
Keesokan Harinya.
Hari ini, hari dimana ayah Efendy memperkenalkan putrinya kepada pengusaha di dalam negeri atau pun pengusaha di luar negeri.
Ayah efendy sengaja mengundang seluruh pengusaha-pengusaha yang ada di dalam negeri atau pun luar negeri agar mereka tahu, kalau putrinya sekarang yang akan memimpin perusahaannya, dan mengantikan dirinya.
Ketika Tika mulai masuk bekerja di perusahaan ayahnya, Tika tidak langsung di perkenalkan kepada para pengusaha-pengusaha oleh ayah Efendy. Itu juga atas permintaan Tika, kalau dirinya belum siap, dan tentunya selama ini Tika bekerja, masih di bantu oleh Ayah efendy.
Saat melihat kalau putrinya sudah mampu membuat perusahaannya maju, dan berkembang pesat. Maka ayah efendy meminta agar Tika segera mengantikannya, sekaligus menjadi pimpinan perusahaannya. Tika pun menyetujuinya.
Hotel Antana
Di sebuah hotel, dengan desain mewah, di hiasi hiasan-hiasan dekorasi yang sangat indah. Serta bertaburan bunga-bunga sebagai tanda ucapan selamat kepada Tika, yang sukses membuat perusahaan berkembang pesat dan maju.
Selain itu juga, hari ini efendy akan mengumumkan pergantian, dan menangguhkan semua jabatannya, serta tanggung jawabnya kepada Tika Lestari sebagai pemimpin perusahaan Pt. Antana, juga Pt.berlian.
Para tamu undangan, satu persatu sudah berdatangan masuk ke dalam hotel tersebut. Para tamu undangan yang hadir bukan di dalam negeri saja, tetapi diluar negeri juga.
Para tamu undangan yang hadir pun terdiri para pengusaha, sahabat, dan kerabatnya. Juga pastinya, ada Reza, Andrew, dan Chandra hadir di situ juga.
Acara pun sudah di mulai, semua para tamu undangan memberikan tepuk tangan yang meriah saat sang Mc(pembawa acara) masuk ke atas panggung.
"Selamat siang semuanya? Saya ucapkan terima kasih, kepada para tamu undangan yang terhormat yang sudah meluangkan waktunya untuk bisa hadir di acara yang sangat special ini," ucap bang Dudi.
Bang dudi pun, segera mempersilahkan kepada pak Efendy Mahardhika untuk naik ke atas panggung, saat selesai membawakan sambutan-sambutan serta membuka acaranya tersebut.
"Oke, untuk mempercepat waktu kita persilahkan kepada Bapak. Efendy Mahardika untuk naik ke atas panggung. Untuk menyambut beliau, mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk beliau," ucap bang Dudi, sambil menatap para tamu undangan.
Para tamu undangan pun, memberikan tepuk tangan yang sangat meriah, saat pak Efendy naik keatas panggung.
__ADS_1
"Saya ucapkan terima kasih, kepada bang Dudi yang sudah mempersilahkan saya untuk naik ke atas panggung," ucap pak efendy, sambil menatap bang Dudi.
Bang Dudi pun membalas senyuman pak Efendy, kemudian menganggukan kepalanya.
"Selamat siang semuanya, saya ucapkan terima kasih kepada kepada Bapak, atau Ibu yang sudah berkenan hadir dalam acara penangguhan jabatan, yang saya serahkan kepada putri saya."
"Mungkin sebagian bapak, atau Ibu pasti sudah mengenal putri saya, dan juga pasti belum ada yang mengenal putri saya. Maka oleh sebab itu saya akan memperkenal putri saya yang sangat cantik." ucap pak Efendy dengan pede, memuji putrinya.
"Untuk mempersingkat waktu, saya persilahkan kepada putri saya yang bernama Tika Lestari untuk naik panggung." panggil pak Efendy.
"Bu, Tika gugup ...," ucap Tika merasa tegang, sambil menatap Ibunya yang sedang menemani dirinya di belakang panggung.
"Kamu pasti bisa sayang. Jangan tegang gitu dong, lagi pula para tamu undangan yang hadir juga tidak akan mengigitmu kok," canda bu Lena, sambil tertawa renyah.
"Ih Ibu, malah bercanda. Tika serius Bu, tegang banget." rengek Tika, sambil menatap sebal Ibunya.
