Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
144. Andrew, kemana?


__ADS_3

'Andrew kemana lagi? Bukannya dia sudah berjanji akan datang kesini juga? Aku sudah nunggu satu jam lebih disini,' gumam Tika merasa kesal.


Tika kemudian menatap jam tangannya menunjukan pukul 11 siang.


'Padahal aku pernah bilang sama dia, aku paling enggak suka menunggu yang tidak pasti! Menunggu adalah hal yang paling aku benci,' gerutu Tika pada diri sendiri.


Tika pun kemudian mengambil ponselnya dari tas, lalu mencoba menghubungi Andrew.


'Ini orang kemana sih? Sudah berapa kali aku hubungi, tapi kok tidak di angkat mulu sih. Jangan bilang, dia hanya akal-akalan saja akan kesini. Tapi aku tadi hubungi Juned, katanya dia akan kesini? Tapi nyatanya mana, tidak ada tuh,' Tika merasa kesal kepada Andrew.


'Kok aku jadi merasa ragu ya kepada dia? Soalnya sekarang saja dia sudah tidak bisa menepati perkataan dirinya sendiri, lalu bagaimana kalau nanti sudah nikah? Aku tidak mau, menjalani kegagalan rumah tangga yang kedua kalinya,' gumam Tika, pandangannya sambil menatap keluar, dan berharap Andrew datang sini.


"Nak Tika," panggil Bu Cita.


"Iya, kenapa Bu?" tanya Tika.


"Andrew masih belum datang kesini juga ya?" tanya Bu Cita.


"Belum Bu. Mungkin kayaknya, Andrew lagi sibuk dan tidak akan datang kesini deh," jawab Tika.


"Oh gitu ya. Ya sudah, biar pak zaki saja yang anterin kamu pulang," ucap Bu Cita.


"Tidak usah repot-repot Bu, biar saja saya nanti naik taksi online saja," ucap Tika.


"Sudah tidak apa-apa kok, enggak usah naik taksi online, biar pak zaki saja yang anterin kamu pulang."


"Enggak usah Bu, biar-" ucapan Tika harus terputus, karena Bu Cita menyela pembicaraannya.

__ADS_1


"Sudah jangan banyak protes! Biar nanti pak zaki yang anterin kamu pulang."


"Tapi-"


"Ayo kita ke depan, Ibu akan menyuruh pak zaki untuk mengantarkan kamu pulang." Bu Cita memotong pembicaraan Tika lagi, dan sambil menarik lembut tangan Tika.


Saat Bu Cita dan Tika ada di luar butik, dengan segera Bu Cita menyuruh pak zaki untuk mengantarkan pulang Tika.


"Pak Zaki ...," panggil Bu Cita.


Pak Zaki pun dengan segera berjalan menghampiri majikannya.


"Iya, ada apa Bu?" tanya pak Zaki kepada Bu Cita.


"Kamu tolong anterin Tika pulang ya," ucap Bu Cita.


"Oke, baiklah Bu."


"Sudah tidak apa-apa kok. Santai sajalah sayang, kamu kayak sama siapa saja, sudah sana masuk ke dalam mobil," perintah Bu Cita.


"Baiklah Bu. Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih ya Bu," ucap Tika.


"Iya sama-sama Nak."


Tika pun berpamitan pulang, lalu berjalan masuk ke dalam mobil.


Setelah keadaanya sudah siap, pak Zaki pun dengan segera menjalankan mobilnya.

__ADS_1


Disepanjang jalanan Tika hanya menatap pepohonan dan kendaraan yang dilihatnya. Tika benar-benar kecewa kepada Andrew. Bagaimana tidak? Andrew tidak datang menyusul dirinya, bahkan tidak ada kabar kenapa dia tidak bisa datang. Padahal kata asisstennya bilang kalau Andrew tidak ada di kantor, dia pergi menemuiku.


'Sungguh kecewa sekali hari ini. Benar-benar tidak bisa di percaya,' gumam Tika pada diri sendiri.


Ponsel milik Tika pun tiba-tiba berbunyi, Tika dengan segera mengambil ponsel miliknya dari tas.


'Siapa yang menelpon? Nomornya sama sekali tidak dikenal. Sudahlah biarkan saja jangan di angkat, malas!' ucap Tika, dengan membiarkan ponselnya berdering.


Karena merasa risih, dengan panggilan telepon yang terus berdering, Tika pun terpaksa harus mengangkat panggilan masuk tersebut.


"Hallo, maaf ini sama siapa ya?" tanya Tika.


" ....... "


"Iya benar."


"...... "


"A-apa?! Oke, baiklah saya akan segera kesana," ucap Tika dengan gugup karena merasa terkejut.


Sambungan telepon langsung terputus, lalu Tika meminta pak Zaki untuk pergi ke rumah sakit.


"Pak kita pergi ke rumah sakit, pak," ucap Tika kepada pak Zaki.


"Baiklah Nona." jawab pak Zaki.


Pak Zaki pun dengan segera menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.

__ADS_1


bersambung ....


#Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya Kak, biar tambah semangat upnya nih😅😉


__ADS_2