Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
63. Kesal


__ADS_3

"Ehmz ... maaf pak, Bu, kita sudah sampai di kantor." ucap Pak Sopir, sambil menatap Tika, dan Andrew bergiliran lewat kaca depan mobil.


"Eh, i-iya pak." Jawab Tika, dan Andrew secara bersamaan dengan gugup.


Tika dan Andrew pun saling menatap satu sama lain, lalu tertawa renyah. Bagaimana bisa, secara kebetulan menjawab bersamaan.


"Ya sudah, ayo kita keluar Tik," ucap Andrew.


"Iya baik pak." Jawab Tika.


Andrew dan Tika pun, dengan segera keluar dari mobil taksi tersebut. Mereka langsung berjalan masuk ke dalam perusahaan tersebut.


"Selamat pagi pak," sapa para karyawan dan karyawatinya, saat melihat atasannya.


"Pagi juga," jawab Andrew. Begitulah, tiap harus yang dilakukan oleh sang atasan, ketika di sapa. Kadang, hanya menganggukan kepala, dan tersenyum.


Beberapa karyawan dan karyawatinya menatap heran kepada Tika. Bagaimana tidak? Jam 9 pagi, tapi kenapa baru masuk? Seharusnya sebagai karyawan, masuk awal pukul 7 pagi.


Mereka bertanya-tanya, ada hubungan apa antara Andrew dan Tika? Beberapa hari belakangan, mereka selalu jalan bersama.


Ketika sudah sampai di ruangan kerja, dengan segera Tika berjalan menuju tempat kerjanya. Dan Andrew pun segera berjalan menuju kursi kekuasaannya.


Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan. Sambil menatap kesal Andrew.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Andrew kepada Key, asisten pribadinya sekaligus tangan kanannya.


"Kenapa emangnya, enggak boleh ya bos?" tanya Key.


"Itu namanya kurang ajar tahu, menatap atasan seperti itu." Jawab Andrew.


"Habisnya, saya kesal tahu enggak sama bos," ucap Key.


"Kesal sama saya? Lho, emangnya saya sudah ngapain kamu?" tanya Andrew sambil menaikan satu alisnya.


"Karena bos, sudah membuatku khawatir dan cemas tahu enggak. Di telpon berapa kali, tapi enggak di angkat terus. Telpon orang rumah, katanya bos sudah berangkat. Suruh anak buah cari bos, tetapi tidak menemukan bos. Dan sekarang, bos tiba-tiba masuk ke kantor tanpa ngabarin aku lagi? Sungguh menyebalkan sekali." gerutu Key, sambil menatap sebal Andrew.

__ADS_1


"Lagi pula, mau ngabarin kamu gimana? Ponselku ketinggalan. Mobilku mogok, pokoknya apes banget deh hari ini." ucap Andrew sambil memijit kepalanya yang pusing.


"Oh jadi gitu ya, alasannya. Terus saya harus percaya gitu?" tanya Key sambil menatap Andrew,"ya tentu saja percaya hehe." ucap Key cengengesan saat Andrew menatap tajam dirinya.


"Gimana rapatnya, lancarkan?" tanya Andrew terhadap Key.


"Tentu saja lancar bos. Tidak perlu diragukan tentang saya, pasti semuanya beres, aman dan lancar." Jawab Key.


"Baguslah kalau begitu. Asisten yang sangat di andalkan." ucap Andrew.


"Siapa dulu dong, Key Pratama di lawan." Key sambil membenarkan kerah bajunya.


"Ck, sombong." ucap Andrew sambil menatap sinis Key.


"Saya tidak peduli! Ya sudah, karena pak Andrew yang terhormat sudah ada di perusahaan. Maka saya pamit dulu ya, karena ada pekerjaan lain yang harus saya kerja kan." ucap Key sambil berlalu pergi dari ruangan atasannya.


Andrew pun hanya mengelengkan kepala, saat melihat tingkah Key.


"Oya Tik, bisa bantu saya kerjakan berkas-berkas ini?" tanya Andrew sambil menunjuk berkas yang di maksud.


