Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
95.Ketemu Mantan Mertua


__ADS_3

Sial, kenapa aku harus ketemu sama si Reza sih? Padahal aku sudah melupakan semuanya. Dendam? tidak sih, cuma aku tidak suka saja saat ibunya berbicara terhadapku saat itu batin Tika.


"Ibu ...." panggil Chika, kepada Tika.


"Iya kenapa sayang?" jawab Tika, sekilas menatap putrinya, lalu kembali menatap ke depan, sambil mengendarai mobilnya.


"Ibu kenapa diam saja dari tadi? Biasanya juga Ibu suka bawel, berbicara sama Chika. Apakah Ibu lagi sakit?" tanya Chika.


"Tidak sayang, Ibu sehat kok. Lagi pula Ibu lagi tidak ingin bicara saja untuk saat ini." ucap Tika.


"Kenapa Bu? Apakah Ibu marah sama Chika?" tanya Chika kembali.


"Marah? Siapa yang marah sama kamu Nak, enggak kok Nak. Sudah jangan berpikiran yang aneh-aneh ya sayang." ucap Tika, terhadap putrinya.


"Serius Ibu tidak marah sama Chika?" tanya kembali Chika.


"Enggak sayang. Ibu enggak marah. Oya, kamu mau eskrim?" tanya balik Tika.


"Eskrim? Tentu saja mau Bu." jawab Chika.


"Oke, Ibu akan beli eskrim dulu ya," ucap Tika, sambil memberhentikan mobilnya yang kebetulan tepat berada di place market.


Ketika mobil sudah berhenti, dengan segera Tika keluar dari mobil tersebut untuk membeli eskrim.


"Kamu tunggu dulu di dalam mobil ya sayang," ucap Tika, terhadap putriya.


"Baik Bu." jawab Chika.


Tika pun dengan segera pergi menuju place market.


Ada apa sebenarnya dengan Tika? Dari tadi aku lihat, Tika diam membisu tanpa mengeluarkan kata sepatah pun, dan hanya fokus menyetir. Apa ada sesuatu yang terjadi kepada Tika? Terus ada hubungan apa antara Tika dan Reza? Tadi saya lihat, mereka kayak menyimpan sesuatu deh batin Chandra, dengan rasa ingin tahu, kemudian menatap Tika yang kini sedang berjalan menuju place market.


"Ayah?" panggil Chika, terhadap Chandra.


"Iya sayang, kenapa?" ucap Chandra.


"Enggak kenapa-napa kok Ayah, cuma pingin saja manggil Ayah," ucap Chika, sambil tersenyum terhadap Chandra.


"Dasar, kamu itu ya." Chandra, sambil mengusap lembut putrinya yang kini sedang duduk di jok belakang bersama dirinya.


"Ini eskrimnya sayang," ucap Tika, yang kini sudah berada di dalam mobil lalu memberikannya kepada Chika.


"Terima kasih Ibu," ucap Chika.


"Sama-sama." jawab Tika, sekilas menatap Chandra yang kini menatap dirinya dari tadi.

__ADS_1


Tika pun dengan segera memalingkan wajahnya, lalu kembali duduk di depan untuk menyetir kembali mobilnya.


"Kamu duduk saja di belakang ya sayang. Sekarang Ibu mau jalanin mobilnya." ucap Tika, sambil menatap putrinua dari kaca depan mobilnya.


"Baik Bu." jawab Chika.


Tika dengan segera menjalankan mobilnya, dan pergi dari tempat place market tersebut.


*****


Mobil yang dikendarai Tika pun kini sudah sampai di perusahaan miliknya. Dengan segera Tika, Chika dan Chandra keluar dari mobil tersebut.


"Akhirnya, sudah sampai di kantor Ibu," ucap Chika, saat sudah berada diluar.


"Chika ...." panggil wanita paruh baya, memanggil cucunya.


"Nenek?" ucap Chika, merasa senang saat wanita paruh baya tersebut ada di kantornya.


Chika dengan segera berjalan menghampiri wanita paruh baya tersebut.


"Nenek, lagi ngapain disini?" tanya Chika.


"Tentu saja Nenek ingin menjemputmu, sayang." ucap bu Lily, sambil tersenyum kepada cucunya.


"Oh." Chika, sambil menatap bu Lily.


"Enggak Nak, baru saja tadi Ibu nyampai sini," jawab bu Lily.


"Syukurlah kalau begitu. Kirain Tika, Ibu menunggu disini dari tadi."


"Oya sayang, kamu pulang bareng sama Nenek ya. Karena Ibu masih ada kerjaan banyak di kantor," ucap Tika terhadap putrinya.


"Baiklah Bu." jawab Chika, sambil tersenyum terhadap Tika.


Bu Lily merasa terkejut, saat menyadari kalau di kantor Tika, ada Chandra.


