
Mobil yang di kendarai Tika, harus berhenti di tengah jalan, saat Tika melihat seseorang yang di kenalnya.
'Itu kan, bukannya Andrew ya? Lagi ngapain di sana?" tanya Tika pada diri sendiri, matanya sambil menatap Andrew yang kini sedang mondar mandir sambil melihat mobilnya.
'Ya sudah, aku samperin saja deh. Siapa tahu, butuh bantuan.' gumam Tika, kemudian menjalankan mobilnya kembali menuju tempat dimana Andrew berada.
"Pak Andrew ...." teriak Tika di dalam mobil, saat kaca mobilnya sudah diturunkan ke bawah.
Andrew pun langsung menatap seseorang yang memanggil dirinya.
"Eh Tika?" tanya Andrew sambil menatap Tika.
"Iya Pak. Oya pak Andrew lagi ngapain disini?" tanya Tika, kemudian keluar dari mobilnya.
"Ini Tik, mobilku mogok." Jawab Andrew.
"Oh mogok tuh mobilnya. Kirain saya, pak Andrew lagi nungguin seseorang." Tika sambil nyengir kuda.
"Kamu itu, ngawur ya kalau bicara. Tapi benar juga, apa yang dikatakan olehmu. Kalau saya sambil menunggu seseorang. Dan akhirnya orang yang ku tunggu, sudah ada di depan mataku."
"Di depan pak Andrew?" Tika sambil menengok kiri dan kanan,"siapa pak? Enggak ada siapa-siapa kok, cuma ada saya doang."
Andrew pun tersenyum simpul, saat melihat Tika begitu bingung dengan ucapan dirinya.
"Maksudnya saya itu, kamu ...." ucap Andrew sambil menatap Tika.
__ADS_1
"A-apa? Sa-saya?" ucap Tika dengan gugup, karena merasa terkejut.
"Heem."
"Pak Andrew, ada-ada saja deh. Ngapain nungguin saya lagi," Tika sambil mengelengkan kepala.
"Ya karena saya, ingin mengatakan kalau ...." ucapan Andrew sengaja di gantung, lalu menatap Tika dengan intens.
"Mau mengatakan apa pak?" tanya Tika dengan mengerutkan keningnya, merasa penasaran dengan ucapan Andrew yang di gantung.
Kalau saya nyaman ketika bersamamu, Tika. Entah kenapa, saya sangat menginginkanmu. Mau kah, kamu jadi pendamping hidupku? Andrew sambil terus menatap Tika.
"Halo ... pak Andrew! Kok malah melamun sih." ucap Tika, sambil menepuk pundak Andrew.
"Eh. I- iya Tik, kenapa?" tanya Andrew, dengan kaku, saat tersadar dari lamunanya.
"Be-betul tuh, apa yang kamu katakan Tik. Tadinya saya pingin bilang gitu, tapi malu." ucap Andrew sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ngapain malu pak? Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam mobilku. Oya pak, apakah orang bengkel sudah di telpon sama pak Andrew, untuk membawa mobil bapak?" tanya Tika sambil menatap Andrew.
"Nah itu masalahnya, ponselku ketinggalan. Jadi susah, mau menghubungi orang bengkel. Dan beruntung kamu datang kesini." Jawab Andrew.
"Jadi pak Andrew, tadi mondar-mandir karena bingung harus menghubungi siapa gitu? Sedangkan ponselnya, ketinggalan begitu kah?" tanya Tika.
"Sangat betul sekali. Ya sudah aku pinjam ponselmu, untuk menghubungi orang bengkel tidak apa-apa kan?" ucap Andrew.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa, kok pak." Tika, kemudian mengambil ponselnya di dalam mobil, lalu memberikannya kepada Andrew.
Andrew pun dengan segera menghubungi orang bekel, untuk mengurus mobilnya.
"Terima kasih ya Tik, sudah mau memberi pinjam ponselmu."
"Iya sama-sama pak. Ya sudah pak, ayo kita masuk ke dalam mobil. Waktunya tinggal 15 menit lagi nih pak menuju kantor. Apa kata orang nanti, kalau kita telat masuk kerjanya." Tika sambil menatap jam tangannya.
"Jangan terburu-buru Tik, lagi pula kita kesiangan karena ada suatu yang terjadi. Kamu tenang saja, bila ada orang yang ngomongin kita yang enggak-enggak, saya akan pecat mereka!"
"Yaelah pak, sadis benar main pecat segala. Itu manusiawi kok pak, orang pasti bakal menyangka yang enggak-enggak. Tapi sudahlah pak, ngapain dipikirin."
"Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam mobil, biar saya yang nyetir mobilnya."
"Enggak usah pak, biar saya saja yang nyetirnya."
"Sudah jangan banyak protes, ayo masuk." ucap Andrew, yang kini sudah berada di dalam mobil.
Tika pun dengan segera masuk ke dalam mobil, dan duduk di depan bersama Andrew.
Setelah semuanya sudah siap, dengan segera Andrew pun menjalankan mobilnya pergi menuju kantor.
Di perjalanan, mobil yang di kendarai oleh Andrew, tiba-tiba oleng begitu saja dan berhenti secara mendadak. Andrew pun sudah mencoba mengerem mobilnya, tetapi susah dikendalikan.
Tika dan Andrew pun, berteriak saat mobilnya berhenti begitu saja. Dan menabrak seseorang.
__ADS_1
BERAMBUNG ...