan menghina dia! Asal kamu tahu ya, apa yang kamu ucapkan itu salah. Dia lebih baik dari pada dirimu yang hanya memanfaatkan seorang pria hanya demi harta! Cintamu itu palsu, engkau jual harga dirimu hanya demi uang, uang dan uang. Dasar, wanita murahan!" bentak Andrew.


"Kalau ngomong jangan sembarangan ya Ndrew! Kamu tahu apa, tentang aku hah?"


"Kenapa, tidak terima? Kamu lupa ya, siapa aku? Aku bisa melakukan apa pun yang aku mau, dan mengetahui orang-orang yang telah berani mengusikku!" ucap Andrew dengan datar, sambil menatap sinis Mila.


ya ampun kenapa aku bodoh sekali, malah bertanya dia, itu siapa? Batin Mila


Mila pun berdiri berjalan menghampiri Andrew, sehingga langkahnya terhenti saat akan berjalan menuju kursi kekuasaannya.


"Ndrew, aku benar-benar minta maaf! Aku menyesal telah mengatai dia yang seharusnya aku menjaga ucapku! Dan maaf tadi aku sudah berani yang seharusnya tidak aku lakukan!" ucap Mila sambil merangkul tangan Andrew.

__ADS_1


Andrew pun dengan segera menghempaskan tangan Mila, dari yang merangkul lengannya.


"Sekarang aku minta sama kamu, keluar dari ruanganku!" bentak Andrew, sambil menunjuk pintu keluar.


"Ndrew, aku benar-benar minta maaf! Kamu mau kan, memaafkanku? Walaupun kita tidak bersatu kembali, kita tetap bisa kan sahabatan? ucap Mila, sambil menatap Andrew.


"Aku bilang, sekarang juga kamu keluar dari ruangan!" perintah Andrew.


"Baiklah, sekarang juga aku akan keluar dari ruanganmu!" Mila sambil mengambil tas yang di simpan di atas meja, lalu pergi dari hadapan Andrew.


Mila pun pergi dari ruangan Andrew dengan senyum menyeringai. Sebenarnya Mila sengaja melakukan itu kepada Andrew, saat melihat Tika sudah masuk keruangan Andrew dan masih ada di depan pintu. Andrew justru tidak mengetahui karena posisi membelakangi pintu.


'Aku yakin, si Tika pasti bakal berpikiran yang tidak-tidak! Rasain, emang enak aku kerjain,' gumam Mila dengan tersenyum simpul karena merasa sangat senang.


Mila pun dengan segera berjalan keluar dari perusahaan tersebut.


***


Di tempat lain.


Disebuah taman, kini Tika sedang menyendiri sambil menggurutuki Andrew karena Tika berpikir kalau Andrew hanya menjadikan, dirinya sebagai pelampiasan.


'Aku benar-benar menyesal, telah menyetujui ajakanmu! Aku pikir, kamu tulus dan benar-benar mencintaiku? Tapi nyatanya, kamu brengsek Ndrew, kamu jadikan aku pelampiasanmu kan?' gerutu Tika pada diri sendiri, merasa emosi dan kesal saat mengingat apa yang sudah di lakukan oleh Andrew, dan mantannya.


'Kenapa aku jadi pelampiasanmu Ndrew? Apa salahku, padamu? Kamu tahu tidak, aku korban dari seseorang yang telah membuat hidupku down, dan trauma karena kekerasan, juga penghianatan! Aku pikir, kamu akan membuatku melupakan masa laluku, dan mengantikannya dengan masa depan yang indah? Tapi nyatanya mana? Kamu sudah menancapkan luka di dalam hatiku! Mana janjimu Ndrew? Katanya kamu akan membahagiakanku, melupakan rasa traumaku? buktinya, janjimu itu palsu Ndrew!' Tika benar-benar emosi, dan menyesal telah mempercayai Andrew.


Tiba-tiba airmatanya terjatuh membasahi pipinya, lalu Tika pun mengusap airmatanya.


'Aku tidak boleh cengeng, aku harus kuat! Lagi pula, aku sudah terbiasa tersakiti,' gumam Tika, mencoba menguatkan diri sendiri.


Tiba-tiba datanglah seseorang, sambil memberikan tisu kepada Tika.


Saat menatap seseorang tersebut, Tika merasa terkejut saat mengetahui siapa orang itu.


Bersambung....

__ADS_1


promo lagi # yuk mampir karya dari author ini. Dijamin bikin baper dan seru nih.



__ADS_2