"Chandra?" ucap bu Lily, sambil menatap Chandra yang berjalan menghampiri dirinya.


"Selamat siang Bu," ucap Chandra, sambil mendongkok kan kepalanya.


Bu Lily hanya diam saja, tanpa menjawab perkataan Chandra.


"Kamu lagi ngapain disini?" tanya bu Lily sambil menatap sinis Chandra.


"Sa-saya lagi kerja bu." jawab Chandra merasa gugup, dan merasa malu.

__ADS_1


"Kerja? Yang benar saja kamu kerja disini? Iss, enggak tahu malu banget ya, kerja sama seseorang yang telah kamu lukai hatinya!" bu Lily sambil tertawa sinis terhadap Chandra.


Chandra hanya diam saja, tanpa membalas perkataan mantan mertuanya tersebut. Chandra memang sadar diri, pria seperti dirinya memang pantas di hina, karena telah membuat goresan luka terhadap Tika saat dulu.


"Bu sudahlah disini ada Chika. Malu Bu, bila ribut di depan Chika." bisik Tika, terhadap bu Lily.


"Ngapain harus malu? Chika harus tahu, kelakuan bejad ayahnya yang telah membuat kamu terluka dan tersakiti," ucap bu Lily sambil menatap tajam Chandra.


"Bu, Tika mohon jangan cari keributan disini, ini perusahaan Bu, enggak enak Bu sama pegawai-pegawai disini." ucap Tika, sambil menatap intens wajah Ibunya, dan memberikan kode agar bu Lily mengerti.


Bu Lily pun menatap Tika, lalu menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Baiklah. Oya dengar ya, kamu jangan berani macam-macam sama putriku. Jika terjadi sesuatu kepada putriku, maka kamu akan menanggung akibatnya!" bentak bu Lily, sambil menatap tajam Chandra.


"Iya Bu, santai saja. Chandra janji kok tidak akan macam-macam sama Tika," jawab Chandra, sambil menatap bu Lily, kemudian menundukan kepalanya.


"Baguslah kalau begitu. Kamu memang harus sadar diri, karena posisi kamu dengan Tika jauh berbeda." bu Lily sambil menatap sinis Chandra.


"Ya aku sadar diri kok. Aku sama Tika memang jauh berbeda. Aku sekarang hidup miskin, serta tidak punya apa--apa. Sedangkan Tika, anak orang kaya dan punya segalanya," ucap Chandra, tapi ucapannya hanya sebatas sampai tenggorokan.


"Ya sudah sayang, ayo kita pulang sekarang." ajak bu Lily kepada cucunya.


"Baiklah Nek." jawab Chika, sambil menatap bu Lily.


"Ya sudah hati-hati di jalannya ya sayang, semoga selamat sampai tujuan." ucap Tika, kepada putrinya.


"Iya Bu, siap." jawab Chika."Oya Ayah, Chika pulang duluan ya. Nanti ketemu lagi ya ayah, dan jangan lupa nanti main ke rumah nenek," ucap Chika, sambil menatap Chandra.


"Siap Sayang, nanti Ayah akan maen ke rumah Nenek, kalau ada waktu senggang. Hati-hati di jalannya ya sayang." Chandra, sambil mendongkrakan tubuhnya untuk mensejajarkan dengan putrinya. Kemudian mengusap lembut rambut Chika.


"Oke Ayah. Dadah Ayah, Ibu, Chika pulang duluan ya." pamit Chika, sambil melambaikan tangannya.


"Ayo sayang." ajak bu Lily.


Chika dan bu Lily pun pergi dari hadapan Tika dan Chandra. Kemudian berjalan menuju mobil miliknya.


Tanpa di duga saat bu Lily berjalan menuju mobilnya, bu Lily sengaja menyenggol pundak Chandra dengan keras, sehingga membuat Chandra bergeser ke belakang.


Tika merasa terkejut, saat melihat tingkah Ibunya yang seperti itu kepada Chandra. Tapi Tika bersikap masa bodoh, karena itu urusan Ibunya dengan Chandra.


Bu Lily hanya tersenyum sinis, tanpa merasa ada perasaan bersalah. Lalu terus berjalan menuju mobilnya bersama cucunya.


Setelah bu Lily, dan Chika pergi dari perusahaannya, Tika langsung masuk ke dalam perusahaan tersebut, dan berjalan menuju ruangannya.


Disisi lain Chandra merasa kesal, dan emosi saat bu Lily bersikap seperti itu. Tapi Chandra berpikir kembali, mungkin bu Lily merasa tidak terima karena dirinya telah membuat hatinya Tika terluka.

__ADS_1


Chandra dengan segera masuk ke dalam perusahaan tersebut, karena jam waktu istirahat telah selesai, dan saatnya untuk bekerja kembali.


bersambung ...


__ADS_2