
"Gimana sudah siapkan?" tanya Andrew, sambil menatap Tika, dan Chika dari kaca depan mobil.
"Sudah kok Om." jawab Chika.
"Oke, baiklah." Andrew segera menjalankan mobilnya.
Di perjalanan, keadaan di dalam mobil begitu berisik. Bagaimana tidak, Chika yang terus berceloteh membicarakan saat asyik bermain di taman dengan orang yang tidak dikenalinya. Di tambah Andrew yang selalu jail, dan suka memplesetkan perkataan Chika, sehingga membuat mereka selalu tertawa terbahak-bahak.
"Sudah ah Om, stop deh Chika cape dari tadi tertawa mulu." Protes Chika, kepada Andrew.
"Siapa suruh tertawa hem? Jadi cape kan?" ucap Andrew.
"Ih menyebalkan sekali dirimu itu. Kamu sendiri yang dari tadi bercanda mulu, memplesetkan perkataan. Huh dasar," Tika, lalu mengambil boneka yang ada di mobil milik Chika, lalu melemparkannya ke Andrew.
"Tika ...." teriak Andrew, saat bonekanya tepat mengenai muka Andrew.
Chika, dan Tika tertawa terkekeh.
"Kenapa pada tertawa, ada yang lucu ya?" tanya Andrew sambil menatap Tika, dan Chika di depan cermin mobil.
"Tidak ada kok Om. Oya, Om, Chika lapar, pingin makan," ucap Chika, kepada Andrew.
"Kenapa kamu bilang sama Om Andrew, harusnya bilang sama Ibu," protes Tika, kepada putrinya.
"Habisnya Chika pingin makan di restoran Om Andrew, enak banget Bu makannanya." ucap Chika, dengan polosnya.
"Tapi kita bisa makan di hotel sayang, kasihan nanti nenek, sama kakek nungguin loh." Tika, sambil menatap putrinya.
"Tapi Chika mau nya makan di restoran Om Andrew. Lagi pula, apa salahnya Ibu tinggal telpon saja nenek sama kakek." Chika, sok oke.
Andrew terkekeh, mendengar perkataan Chika. Tika, memoloti Andrew saat netra mereka tak sengaja saling menatap di cermin depan mobil.
"Gimana Om, enggak apa-apa kan Chika pingin makan di restoran Om," tanya Chika, kepada Andrew.
"Tentu saja boleh kok sayang. Buat kamu, apa yang enggak sih cantik." Andrew, menatap Chika.
"Makasih Om." Chika, sambil tersenyum.
"Sama-sama Cantik." jawab Andrew, kemudian mengedipkan matanya saat Tika menatap dirinya.
"Astaga, apa-apaan dia. Ih genit sekali." gerutu Tika pada diri sendiri, sambil menatap kesal Andrew.
"Siapa yang genit Bu?" tanya Chika, kepada Ibunya.
"Eh enggak sayang. Itu ada orang gila tadi di pinggir jalan, kedipin Ibu." jawab Tika, dengan santai.
Andrew merasa geram saat Tika berkata seperti itu.
Kurang ajar banget ya ini orang, ngatain aku, orang gila ya. Awas saja kamu, Tika batin Andrew, sambil menatap kesal Tika, di depan kaca mobilnya.
Tak sengaja mata mereka saling bertemu, Tika pun menjulurkan lidahnya.
Wah benar-benar menyebalkan ini orang, tapi mengemaskan sih batin Andrew sambil tersenyum saat menatap Tika sedang berbicara dengan putrinya.
"Ada-ada saja ya Bu." ucap Chika, kepada Ibunya.
"Iya sayang."
****
Andrew segera memberhentikan mobilnya saat sudah sampai di restoran mobilnya. Dengan segera Andrew pun keluar dari mobil tersebut, lalu membukakan pintu mobilnya untuk Chika.
"Ayo sayang." ucap Andrew, kepada Tika.
"Baik Om." jawab Chika, sambil turun dari mobil tersebut.
Andrew, Tika, dan Chika pun berjalan masuk ke dalam hotel tersebut.
__ADS_1
"Selamat siang bos," sapa seorang pelayan kepada Andrew.
"Siang." jawab Andrew, sambil menganggukan kepala.
"Oya sayang, kamu sama Ibumu duduk saja dulu, dan pesan makanan saja apa yang kamu inginkan, oke." ucap Andrew, sambil menatap Chika.
"Baiklah Om. Oya, emangnya Om mau kemana?" tanya Chika.
"Om mau ke ruangan dulu, mau chek berkas-berkas laporan." jawab Andrew.
"Oh gitu ya Om, baiklah kalau begitu Om." jawab Chika.
"Maaf ya Tika, aku harus ke ruangan dulu." pamit Andrew, kepada Tika.
"Iya tidak apa-apa kok Ndrew." Tika, sambil tersenyut.
Andrew segera pergi berlalu dari hadapan Tika, dan Chika. Sedangkan Chika, dan Tika, langsung mencari tempat duduk yang kosong.
"Oya sayang mau pesan makanan apa?" tanya Tika.
"Seperti biasa Bu, pingin makanan yang paling enak kayak waktu itu." Jawab Chika kepada Ibunya.
"Oke, baiklah."
Sang pelayan pun datang menghampiri Tika.
"Permisi Mbak, maaf mau pesan apa ya?" tanya Beni, sang pelayan sambil menatap Tika.
