Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
46. Ketemu lagi?


__ADS_3

Andrew, Key dan Tika pun kini sudah sampai di depan pintu ruangan rapat. Dengan segera Key, sang asiten membuka kan, pintunya. Andrew dan Tika pun dengan segera masuk ke dalam ruangan rapat.


"Maaf, saya terlambat." ucap Andrew sambil membungkuk kan badannya, sebagai tanda hormat,"Ya sudah, karena rapat sudah di mulai, saya akan segera langsung menjelaskan ke pembahasan intinya. Tetapi sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak atau Ibu yang sudah hadir dalam acara rapat ini. Semoga saja nanti, dengan adanya rapat ini makin terjalin silatuhrahmi kita, dan semakin maju dan berkembang pesat, kerja sama kita." Andrew sambil tersenyum kepada para pengusaha yang hadir.


Para pengusaha yang hadir pun, membalas senyuman Andrew dan sambil menganggukan kepala, tanda setuju apa yang di ucapkan oleh Andrew.


"Baiklah kita akan mulai pembahasannya," ucap Andrew. Dengan segera Key pun, memberikan berkas dan laptopnya kepada Andrew.


Tika pun, dengan segera berjalan dan duduk di kursi kosong yang sudah di siapkan. Karena merasa gerah dengan rambutnya yang terurai panjang, dengan segera Tika mengambil ikat rambut dan mengucir kuda rambutnya, lalu menegakan wajahnya menghadap ke depan untuk mendengarkan, apa yang di ucapkan oleh atasannya.


Tanpa di sengaja, seseorang yang berhadapan dengan Tika, menatap dirinya. Betapa terkejutnya seseorang tersebut, saat mengenal siapa wanita yang ada di hadapannya.


'Tika?' gumam Reza di dalam hati, saat mengetahui wanita yang ada di hadapannya.

__ADS_1


'Apakah dia kerja disini? Ku rasa iya deh, kalau Tika kerja disini. Secara kebetulan nih, kita ketemu disini. Kata orang kalau dua kali bertemu sama orang yang sama, berarti jodoh. Apakah Tika, jodohku? Aku tidak akan menolak kok, malahan aku senang, bila di jodohkan dengan wanita cantik seperti dia. Dan aku rasa, kalau si Tika, wanita baik-baik deh.' gumam Reza di dalam hati, sambil menatap Tika yang kini sedang memperhatikan penjelasan atasannya.


Tika pun merasa tidak enak hati, karena merasa ada seseorang yang memperhatikan dirinya. Dengan perlahan-lahan, Tika pun menengok seseorang yang di duga memperhatikan dirinya. Betapa terkejutnya Tika, saat mengetahui siapa orang tersebut.


'Orang itu, bukannya orang yang tadi terkena lemparan batu karena ulahku kan? Tapi dia itu orang yang sangat menyebalkan, dan pemaksa agar aku mau makan malam bersamanya. Lagi pula, kenapa dia ada disini lagi. Hadeuh, dunia ini sempit sekali,' batin Tika, kemudian kembali menatap Reza.


Reza pun, dengan segera melambaikan tangannya terhadap Tika, saat Tika menatap dirinya.


'Iss, genit sekali dia. So pakai melambaikan tangan segala lagi. Dia pikir, dia siapa? Kita baru ketemu tadi, itu juga karena kebetulan saja. Tapi dia, benar-benar merasa sudah kayak kenal dekat denganku,' batin Tika kemudian memutarkan matanya dengan malas, dan fokus kembali ke depan.


Betapa terkejutnya Tika, saat tahu siapa yang mengirim pesan tersebut. Ternyata bukan dari keluarganya, tetapi dari Reza.


'Hei, aku Reza. Orang yang tadi siang, kamu lempar batu ke kepalaku'

__ADS_1


'Kenapa tidak membalas pesanku?'


'Kamu sangat cantik.'


'Nanti pulang kerja, aku jemput ya?'


'Oya, aku lupa, kita sedang rapat. Ya sudah fokus dulu ke depan, kasihan tuh harus di perhatiin, pemimpin rapat kita'


Begitulah pesan yang dikirimken Reza kepada Tika.


Tika pun menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku, saat sudah selesai membaca pesan dari Reza.


'Dasar orang So kenal, dan sangat menyebalkan sekali,' gerutu batin Tika sambil menatap sebal Reza.

__ADS_1


bersambung ...


__ADS_2