Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
57.meminta maaf.


__ADS_3

"Tika ...." panggil bu Lena, sambil menatap mantan menantunya tersebut.


"I-iya, Bu, kenapa?" Jawab Tika dengan kaku.


Bu Lena pun berjalan menghampiri Tika. Sejenak menatap Tika, kemudian memeluknya.


Tika merasa terkejut, tiba-tiba bu Lena memeluk dirinya. Dan Tika merasa tidak percaya, dengan apa yang dilakukan oleh bu Lena.


"Apa kabar sayang? Sudah lama, kita tidak bertemu Nak." ucap bu Lena sambil menguraikan pelukannya.


"Ba-baik Bu." Jawab Tika sambil tersenyum kaku.


"Syukurlah kalau begitu Nak." bu Lena, kemudian mengusap lembut wajah mantan menantunya tersebut,"kamu makin cantik saja Tika." Puji bu Lena, sambil tersenyum.


"Cantik itu relatif Bu. Akan lebih cantik lagi, bila di dalam hatinya bersih, tanpa ada sifat iri, dengki dan tidak pernah memfitnah orang." ucap Tika, sambil menatap bu Lena.


Deg. Pipi bu Lena tiba-tiba memerah karena malu. Ucapan Tika barusan, membuat bu Lena ingat saat dirinya memperlakukan Tika dengan tidak baik.


"Tika ...." panggil bu Lena, sambil menatap Tika, kemudian meneteskan airmatanya.

__ADS_1


"Iya Bu? Lho Ibu kenapa menangis?" tanya Tika merasa panik.


Bu Lena kemudian memegang tangan Tika, lalu tersenyum."Maafin Ibu ya Nak, Ibu selalu jahat sama kamu. Ibu benar-benar menyesal, telah melakukan perbuatan yang telah membuatmu terluka." ucap bu Lena, sambil menatap sendu Tika.


Tika tidak bisa berkata apa-apa, dan merasa tidak percaya dengan ucapan mantan Ibu mertuanya tersebut. Padahal bu Lena, terkenal orang yang sombong, angkuh dan anti meminta maaf, meski dirinya telah melakukan kesalahan.


"Kenapa kamu diam saja Nak? Jawab pertanyaan Ibu. Kamu mau kan, memaafkan Ibu?" tanya bu Lena sambil manatap intens Tika, berharap Tika mau memaafkannya.


Punya Ibu mertua gimana sih, bukannya marah sama si Tika, malah meminta maaf sama dia. Kalau saja mobilnya tidak berhenti dan terus berjalan, Aku sudah mati karena si Tika gerutu batin Vika, sambil menatap kesal Ibu mertuanya.


'Aww, perutku ....' ucap Vika, sambil memegang perutnya yang sakit.


"Perut Lis, sakit ... aww," Lisa samakin meringis kesakitan.


"Kak Chandra, Ibu ... Kak Vika sakit." Teriak Lisa.


"A-apa?" ucap Chandra dengan gugup. Lalu langsung berjalan menghampiri istrinya. Begitu juga dengan bu Lena, berjalan menghampiri menantunya.


"Sayang, kamu sakit kenapa?" tanya Chandra, merasa khawatir dan cemas terhadap istrinya.

__ADS_1


"Enggak tahu Mas, tiba-tiba perutku sakit Mas " Jawab Vika sambil meringis kesakitan, dan tangannya sambil memegang perut yang sakit.


Chandra kemudian menatap tajam Tika dan Andrew, hatinya kini sedang terbakar api amarah.


"Ini semua gara-gara kalian! Aku minta, kalian harus tanggung jawab terhadap istriku!" Bentak Chandra.


"Mas perutku, Mas." Teriak Vika, merasa kesakitan.


"Oke, aku akan tanggung jawab. Sekarang kalian masuk ke dalam mobilku. Eh maksudnya, mobil Tika." ucap Andrew dengan cengengesan.


Dengan segera Chandra pun, memapah istrinya berjalan menuju mobil Tika.


"Pak Andrew, mobilnya ...." ucapan Tika tergantung saat Chandra menatap terus dirinya.


"Mobilnya kenapa Tik?" tanya Andrew, sambil mengerutkan keningnya karena penasaran dengan ucapan Tika yang di gantung.


"Aku tahu, kamu pasti ingin berbicara kalau aku dan istriku tidak boleh naik mobilmu kan?" ucap Chandra sambil menatap Tika.


Tika pun menatap balik Chandra, dengan perasaan kesal. Bagaimana bisa, Chandra berbicara seperti itu. Tidak berahlaq banget.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2