
Saat mobil truck berjalan menghampiri Tika, Andrew dengan segera berjalan untuk menyelamatkan istrinya.
Truck pun yang awalnya berjalan lurus, langsung membantingkan stirnya ke pinggir, dan tanpa di duga truck tersebut malah berjalan menghampiri Lisa.
Lisa pun berteriak dengan keras, saat truck kini sudah dekat dengan dirinya.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya Andrew, merasa khawatir.
"Iya, Mas, aku baik-baik saja," jawab Tika, yang kini berada dalam pelukan suaminya.
"Syukurlah akhirnya kamu selamat Sayang, Mas tadi benar-benar hampir takut dan benar-benar khawatir. Apa jadinya bila seandainya terjadi pada kamu, Sayang," Andrew, menguraikan pelukannya, lalu menatap Istrinya dan kemudian mencium rambut istrinya.
"Aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi, Mas. Akan tetapi untunglah Tuhan masih sayang sama Tika, hingga akhirnya mobil berjalan menuju-" ucapan Tika, tergantung saat mengingat seseorang.
"Mas, Lisa, Mas," lirih Tika.
"Lisa, kenapa Sayang? Sudahlah ngapain kamu peduliin dia yang hampir membuatmu tertabrak truck," Andrew, merasa geram.
"Jangan gitu dong Mas, kasihan Lisa yang jadi korban dari kecelakaan ini, Lisa tertabrak truck tuh Mas," ucap Tika, sambil melihat orang-orang yang kini sedang menatap korban dari kecelakaan tersebut.
__ADS_1
"Masa bodoh Sayang, dia mau mati, mau ke tabrak apapun aku tidak peduli! Aku tidak sudi berbelas kasihan sama orang seperti dia!" Andrew, sambil menatap kerumunan orang-orang disana.
"Jangan gitu dong Mas, kasihan. Ayo, tolongin dia, bawa ke rumah sakit," pinta Tika.
"Tapi Sayang, dia-" ucapan Andrew, harus terputus saat istrinya menyela pembicaraan dirinya.
"Ayolah Mas, bantu dia. Kasihan dia tidak ada yang menolong, siapa tahu saja Lisa bisa sadar dengan kejadian yang menimpanya," kata Tika.
"Oke baiklah Sayang. Demi kamu, aku akan melakukan perintah apapun," Andrew, tersenyum kepada istrinya.
"Terima kasih, Mas." Tika, memeluk suaminya, lalu menguraikan pelukannya dan tersenyum.
Andrew dengan segera memangku Lisa, lalu membawa Lisa ke dalam mobil.
Saat Andrew dan Tika, sudah berada di dalam mobil, dengan segera Andrew menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
"Sayang, kamu kenapa sih peduli banget sama dia?" tanya Andrew, kepada istrinya lalu menatap Lisa yang tertidur dengan bersimbah darah di kening, bibir dan anggota lainnya.
"Entahlah Mas, aku juga tadi sangat ilfil sama dia, saat tahu dia nekat untuk menghancurkan rumah tangga kita. Akan tetapi, saat dia seperti ini aku tidak tega melihatnya. Apalagi selama ini aku sudah anggap dia sebagai adikku sendiri," jawab Tika.
__ADS_1
"Mas, sangat beruntung punya istri sepertimu, Sayang. Kamu masih ada rasa belas kasihan sama dia. Padahal jelas-jelas dia sudah hampir membuat kita salah paham dan mungkin kamu akan nekat melakukan hal yang tidak di inginkan olehku. Kalau aku jadi kamu, mungkin aku sudah tinggalkan saja dia, biarkan saja dia mati! Karena dia memang pantas seperti itu," gerutu Andrew, masih ada rasa kesal dan masih emosi kepada Lisa.
"Sudahlah Mas, jangan banyak bicara. Sekarang ayo, cepetin jalanin mobilnya."
"Oke, baiklah Sayang."
Andrew dengan segera mempercepat laju mobilnya, untuk menuju rumah sakit.
*
*
1 jam kemudian ...
Andrew dan Tika pun kini sudah sampai dirumah sakit. Saat Andrew membawa Lisa keluar dari mobilnya, kemudian Andrew berteriak meminta tolong suster yang ada disana dan suster pun dengan segera berjalan menghampiri dirinya.
Lisa kini dengan segera dibawa ke ruangan unit gawat darurat (ugd) oleh para suster.
bersambung ...
__ADS_1