Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
130. Akhirnya.


__ADS_3

Andrew pun mencoba tersenyum dengan terpaksa. Entah harus berkata apa kepada Tika, yang pastinya saat ini hatinya sangat sakit karena cintanya di tolak oleh seseorang yang sangat ia cintai.


"Ndrew, aku benar-benar minta maaf ya, maksudnya aku tidak bisa-" ucapan Tika terpaksa harus terputus, karena Andrew langsung memotong pembicaraanya.


"Sudahlah Tika, aku enggak apa-apa kok! Aku sadar kok, aku bukan yang terbaik untukmu, dan aku memang tidak pantas untukmu!" ucap Andrew, dengan mencoba menahan airmatanya yang sudah memanas, agar tidak terjatuh.


"Ndrew, dengarkan aku dulu! Aku-" lagi-lagi ucapan Tika harus terpotong, karena Andrew menyela pembicaraannya.


"Sudahlah Tika, tidak perlu lagi ada yang harus kita katakan! Aku sadar diri kok, aku bukanlah pria yang kamu inginkan!" ucap Andrew, dengan penuh kekecewaan.


"Tika, kamu itu apa-apaan sih! Kamu sengaja ya, pingin memalukan Andrew? Ibu benar-benar kecewa sama kamu!" bisik Ibu Lily merasa kesal, dan tidak menyangka putrinya akan berkata seperti itu.


Karena merasa sangat malu, dengan pernyataanya yang ditolak. Andrew pun berpamitan untuk pulang.


"Maaf ya Bu, saya pamit mau pulang dulu," ucap Andrew sambil menatap Bu Lily.


Bu Cantika pun yang kini berada disamping putranya, hanya bisa mengusap tulang punggung Andrew, berusaha menguatkan putranya.


Bu Cantika pun tidak akan memaksa, jika pilihan Tika harus seperti itu. Mungkin, memang putranya tidak di takdirkan untuk hidup bersama Tika.


"Ya sudah, kamu hati-hati dijalannya. Maaf ya, dengan perkataan putriku ini yang telah membuatmu tidak nyaman," ucap bu Lily merasa tidak enak hati.


"Ibu apa an sih kalau bicara, Tika-" ucapan Tika harus terputus lagi, saat Andrew berpamitan untuk pulang kepadanya.


"Ya sudah Tika, aku pamit dulu ya," ucap Andrew dengan melangkahkan kakinya.


Namun langkahnya terhenti, saat tiba-tiba tangan Andrew di tahan oleh Tika.


Andrew pun merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Tika, dan tidak mengerti.


Lalu Andrew menatap Tika, sehingga netra mereka saling menatap satu sama lain.


Tika pun dengan segera memegang kedua tangan Andrew, sehingga membuat Andrew merasa sangat terkejut.


"Kamu itu ya, kalau aku bicara dengerin dulu jangan main potong begitu saja," gerutu Tika merasa kesal saat pembicaraanya terus di sela oleh Andrew.


"Emangnya kamu mau bicara apa sih? Lagi pula, tidak ada yang kita perlu bahas lagi kan," ucap Andrew, sambil menatap Tika.


"Emm ... bukannya kamu tadi mengajak aku untuk menikah ya?" tanya Tika, kepada Andrew.


"Iya! Tapi kan, tadi kamu menolak aku? Jadi ya sudahlah, aku tidak akan memaksa," ucap Andrew, berusaha tersenyum.


"Emangnya, siapa yang menolakmu?" tanya Tika.


"Tadi kan, kamu bilang sendiri, kalau kamu tidak bisa," ucap Andrew, dengan sedikit tidak mengerti maksud Tika.


"Aku cuma bilang kalau aku itu tidak bisa menolakmu untuk jadi suamiku," ucap Tika, sambil tersenyum kepada Andrew.


"Ma-maksud kamu, kamu mau menikah denganku?" ucap Andrew dengan gugup, karena belum benar-benar paham maksud Tika.


"Yes!" Jawab Tika dengan menganggukan kepala.

__ADS_1


"Kamu tidak bohongkan? Kamu seriuskan, mau menikah denganku?" tanya balik Andrew, untuk menyakinkan kembali.


"Iya aku serius kok! Ya sudah, kalau kamu tidak mau hidup bersamaku, ya sudah tidak apa-apa," ucap Tika, sambil menatap Andrew.


"Ya ampun sayang, kenapa kamu bilang seperti itu? Lagi pula, hidup bersamamu adalah hal sangat aku inginkan," ucap Andrew, kemudian memeluk Tika.


Tika pun hanya tersenyum, sambil membalas pelukan Andrew.


"Maafkan aku ya Ndrew, aku tadi sudah membuatmu sakit hati, dan sudah mempermalukanmu di depan orang-orang banyak!" ucap Tika merasa tidak enak hati.


"Kamu tuh jahat tahu enggak, tadi hampir down hidupku, karena perkataanmu," ucap Andrew.


"Aku sudah minta maaf sama kamu!" ucap Tika.


"Iya, aku maafin kok. Terima kasih sayang, kamu sudah mau jadikan aku sebagai suamimu," ucap Andrew kemudian melepaskan pelukannya.