"Aku mau pesan makanan yang paling enak dan special Om, dan minumannya juga sama harus special." jawab Chika.
"Oke, adik cantik, nanti Om pesanin sesuai pesanan adik cantik ya." ucap Beni, sambil menatap Chika.
"Baiklah Om."
"Ya sudah kalo begitu Om permisi dulu, mau menyampaikan dulu pesenan adik cantik sama chef." Beni, tersenyum kepada chika.
"Oke Om."
15 menit kemudian.
Pesanan makanan pun sudah sampai, sang pelayan dengan segera menaruh makanan dan minumannya diatas meja.
"Selamat menikmati Mbak, adik cantik." ucap Beni, saat sudah selesai menaruh makanan dan minumannya.
"Terima kasih." Tika, sambil tersenyum kepada Beni.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu, karena ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan." Beni, sambil berlalu meninggalkan Tika, dan Chika.
"Ya sudah sayang, ayo kita makan." ajak Tika kepada putrinya.
"Baikah Bu." jawab Chika.
Mereka pun kini sedang menikmati makan siangnya.
Tiba-tiba Andrew datang menghampii Tika, dan Chika.
"Gimana makanannya enak kan?" tanya Andrew tiba-tiba datang.
"Om Andrew? Tentu saja enak banget Om. Nanti kalau dirumah, aku mau bibi bikinin makanannya kayak begini ah." ucap Chika kepada Andrew.
"Memangnya bibimu bisa masak makanan kayak gini?" tanya Andrew.
"Tentu saja bisa Om. Masa iya, bibi enggak bisa masak makanan seperti ini sih Om."
Andrew kemudian tersenyum kepada Chika," tentu saja pasti bibimu bisa masak kok makanan seperti ini. Malahan lebih enak loh."
"Pastinya dong Om."
__ADS_1
Andrew mengusap lembut rambut Chika yang berponi.
"Belepotan banget sih kalau makan. Sini sama Om suapin." ucap Andrew, dengan segera mengambil sendok dan garpunya.
"Aaa ... buka mulutnya," Andrew, sambil menyiapkan nasi, dan menunya yang sudah ada di dalam sendok tersebut.
Chika dengan segera membuka mulutnya, lalu menguyah makanan tersebut.
"Om sudah makan belum sih?" tanya Chika.
"Belum sayang, nanti sajalah Om makannya."
"Om enggak boleh telat kalau makan, katanya kalau telat makan bisa sakit." ucap Chika.
"Oya, masa sih?" tanya Andrew, pura-pura tidak tahu.
"Iya Om."
"Emmz ... gitu ya. Gimana kalau kamu suruh Ibumu untuk menyuapi Om?" Andrew, sambil menatap Tika.
Tika, tiba-tiba terbatuk saat Andrew berkata seperti itu.
"Ibu baik-baik saja kan? Minum dulu Bu," Chika sambil menyodorkan segelas air putih.
Tika kemudian mengambil air tersebut dari tangan putrinya.
"Terima kasih sayang," ucap Tika.
"Iya sama-sama Bu."
Andrew hanya tersenyum miring, saat Tika terbatuk karena ulahnya.
"Jadi gimana nih, enggak ada yang mau nyiapin Om nih?" tanya Andrew.
"Iss, apa-apaan sih kamu, Ndrew. Kamu punya tangan sendiri, jadi makan saja sendiri." protes Tika.
"Yah gimana dong sayang, Ibumu tidak mau menyuapin Om makan." rengek Andrew, kepada Chika layaknya anak kecil agar mau membujuk Tika.
"Ibu jangan gitu sama Om Andrew, kasihan Bu. Apa salanya sih Bu, suapin Om Andrew sih. Kalau Ibu enggak mau nyuapin Om Andrew, ya sudah Chika enggak mau makan ah."
"Loh kenapa gitu sayang? Oke, baiklah Ibu akan menyuapi Om Andrew." ucap Tika, merasa kesal lalu menendang kaki Andrew.
Andrew pun meringis kesakitan, karena Tika menendang kakinya begitu keras. Sehingga Andrew memolototi Tika, tapi Tika membalasnya dengan senyuman tanpa merasakan bersalah.
"Ya sudah, buka mulutnya a ....," ucap Tika, sambil menyuapkan nasi, serta menunya ke mulut Andrew, saat Andrew sudah membukanya.
Tidak apa-apalah, sakit kakiku tidak seberapa. Yang penting aku bisa merasakan di suapin sama dia batin Andrew sambil tersenyum.
Sang pelayan pun membawa makanannya, dan minumannya untuk bos pemilik restoran tersebut.
"Ini Bos," ucap Eka, sambil menaruh makanan dan minumannya di atas meja.
"Terima kasih." ucap Andrew, kepada Eka.
"Sama-sama." Eka, sambil tersenyum dan menundukan kepala.
Eka pun dengan segera pergi dari hadapan Andrew.
"Itu makanan buat Om ya?" tanya Chika.
"Iya sayang. Ya sudah, ayo kita makan bersama." ajak Andrew.
"Baik Om."
"Iss menyebalkan sekali." gerutu Tika dengan pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Andrew.
Andrew hanya tersenyum renyah mendengar perkataan Tika.
__ADS_1
Mereka kini sedang menikmati makan siang bersama.
Bersambung ...