"Tentu saja boleh kok pak," jawab Tika sambil menatap Andrew.


"Oke, baiklah pak."


"Oya Tika, boleh saya bertanya sesuatu?" tanya Andrew.


"Tentu saja boleh pak, emangnya mau bertanya tentang apa pak?"


"Apakah benar kamu menjalin hubungan dengan pak Reza?" tanya Andrew.


Uhuk ... uhuk ... tiba-tiba Tika terbatuk begitu saja, saat Andrew berkata seperti itu.


"Tik, kamu baik-baik saja kan?" tanya Andrew merasa cemas.


"Iya, saya baik-baik saja kok. Entah kenapa, tiba-tiba tenggorakanku gatal nih pak." Jawab Tika sambil mengaruk kepalanya.

__ADS_1


Andrew pun semakin mencurigai, jangan-jangan benar kalau Tika dan pak Reza menjalin hubungan? Tapi Andrew menepis pikirannya seperti itu, sebelum mendengar dari mulut Tika sendiri.


"Kenapa pak Andrew menanyakan hal konyol seperti itu?" tanya Tika kepada Andrew.


"Lho, kenapa emangnya kalau saya bertanya seperti itu? Saya pingin tahu saja, dari mulutmu sendiri. Kayaknya, kamu kenal dekat sama Reza ya." Ucap Andrew.


Tika pun hanya menghembuskan napasnya dengan kasar, saat Andrew berbicara seperti itu.


"Sebenarnya saya sama pak Reza ..." ucapan Tika harus tergantung, saat seseorang datang masuk keruangannya.


bersambung ....


****


yuk mampir lagi dan kepoin karya dari kak tyatul , di jamin bikin baper dan seru banget nih,


Anisa Rahman adalah seorang gadis yang hidup tanpa ayahnya. Ia hanya hidup dengan sang ibunya yang bekerja sebagai guru sedari kecil. Walau ia membutuhkan figur seorang ayah, Animasi tak pernah meminta hal itu pada sang ibu.


Hingga usianya yang ke 18 tahun, ibunya harus menyusul ayahnya ke alam sana hingga membuatnya sebagai yatim piatu. Tak mau sedih terus menerus atas kepergian sang ibu, Anisa terus melanjutkan hidupnya dengan kuliah dan bekerja paruh waktu. Hingga mempertemukan Anisa dengan orang dari masa lalunya.


"Aku mencintaimu Anisa, maukah kau menikah denganku?"


Ungkapan itu membuat Anisa senang karena dilamar oleh orang yang juga ia cintai, tapi disisi lain ia juga bimbang karena statusnya yang kini belum jelas dan masih kuliah.  Apa nanti ia bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya?


Sebuah keputusan besar yang Anisa ambil akan membuatnya mengalami tahap baru yaitu pernikahan.ANISA


(Tyatul)


Anisa Rahman adalah seorang gadis yang hidup tanpa ayahnya. Ia hanya hidup dengan sang ibunya yang bekerja sebagai guru sedari kecil. Walau ia membutuhkan figur seorang ayah, Animasi tak pernah meminta hal itu pada sang ibu.


Hingga usianya yang ke 18 tahun, ibunya harus menyusul ayahnya ke alam sana hingga membuatnya sebagai yatim piatu. Tak mau sedih terus menerus atas kepergian sang ibu, Anisa terus melanjutkan hidupnya dengan kuliah dan bekerja paruh waktu. Hingga mempertemukan Anisa dengan orang dari masa lalunya.


"Aku mencintaimu Anisa, maukah kau menikah denganku?"


Ungkapan itu membuat Anisa senang karena dilamar oleh orang yang juga ia cintai, tapi disisi lain ia juga bimbang karena statusnya yang kini belum jelas dan masih kuliah.  Apa nanti ia bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya?

__ADS_1


Sebuah keputusan besar yang Anisa ambil akan membuatnya mengalami tahap baru yaitu pernikahan.



__ADS_2