Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
135.Jangan kasar Ndrew.


__ADS_3

"Apa yang sudah kalian lakukan?!" ucap Andrew, sambil menatap Tika, dan Reza bergiliran.


"Andrew?" ucap Tika merasa terkejut, saat Andrew datang tiba-tiba.


"Kamu kurang ajar banget ya, berani sekali menyentuh dia!" Andrew dengan mencengkram kerah Reza.


"Loh emangnya kenapa? Salah ya, bila aku mengusap airmata dia, karena penghianatan yang sudah kamu lakukan kepada dia!" ucap Reza dengan menatap tajam Andrew.


"Kamu jangan sembarangan kalau bicara! Aku tidak seperti, apa yang kamu katakan!" Andrew semakin mempererat cengkramannya, dan menatap tajam Reza.


"Halah, malah tidak mau ngaku lagi! Lagian mana ada maling ngaku, yang ada penjara penuh tuh!" celetuk Reza.


Andrew pun merasa geram mendengar perkataan Reza.


Kini suasana pun semakin mencengkram diantara mereka. Tika mencoba untuk memisahkan mereka, tapi sayangnya Andrew langsung menghajar Reza, sehingga membuat Tika merasa terkejut.


"Kurang ajar ya, kamu!" Andrew, langsung memukul Reza dengan keras, sehingga membuat Reza tersungkur ke bawah tanah, dan mengeluarkan sedikit darah segar dibibir bawahnya.


"Dengar ya, kamu jangan menuduh aku sembarangan, kalau tanpa ada bukti!" Andrew, masih dengan emosi yang tidak bisa di kontrol.


"Aku tidak menuduhmu kok! Lagian itu nyata kan? Tika sendiri yang bilang, kamu telah melakukan hal yang sangat menjijikan dengan mantanmu itu!Kemarin kamu mengajak Tika untuk menikah? Lalu kamu seenaknya saja, jadikan dia pelampiasan hah?! Pria apaan!" Reza dengan kembali berdiri sambil menahan rasa sakit.


"Kamu, kalau ngomong bisa dijaga enggak sih, itu ucapanmu!" bentak Andrew, mencoba memukul kembali Reza.


"Stop, Ndrew, Hentikan!" teriak Tika, sambil menatap Andrew.


Andrew pun menatap Tika, lalu berjalan menghampiri Tika.


"Ayo, kita pergi dari sini!" Andrew dengan menarik kasar tangan Tika.


Karena tidak terima Tika ditarik kasar oleh Andrew, Reza berjalan menghampiri mereka.


"Ndrew, lepasin Tika! Kasar banget sih jadi orang!" bentak Reza mencoba melepaskan tangan Andrew, yang mencengkram tangan Tika.


"Ini urusan aku sama dia, kamu jangan ikut campur! Lebih baik, kamu menyingkir!" Andrew menatap tidak suka Reza, karena ikut campur urusannya.


"Tapi-" ucapan Reza terputus, saat Tika menyela pembicaraanya.


"Stop Za! Biarkan ini urusan aku sama dia, kamu jangan ikut campur!" Tika memotong pembicaraan Reza.


"Tapi Tika, aku takut kenapa-napa sama kamu," ucap Reza merasa khawatir.


Tika hanya menatap Reza dengan memberikan kode, kalau dirinya pasti akan baik-baik saja.


"Oke, baiklah kalau begitu. Tapi jika ada sesuatu yang membuat Tika terluka, aku tidak akan memaafkanmu!" Reza, dengan mencengkram kerah Andrew.


"Ck," Andrew berdecak kesal, sambil menghempaskan tangan Reza yang mencengkram kerahnya.

__ADS_1


"Ayo, kita pergi," ucap Andrew sambil menarik tangan Tika, dan Tika pun terpaksa mengikuti langkah Andrew.


Mereka pun kini, sudah berada di depan mobil milik Andrew.


"Ayo masuk ke dalam mobil," ajak Andrew, sambil membukakan pintu mobilnya.


Tanpa banyak bicara, Tika pun langsung masuk ke dalam mobil.


Di setiap perjalanan, keadaan di dalam mobil begitu sunyi. Di antara mereka tidak ada yang berbicara, hanya terdengar suara bunyi klakson mobil, dan kendaraan lain.


"Tika, kamu itu kenapa sih?" tanya Andrew, sambil menatap Tika.


Tika pun hanya diam saja, tanpa membalas perkataan Andrew.


"Tika," ucap Andrew, kemudian memegang tangan Tika.


Tika dengan segera menghempaskan tangan Andrew.


"Tik, kamu itu kenapa sih? Kenapa kamu tidak jawab perkataanku?!" ucap Andrew, sambil menatap Tika.


"Tanya saja pada dirimu sendiri, apa yang sudah membuat aku jadi begini!" Tika, sambil menatap sinis Andrew.


"Kesalahan aku? Maksudnya? Aku benar-benar tidak mengerti? Maksudnya apa, Tika?!" Andrew benar-benar tidak mengerti.


