Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
72. siapa yang Tika pilih!


__ADS_3

"Lepasin dia!" Bentak Reza sambil menghempaskan tangan Andrew yang memegang tangan Tika.


"Kamu itu apa-apaan sih, dia harus pulang bersamaku," ucap Andrew kemudian melepaskan tangan Reza yang memegang tangan Tika, lalu menarik tangan Tika untuk pergi.


"Kamu yang apa-apaan, ngotot banget sih dia harus pulang denganmu," Reza menatap tajam Andrew, dan menarik tangan Tika.


Terjadilah tarik menarik untuk memperebutkan Tika kembali, sehingga Tika merasa pusing tangannya ditarik kiri, kanan oleh Andrew dan Reza.


"Stop! Kalian ini apa-apaan sih? Kalian pikir saya ini barang yang seenaknya kalian rebutkan hem?" tanya Tika sambil menatap Reza dan Andrew bergiliran, lalu menghempaskan tangan Reza dan Andrew dengan kuat.


"Maaf Tik, bukannya begitu. Tapi aku enggak terima saja, bila kamu harus pulang dengan dia?" ucap Reza sambil menatap Andrew.


"Lho kenapa enggak terima? Wajar dong bila saya sama Tika pulang bareng, kan kita satu perusahaan. Jadi tidak ada yang salah kan?" Andrew menatap tajam Reza.


"Tentu saja salah. Walapun kalian satu perusahaan, aku tidak peduli yang penting Tika harus pulang denganku!" bentak Reza sambil menarik tangan Tika untuk pergi dari restoran.


Namun langkah Reza dan Tika terhenti saat Andrew menghalangi jalannya.


"Tidak bisa! Dia harus pergi denganku." Andrew kemudian narik tangan Tika.


"Aduh ya ampun, stop! Kalian ini kenapa sih, dari tadi bertengkar mulu. Tidak malu apa? Lihatlah semua orang melihat perdebatan kalian." ucap Tika sambil menatap kesal Andrew dan Reza.


"Tapi dia duluan yang cari gara-gara Tik." ucap Reza.

__ADS_1


"Lho kok bilang aku yang cari gara-gara, kamu-" ucapan Andrew terputus saat Tika langsung memotong pembicaraannya.


"Sudahlah, saya pusing mendengar perdebatan kalian terus. Lebih adil, saya pulang sendiri saja naik angkutan umum tanpa di antar oleh kalian." ucap Tika.


"Jangan Tik!" Larang Andrew dan Reza secara bersamaan bersuara.


"Lho kenapa tidak boleh? Itu kan lebih baik, dari pada kalian harus berdebat mulu agar saya pulang dengan kalian. Kalian pikir aku barang apa? Main tarik sana sini." ucap Tika sambil menatap sebal Andrew dan Reza.


Andrew dan Reza pun terdiam tanpa membalas perkataan Tika. Lalu Andrew dan Reza saling menatap dengan aura membunuh.


"Gini sajalah, gimana kalau kamu sendiri yang memilih mau di antar sama siapa?" ucap Reza sambil menatap Tika.


"Enggak mau ah nanti kalian malah melanjutkan lagi perdebatan kalian, bila saya memilih di antara kalian." ucap Tika.


"Enggak bakalah Tik, kita sepakat kok. Iya kan, pak Andrew?" tanya Reza.


"Baiklah kalau begitu. Tapi kalian harus pegang janji kalian. Saat saya memilih diantara kalian, jangan ada adu mulut dan jangan saling membenci. Gimana deal?" tanya Tika sambil menatap Andrew dan Reza bergiliran.


"Oke, baiklah deal." Jawab Reza.


Tika pun menatap Andrew yang hanya diam saja tanpa membalas pertanyaannya.


"Kenapa kamu diam saja? Tidak setuju ya?" tanya Tika terhadap Andrew.

__ADS_1


"Pastinya dia tidak akan setuju, karena takut kalah tuh. Secara gitu, aku kan lebih tampan darinya," Sindir Reza sambil mengusap rambut dengan tangannya.


'Dia benar-benar kurang ajar ya, sok kepede'an lagi paling tampan. Ingin aku jambak dan pukul biar tahu rasa' batin Andrew sambil menatap kesal Reza dan tersenyum sinis.


"Pak Andrew ...." panggil Tika.


"Eh iya Tik, oke saya setuju kok." Jawab Andrew.


"Baiklah kalau begitu. Kalian saling jabat tangan dulu, sebagai tanda persetujuan." ucap Tika.


"Ih apaan lagi sih Tik, kan tadi sudah sama-sama setuju kok." Protes Andrew.


"Tidak ada kata protes! Ayo saling jabat tangan." Tika dengan menaikan intonasinya dengan tinggi.


Reza pun dengan segera mengulurkan tangannya, tetapi Andrew hanya diam saja sambil menatap Reza, sekilas menatap tangan Reza yang sudah dulu mengulurkannya.


Tika langsung menarik tangan Andrew untuk membalaskan uluran tangan Reza, hingga akhirnya Reza dan Andrew saling berjabat tangan.


"Nah gitu dong." ucap Tika sambil tersenyum.


Andrew dan Reza pun dengan segera melepaskan jabatan tangannya.


****

__ADS_1


yuk mampir dan kepoin karya dari temanku ini, di jamin bikin baper dan seru nih.



__ADS_2