"Tika enggak marah kok Bu. Tapi Tika ini tegang Bu, ih Ibu, please deh jangan bercanda mulu ih," Tika benar-benar kesal, sambil cemberut.
Bu Lena pun tertawa renyah, sambil menggelengkan kepala," ya sudah sekarang tarik napas, lalu buang dengan pelan-pelan." perintah bu Lena kepada putrinya.
Tika segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Ibunya.
"Gimana, tidak terlalu tegangkan?" tanya bu Lena, sambil meraih dagu putrinya.
"Enggak terlalu sih Bu," ucap Tika.
"Ya sudah sekarang, kamu naik sana ke atas panggung, Ayahmu tadi memanggilmu," ucap bu Lena, sambil menatap putrinya.
"Baiklah Bu." ucap Tika, kemudian beranjak dari sofanya, dan berjalan ke atas panggung.
__ADS_1
"Nah, kita perkenalkan putri saya tuh, sudah naik atas panggung ... ayo sayang, sini," ucap pak Efendy sambil menatap putrinya saat melangkahkan kakinya berjalan menghampirinya.
"Tika ....?" ucap Reza, dan Andrew secara bersamaan, dan merasa terkejut.
"Perkenalkan ini putri saya, namanya Tika Lestari. Beliau yang akan mengantikan saya, dan menjadi pimpinan diperusahaan saya."
"Sekarang dia yang akan bertanggung jawab dalam mengurus perusahaan Pt. Antana, juga perusahaan Pt. Berlian. Tentunya dia tidak sendiri, pastinya di temani sama sang asisten pribadinya." ucap pak Efendy, sambil tersenyum menatap putrinya.
"Saya yakin putri saya pasti mampu membuat perusahaan saya jauh lebih baik, dan berkembang pesat lagi. Itu bisa dilihat, saat satu bulan yang lalu putri saya yang membantu saya menyurvei, serta cara menaikan pemasaran dalam produk perusahaan. Hasilnya sangat amazing, perusahaan saya bertambah berkembang pesat, dan maju seperti sekarang," ucap pak Efendy memuji putrinya.
"Apakah kalian tahu Pt.Berlian? Itu ide putri saya, sekaligus putri saya yang menjadi pimpinannya disana. Sekarang semakin berkembang, dan maju." puji pak Efendy lagi.
"Sudahlah Ayah, jangan banyak memujiku. Kupingku panas, dan makin tegang nih." bisik Tika, terhadap ayahnya.
Jadi Tika sebenarnya anak orang kaya? Kenapa aku baru tahu. Terus, kenapa aku tidak pernah melihat Tika di perusahaan pak Efendy? padahal aku sering hadir mengikuti rapat, bekerja sama dengan beliau batin Andrew, matanya menatap intens Tika.
Dia begitu cantik! Janda memang lebih mempesona, dari pada brondong batin Andrew, merasa terhipnotis dengan penampilan Tika.
Bagaimana tidak, Tika menggunakan gaun sebawah lutut, serta berlengan pendek, berwarna biru muda, dengan rambut terurai panjang. Wajahnya sedikit di olesin poundtion, serta sedikit bedak, serta bi*birnya di poles sedikit liptin berwarna pink muda.
Ya ampun Ndrew, kamu itu apa-apaan sih, kenapa bicara gitu. Lagi pula, Tika anak orang kaya, bahkan kekayaannya jauh berbeda denganmu. Jadi minder tuh, untuk mendapatkan dia batin Andrew.
Disisi lain juga, Reza begitu terpesona dengan Tika. Reza juga begitu terkejut ternyata Tika anak orang kaya.
Enggak menyangka, ternyata dia anak orang kaya? Bagaimana nih, reaksi mamahku saat tahu kalau Tika orang kaya? Batin Reza, sambil menatap Tika yang kini sedang di atas panggung, sedang memperkenalkan diri.
Ucapan mamih dulu, telah membuat Tika jadi marah samaku. Mamih tidak bisa menjaga ucapannya. Padahal, aku serius benar-benar cinta sama Tika. Aku tidak peduli Mih, dia seorang janda batin Reza, merasa kesal saat mengingat satu bulan yang lalu.
*ada kejadian apa sih, sebenarnya satu bulan yang lalu ... tetap tunggu up selanjutnya😊
__ADS_1