"Sudahlah, lagian itu tidak penting bagi kamu, kayaknya!" ucap Tika, dengan datar.


Andrew pun dengan segera mengangkat panggilan telpon yang masuk.


Kenapa sih, dia tidak peka banget jadi orang! Jelas-jelas dia telah melakukan kesalahan yang telah membuat aku jadi begini batin Tika sambil menatap kesal Andrew yang kini sedang mengangkat panggilan telpon yang masuk.


Saat Andrew, sudah selesai menelpon seseorang lalu Andrew kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan maksimal.


"Ndrew, loh benar-benar gila ya hah?! Pelan-pelan dong jalanin mobilnya, loh mau bikin aku mati ya!" bentak Tika, sambil memegang salt belt dengan kuat, karena Andrew menjalankan mobilnya dengan cepat.


Andrew tidak memperdulikan ocehan Tika, Andrew malah terus fokus menjalankan mobilnya.


Tika merasa terkejut ternyata Andrew membawanya ke tempat yang Tika tidak kenali, dan tidak membawanya ke kantor.


"Ndrew, kamu mau membawa aku kemana?" tanya Tika, dengan emosi.


"Nanti juga kamu bakal tahu," jawab Tika.


"Ndrew, jangan bilang kalau kamu akan macam-macam sama aku?" Tika sambil menatap tajam Andrew.


"Emangnya kenapa kalau akan macam-macam sama kamu hem? Bukannya itu asyik ya?" ucap Andrew, dengan senyum menyeringai.


"Loh gila ya Ndrew! Sekarang juga hentikan mobilnya, aku pingin keluar dari mobilmu!" bentak Tika sambil menatap emosi Andrew.

__ADS_1


"Emang iya, aku gila karenamu, Tika! Kamu enak banget ya, berduaan sama Reza, sedangkan kamu itu calon istri aku! Dan kurang ajar benar ya si Reza berani menyentuh pipimu," ucap Andrew dengan mengusap pipi Tika, semestinya apa yang sudah di lakukan oleh Reza.


"Brengsek loh Ndrew!" Tika dengan menghempaskan tangan Andrew,"Terus bukankah-" ucapan Tika harus tergantung, karena mobil tiba-tiba mendadak berhenti dan membuat kaget Tika.


Tika pun berteriak sekeras mungkin karena sangat syok.


"Loh benar-benar gila Ndrew, main berhenti mobil begitu saja!" bentak Tika, sambil menatap kesal Andrew.


"Sorry baby," ucap Andrew sambil tersenyum kepada Tika, lalu Andrew pun keluar dari mobil tersebut.


'Ck, menjijikan sekali, so kecakepan,' gumam Tika, merasa ilfil.


"Ayo, keluar dari mobil," ajak Andrew sambil membukakan pintunya.


"Aku enggak mau, aku pingin pulang!" Tika, sambil menatap tidak suka Andrew.


"Kamu tuh jangan kayak anak kecil, ayo keluar!" perintah Andrew.


"Aku sudah bilang sama kamu, aku enggak mau! Maksa banget sih," gerutu Tika.


"Oke, jika kamu tidak mau, jangan salahkan aku bila aku melakukan hal yang tidak-tidak!" Andrew, sambil menaikan satu alisnya.


"Ndrew, jangan-jangan macam deh!"


Tanpa basa basi, Andrew pun mengendong Tika, dan membawa Tika masuk ke dalam rumah yang sangat mewah dan luas.


"Ndrew, turunin aku! Kamu itu, apa-apaan sih," gerutu Tika, sambil memukul dada bidang Andrew.


Andrew tidak memperdulikan Tika yang kini terus memukul dirinya dengan keras, Andrew terus mengendong Tika masuk ke dalam rumah. Setelah sampai di sebuah ruangan yang mewah, dan megah, Andrew segera menurunkan Tika dari pangkuannya.


"Ih brengsek loh, maen gendong segala. Lagian kamu mau ngapain bawa aku kesini?! Sudahlah, aku mau pulang!" Tika dengan melangkahkan kakinya untuk pulang.


Langkahnya terhenti, saat Andrew menahan tangan Tika.


"Ndrew, kenapa kamu malah menahanku! Aku mohon, biarkan aku pulang," Tika dengan harapan agar mengizinkannya.


"Aku tidak akan mengizinkan kamu pulang, karena ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan sama kamu!" ucap Andrew.


"Aku mohon Ndrew, jangan macam-macam sama aku," ucap Tika memohon kepada Andrew.


Andrew tidak menghiraukan perkataan Tika. Andrew terus menarik tangan Tika menuju sebuah ruangan.


Tiba-tiba airmata Tika menetes membasahi pipinya, karena merasa takut Andrew berbuat macam-macam pada dirinya.


Bersambung....


Yuk mampir dan kepoin karya dari kak author ini, dijamin bikin baper dan seru nih,

__ADS_1



__ADS_2