
"Lama sekali dirimu mengatakannya. Tinggal bilang, Iya atau bukan, kalau wanita di sampingmu adalah kekasihmu." ucap Tian merasa kesal.
"Kalian pasti sudah tidak sabar lagi kan, mendengar jawaban dariku, siapa wanita yang ada di sampingku?" tanya balik Reza, sambil menatap para sahabatnya.
"Banyak ngomong lho Za, bukannya menjawab, malah balik nanya lagi." gerutu Indra, ikut merasa kesal.
Hahaha ... Reza malah tertawa terbahak, melihat sahabat-sahabatnya yang mulai kesal karena lama, menunggu jawaban darinya.
"Ini orang, malah tertawa lagi. Stress kali ya? Kalau enggak mau jawab pertanyaan kita, ya sudah, enggak usah jawab. Begitu saja susah!"
"Sorry Bro, sudah membuat kalian kesal. Sebenarnya dia adalah kekasihku." ucap Reza sambil menatap para sahabatnya, kemudian menatap Tika, tangannya tidak tinggal diam. Reza meraih tangan Tika, lalu menciumnya tangan tersebut, lalu menatap Tika.
Tika pun tersenyum kaku, dengan apa yang dilakukan oleh Reza.
"Serius Za, ini kekasihmu?" tanya Indra tidak percaya.
"Tentu saja, dia kekasihku." Jawab Reza, kemudian merangkul pundak Tika.
Iss menyebalkan sekali ini si Reza, tadi mencium tanganku. Sekarang merangkul pundaku! Dasar mencari kesempatan dalam kesempitan gerutu Tika di dalam hati.
Tika sadar, kalau sekarang posisinya sedang terjebak dalam sandiwara menjadi kekasih Reza. Jadi enggak mungkin marah, di depan para sahabatnya. Bisa mampus, kalau ketahuan dirinya akting. Apalagi disana ada mantan suaminya.
"Cantik benar Bro, kekasihmu. Hebat ya, dapat wanita yang bening-bening." ucap Tata.
"Lho pikir, dia sayur apa? Bilang bening lagi. Ini orang, mulai ngaco lagi." Indra sambil menggelengkan kepala.
"Yaelah, masa lho, enggak tahu maksud aku itu apaan. Kamu-"
__ADS_1
"Sudah-sudah, ayo kita makan. Mumpung masih hangat nih." Ajak Reza.
"Baiklah."
Mereka pun kini sedang menikmati makan malam di sebuah pesta sahabatnya.
"Mulutmu, belepotan banget sih kalau lagi makan." ucap Reza, kemudian mengambil tisu, dan mengusap bibir mungil Tika.
Mata hitam mereka pun, kini saling menatap satu sama lain. Karena merasa tidak enak hati, dengan segera Tika pun mengambil tisu dari tangan Reza.
"Sudah biar aku saja, sini yang bersihin." ucap Tika sambil mengambil tisu dari tangan Reza.
Reza pun hanya tersenyum, saat Tika mengambil tisu dari tangannya.
Disisi lain, ada seseorang yang sedang menahan api cemburu. Entah kenapa perasaannya tidak rela, Tika begitu mesra dengan Reza. Lalu seseorang tersebut mengepalkan satu tangannya.
"Oya, permisi aku harus pergi sekarang." ucap Chandra.
"Mmz ... aku ingat istriku, kasihan dia pasti sangat merindukanku." ucap Chandra.
"Lebay banget sih lho. Kalian kan, sering ketemu tiap hari."
"Kalau orang lagi hamil, beda lagi Bro. Pasti sangat butuh seseorang untuk di sampingnya." ucap Chandra.
"Hebat, perhatian dan peka banget ya sama istri. Bagus." ucap Tata sambil mengacungkan dua jempolnya.
"Sudah ah, aku tidak punya waktu lama lagi untuk disini. Aku pamit duluan ya." ucap Chandra, sekilas menatap Tika. Dengan segera Tika pun, memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Chandra pun dengan segera pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya. Tika pun tersenyum menyeringai, saat Chandra pergi sebelum acara selesai.
*********
Keesokan harinya.
Alamr pun berbunyi dengan nyaring, membuat Tika terbangun dari tidurnya.
Perlahan-lahan Tika pun membuka matanya, karena kesadarannya belum terkumpul semua. Lalu menatap jam dinding menunjukan jam setengah lima dini hari.
'Hoamss ... masih ngantuk! Tapi aku tetap harus bangun, karena harus kerja' gumam Tika pada diri sendiri.
Setelah kesadarannya sudah terkumpul semua, Tika dengan segera beranjak dari ranjangnya, dan berjalan menuju bathroom.
Tika pun membasuh wajahnya terlebih dahulu, dan merasakan segarnya air mengenai wajahnya. Tiba-tiba Tika teringat kejadian semalam, saat dirinya bertemu Chandra pura-pura tidak mengenalinya, dan Reza yang mencari kesempatan dalam kesempitan.
'Sial sekali semalam, harus satu meja makan bersama pria-pria yang menyebalkan. Dan si Chandra, benar-benar tidak waras! Aku kerjain dia, untungnya si Reza paham.' Tika sambil tersenyum menyeringai, merasa puas karena telah membuat seorang Chandra sampai pergi sebelum pesta berakhir.
'Sudahlah Tika, ngapain dipikirin. Sekarang waktunya mandi, lupakanlah yang semalam, tidak penting banget harus di ingat-ingat' Tika sambil berjalan menuju bathub yang sudah terisi air hangat. Dengan segera Tika melepaskan pakaiannya, sehingga tubuhnya polos. Lalu masuk ke dalam bathub dan merendamnya.
******
Tika, sudah siap-siap untuk berangkat kerja, lalu berjalan menuju mobilnya. Setelah berada di dalam mobil, dengan segera Tika menjalankan mobilnya menuju tempat kerjanya.
Di dalam perjalanan, Tika pun terkejut, saat melihat Chandra, Vika, beserta keluarganya sedang berjalan kaki di pinggir jalan sambil membawa koper.
'Itu kan, mereka? Kenapa mereka berjalan kaki sambil membawa koper? Sebenarnya mereka mau kemana ya? Terus kenapa tidak pakai mobil saja, kenapa harus jalan kaki lagi, bukannya si Chandra punya mobil kan?' gumam Tika pada diri sendiri.
__ADS_1
'Jangan-jangan .... " ucap Tika saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Chandra dan keluarganya.
bersambung ...