Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
44.Maksa!


__ADS_3

"Yang benar saja, aku harus mengantikannya dengan menemanimu untuk makan malam? Sungguh aneh sekali permintaanmu itu. Dengar ya, dimana-mana orang pasti mau nya uang, bukan menyuruh untuk makan malam bersama," ucap Tika sambil tersenyum kecut.


"Itu kan, orang lain bukan aku. Tapi bagiku, ya cuma butuh kamu untuk menemaniku makan malam. Gimana setuju enggak, permintaanku?" tanya Reza sambil menatap gemas Tika, karena Tika bukannya menjawab tapi malah membalik-balikan pertanyaan dirinya dari tadi.y


"Emmzz ... gimana ya?" Tika sambil menatap Reza, dan sambil berpikir untuk mengambil keputusan.


"Yaelah ini orang malah berpikir dulu, apa salahnya tinggal jawab ya atau tidak? Ribet banget ya jadi orang." gerutu Reza.


"Yee ... hak-hak aku dong, mau ngapain juga, kenapa kamu malah sewot hem?" Tika sambil menatap tajam Reza."Oke, aku putuskan, kalau aku menolak untuk makan malam denganmu!" ucap Tika dengan tegas.


"Oh jadi kamu menolakku? Oke, aku akan laporkan kamu, kepada pihak yang berwajib karena kamu tidak mau bertanggung jawab." ucap Reza sambil menatap tajam Tika.


"Kamu kalau bicara jangan sembarangan ya, siapa bilang aku tidak mau bertanggung jawab? Tadi kan, aku sudah menawarimu uang untuk mengobati lukamu. Tetapi kamu sekarang, malah bilang kalau aku tidak bertanggung jawab? Benar-benar aneh, tahu enggak kamu itu." Tika sambil menggelengkan kepala, karena merasa pusing melihat pria asing yang menyebalkan.


"Aku tidak peduli dengan perkataanmu itu, yang aku inginkan sebagai gantinya kamu harus mau makan malam bersamaku. Kalau enggak mau, ya sudah aku akan telpon pihak yang berwajib," Reza sambil mengambil ponselnya, dari saku celananya.


'Baru kali ini, aku ketemu sama orang yang belum kenal, tapi sangat menyebalkan sekali. Benar-benar ini orang, pingin aku tinju nih mukanya,' batin Tika sambil menatap kesal Reza.

__ADS_1


"Haloo-" ucapan Reza harus terputus, saat Tika langsung mengambil ponsel milik Reza.


"Baiklah, aku mau makan malam bersama mu!" ucap Tika dengan kesal, kemudian mengembalikan ponsel ke tangan Reza.


"Oke, baiklah kalau begitu, nanti aku akan menghubungimu di mana tempat untuk kita makan malam. Dan sekarang berikan ponselmu," ucap Reza sambil menadahkan tangannya, meminta Tika menyerahkan ponselnya.


"Buat apa, kamu meminta ponselku? Bukannya kamu, punya ponsel juga ya." gerutu Tika sambil menatap Reza.


"Aku bukan meminta ponselmu, tapi aku minta nomor ponselmu! Sekarang sini kan, ponselmu."


"Ya ampun, ini orang tulalit kali ya. Ya tentu saja aku meminta nomor ponselmu untuk menghubungi mu nanti. Dan kasih tahu kamu, dimana tempat untuk makan malam kita." Jawab Reza.


"Kenapa enggak bilang saja sekarang, dimana tempatnya?" protes Tika.


"Enggak bisa mengatakannya sekarang. Tapi harus lewat ponselmu. Sudah, sini kan, ponselmu jangan banyak protes!"


"Ck, dasar pemaksa," kesal Tika, lalu dengan terpaksa menyerahkan ponselnya ke Reza.

__ADS_1


"Oke, terima kasih." Reza kemudian menyerahkan ponsel Tika kembali.


"Ya sudah, aku harus buru-buru karena bentar lagi masuk kerja nih." Tika langsung melangkahkan kakinya, untuk pergi.


"Tunggu dulu!" Reza menahan tangan Tika, sehingga langkahnya terhenti.


"Apa lagi sih? Kan, aku sudah setuju untuk makan malam bersama mu." Kesal Tika, sambil menghempaskan tangan Reza dengan kasar.


"Namamu siapa? Aku belum tahu nama mu," tanya Reza


"Aku Tika! Sudah awas minggir, aku mau pulang." Tika sambil mendorong tubuh Reza, agar menyingkir.


"Ck, dasar wanita tidak punya sopan santun main dorong saja," ucap Reza sambil menatap punggung Tika yang kini sudah pergi dari hadapannya. Ada seutas senyuman di pipi Reza, saat menatap Tika.


'Lucu dan menarik juga sih itu orang, walaupun menyebalkan' gumam Reza pada diri sendiri.


Reza pun dengan segera pergi dari taman tersebut, lalu berjalan menuju mobil miliknya, dan harus pergi menuju kantor lagi, untuk kembali bekerja.

__ADS_1


__ADS_2