
Tika menatap Chandra, dengan tatapan yang susah di artikan. Sehingga membuat Chandra merasa tidak enak hati.
"Aku menyimpulkan, bahwa kamu masih ada rasa sayang untukku, karena kamu selalu baik sama keluargaku, bahkan kamu sudah membantu membayarkan semua perobatan rumah sakit, untuk ibuku," ucap Chandra, sambil menatap Tika.
"Memangnya, kalau aku baik kepada keluargamu, berarti masih ada rasa sayang, sama kamu begitu? Tidak Chandra!" ucap Tika, dengan menekan pembicaraannya.
"Enggak mungkin dong, kalau tidak ada rasa sama aku, kamu tidak akan mau menolong keluargaku? Sudahlah Tika, apa salahnya sih, berkata jujur saja kepadaku!" ucap Chandra, sambil menjalankan mobil.
"Kamu itu jangan so kepedean ya! Memangnya salah iya, bila aku menolong ibumu, saat dia sakit dan membiayai semua pengobatan ibumu? Lagi pula, bukan ibumu saja yang aku tolong, orang-orang yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit, aku bantu kok," ucap Tika mencoba menjelaskan kepads Chandra.
"Ti-tidak salah kok, justru itu bagus. Aku salut niat baikmu itu," ucap Chandra, dengan gugup.
Tika pun hanya memilih diam, tanpa membalas perkataan Chandra.
"Tika, kamu tahu enggak? Sebenarnya aku tuh masih sayang, dan cinta sama kamu. Aku ingin, kita kembali membina rumah tangga demi anak kita," ucap Chandra, kemudian memegang tangan Tika.
"Apa aku tidak salah dengar, apa yang barusan kamu katakan?" Tika, sambil menghempaskan tangan Chandra.
"Tentu saja tidak, Tika! Kamu mau kan, menjalani lembaran baru bersamaku kembali? Aku berjanji, aku akan selalu setia, dan merubah menjadi suami yang bertanggung jawab," ucap Chandra, sambil menatap Tika.
"Maaf, aku tidak bisa!" ucap Tika, dengan tegas.
"Kenapa tidak bisa Tika? Aku benar -benar menyesal telah melakukan kesalahan besar kepadamu! Jadi mohon kembali lah, kepadaku! Berilah aku kesempatan untuk menembus semua kesalahanku," ucap Chandra, sambil menatap sendu Tika.
"Kamu kalau bicara enak banget ya, tanpa berpikir betapa sakitnya hatiku, saat kamu menghianatiku selama tiga tahun. Kamu juga tidak pernah mengerti perasaanku, dan selalu bertindak semaumu! Terus kamu minta untuk memberikanmu kesempatan? Maaf, aku tidak bisa!" Tika, sambil menatap tajam Chandra.
"Aku kan sudah bilang sama kamu, kalau aku benar-benar menyesal Tika! Aku mau kok memperbaiki semuanya, dan akan berusaha membahagiakanmu." ucap Chandra.
"Sudahlah Ndra, kamu jangan berbicara masa lalu kita lagi. Masa lalu yang sangat menyakitkan buatku. Asal kamu tahu ya, aku tidak pernah memiliki perasaan apapun sama kamu, saat waktu itu kamu ketahuan selingkuh, dan mengatakan kalau anak yang ada dikandungan vika adalah anakmu! Disitulah pupus sudah rasaku memudar, dan mulai mati rasa kepadamu, sampai sekarang!"
"Tapi vika berbohong kepadaku, dan ternyata anak yang ada dikandungannya bukan anakku." ucap Chandra.
"Aku tidak peduli, Ndra! Oya, kamu bilang kalau kamu sayang dan cinta sama aku? Jika memang benar, maka lepaskanlah aku, lupakanlah diriku, dan biarkan aku memilih kebahagianku sendiri," ucap Tika, kemudian keluar dari mobil tersebut saat sudah sampai di kantor.
"Aku tahu, kamu sudah jatuh cinta sama Andrew, kan? Sehingga kamu menolak kembali bersamaku kan?" teriak Chandra.
Tika tidak memperdulikan perkataan Chandra, Tika terus berjalan menuju kantor.
__ADS_1
Arrrgh ... teriak Chandra, merasa emosi.
'Kenapa sih Tika, kamu tidak mau memberikan kesempatan satu kali saja untukku? Padahal aku berjanji, akan selalu membahagiakanmu, dan tidak akan mengulangi perbuatanku yang sangat bodoh!'
'Aku benar-benar menyesal, telah mensia-sia kanmu, Tika. Andai waktu bisa ku putar kembali, aku akan selalu setia, dan mempertahankanmu. Aku baru sadar Tika, ternyata kamu adalah wanita yang sangat berarti buatku. Wanita yang tegar, kuat, mandiri serta selalu patuh terhadap suamianya, aku benar-benar menyesal,' gumam Chandra, sambil menatap kepergian Tika.
Tiba-tiba Chandra meneteskan air mata membasahi pipinya.
'Sudahlah, mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh Tika, aku harus melupakan dia, dan membiarkan dia bahagia, bersama pilihannya. Tak ada gunanya aku menyesali semuanya, karena semuanya sudah terlambat,' gumam Chandra, sambil mengusap airmata yang membasahi pipinya.
'Aku tahu, kamu pasti sudah mulai menyukai Andrew kan? Apalagi, saat waktu itu, aku tidak sengaja mendengar obrolan orangtuamu, dan kamu menyujui perjodohanmu dengan Andrew. Jika memang dia pilihanmu, aku akan berusaha iklas, dan melupakan,' Chandra, kemudian menarik napas dan membuangnya dengan perlahan.
'Sudahlah, aku harus kembali ke kantor, karena kerjaanku tadi belum kelar,' Chandra sambil keluar dari mobil tersebut, lalu berjalan menuju kantor untuk melanjutkan kembali pekerjaannya sebagai office boy.
#Flack back On#
2 minggu yang lalu.
Disebuah rumah mewah, dengan desain minimalis, kini Tika sedang asyik berkumpul di ruangan tamu, bersama putrinya serta orangtuanya.
Karena merasa jenuh, Chika mengajak Ibunya untuk jalan-jalan ke mall. Tetapi bukan cuma Tika saja yang diajak, Chika pun mengajak Ayah Efendy dan Ibu Lily untuk ikut ke mall.
"Emangnya mau jalan-jalan kemana sih?" tanya bu Lily.
"Kemana saja Nek, yang penting kita jalan-jalan Nek," jawab Chika.
"Gimana ya ...," ucap bu Lily sambil berpikir.
"Ya sudah kakek mau kok, ikut jalan-jalan sama kalian. Iya kan, Bu," ucap Ayah Efendy sambil menatap bu Lily.
"Iya benar sayang, ya sudah kita berangkat sekarang." ajak bu Lily.
"Siap Nek." ucap Chika.
"Baiklah Bu." ucap Tika.
Tika, ayah Efendy, bu Lily dan ayah Chika pun dengan segera berjalan menuju mobil.
__ADS_1
Mereka pun kini sudah sampai disebuah mobil yang di maksud.
"Ayah serius, mau jadi tukang sopir?" tanya Tika, kepada Ayah Efendy.
"Tentu saja, emangnya kenapa?" tanya balik ayah Efendy.
"Tidak kenapa-napa kok, cuma nanya saja ayah. Padahal kan, ada pak iman sopir biasa yang suka nganterin kita," ucap Tika.
"Sudahlah, enggak apa-apa kok, biarkan ayah yang menyupiri mobilnya," ucap Ayah Efendy.
"Ya sudah, terserah ayah saja," ucap Tika.
"Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam mobil, sekarang juga berangkat nih."
"Baiklah ayah." jawab Tika.
Saat keadaan di dalam mobil sudah baik, dengan segera ayah Efendy menjalankan mobilnya menuju mobil.
Di dalam mobil, sangat ramai, apalagi ayah Efendy sambil melawak, sehingga membuat orang-orang yang ada di dalam mobil tertawa terbahak-bahak karena mendengar lawakan darinya.
*****
Mereka pun kini sudah sampai di sebuah mall, dengan segera mereka keluar dari mobil tersebut.
Saat sudah berada di luar mobil, mereka langsung berjalan masuk ke dalam mall tersebut.
"Ibu, aku pingin pergi ke wahana mainan dulu, boleh ya Bu?" ucap Chika, sambil menatap dimana, di mall tersebut ada tempat bermain.
"Oke baiklah Nak," ucap Tika, kepada putrinya.
"Ya sudah ayo, kita kesana Bu," ajak Chika.
"Bu, Ayah, Tika mau nganterin dulu Chika ke tempat wahana mainan dulu Ya," ucap Tika, kepada orangtuanya.
"Iya silahkan Nak, Ibu juga mau mencari dulu, pakain untuk Ibu dan Ayah," ucap bu Lily.
"Baiklah Bu," jawab Tika.
__ADS_1
Tika pun berjalan menuju tempat wahana mainan yang berada di mall tersebut.
*****