Tika pun hanya tersenyum sambil menatap netra Andrew.


"Kamu habis nangis ya? Cengeng banget ya jadi pria," sindir Tika.


"Aku kan, manusia, punya perasaan, punya mata pasti akan menangis! Lagi pula aku menangis karena benar-benar tidak menyangka, kamu akan menerima ajakanku, dan aku akan berjanji akan selalu membahagiakanmu, dan selalu ada saat kamu butuh aku," ucap Andrew, kemudian mencium tangan punggung Tika.


"Memangnya Tika bakal butuh kamu terus ya? So kepede'!an ya jadi orang," sindir Bu Cantika kepada putranya.


"Ih Ibu apaan sih kalau bicara, lagi pula Ibu jangan ikut campur, ini urusan aku dan calon istriku," ucap Andrew sambil menatap Tika.


"Yaelah, sekarang sombong nih mentang-mentang diterima sama Tika. Padahal tadi kamu di dalam hati menggurutu karena di tolak," ucap bu Cantika.


"Jujur sajalah, memang benarkan?" tanya bu Cantika.


"Sudahlah bu, jangan bahas itu. Yang penting sekarang, Tika sebentar lagi akan menjadi istriku, dan tidak akan ada lagi yang bisa merebut calon istriku yang cantik ini," puji Andrew kepada Tika.


Pipi Tika pun semakin memerah, karena merasa malu dan kini menjadi salah tingkah.


"Kamu tuh jangan banyak memuji Tika, kasihan, tuh lihat pipinya merah merona begitu," sindir bu Lily.


"Ih Ibu, apaan sih," rengek Tika, sambil menatap Ibu Lily.


Bu Lily dan Bu Cantika pun hanya tersenyum melihat rengekan Tika.


"Oya, anak kita mana ya?" Celetuk Andrew, sambil melihat seluruh ruangan.


"Anak kita? Maksudnya?" tanya Tika, merasa tidak mengerti.


"Maksudnya Chika," ucap Andrew dengan santai.


"Emmz ... pakai bilang anak kita lagi, emang kamu bikinnya kapan? Perasaan dia, anaknya Chandra deh," ucap bu Cantika.


"Maksudnya bikin apa Bu? Lagi pula, kan aku ini calon ayahnya Chika, jadi wajar dong Bu, aku anggap dia sebagai anakku sendiri," ucap Andrew.


Tika, bu Lily, dan bu Cantika pun tertawa renyah, sambil menatap Andrew.

__ADS_1


"Loh kenapa malah menertawakanku? Ada yang salah dengan perkataanku ya?" tanya Andrew, merasa bingung.


"Tidak ada yang salah kok. Lagian tadi Chika, katanya ngantuk dan sekarang pasti sedang ada dikamarnya, sedang tidur," ucap Tika.


"Oh gitu ya."


Tes ... tes ... Alex mulai mencoba membunyika Mixnya.


"Halloo semuanya, selamat menikmati hidangan-hidangan yang sudah tersedia, semua bapak, para Ibu, teteh, aa semoga pada suka ya," ucap Alex, sambil menatap para tamu undangan.


"Oya, tadi ada pak Andrew yang mengatakan ingin mengajak Mbak Tika untuk menikah dengannya? Akhirnya, di terima juga dan menerima ajakan pak Andrew. Ciee ... benar-benar ya, hari ini hari moment yang paling indah!" ucap Alex lagi.


"Eh tapi tunggu dulu ya, padahal tadi Mbak Tika, menolak ajakan pak Andrew ya? Emmz ... nge prank ya, pintar! Bisa di coba nanti ya, kakak-kakak bila ada yang ngajak nikah, katakan saja seperti itu," ucap Alex sambil tertawa terbahak-bahak.


Alex pun segera menghentikan tawanya, saat Tika menatap dirinya dengan tatapan susah diartikan.


"Eh sorry banyak tertawa ya!" ucap Alex dengan cengengesan.


*****


Acara pun sudah selesai, para tamu undangan mulai berpamitan satu persatu.


"Selamat ya Tika, Ndrew, semoga kalian bahagia selalu, dan bisa awet sampai menua bersama," ucap Chandra tiba-tiba berjalan menghampiri Tika dan Andrew, dan sambil mengulurkan tangannya.


"Makasih ya Chandra," ucap Andrew, kemudian membalas uluran tangan Chandra.


"Iya sama-sama. Ya sudah aku pamit pulang ya," ucap Chandra.


"Iya silahkan, hati-hati dijalannya." ucap Andrew.


"Iya Ndrew, makasih," Chandra sekilas menatap Tika, yang dari tadi hanya diam saja.


Chandra pun segera pergi dari hadapan Tika, dan Andrew, lalu berjalan menuju pintu keluar.


Mungkin aku harus segera melupakan dia, dan pergi dari kehidupan dia! Sekarang Tika, sudah memiliki seseorang yang sangat benar-benar mencintai dirinya, dan lebih baik dari aku.


Aku akan bahagia, jika kamu bahagia dengan pria pilihanmu, dan semoga hubungan kalian langgeng, dan tetaplah saling setia batin Chandra, sambil menatap Tika dan Andrew yang kini saling mengobrol.


Kemudian Chandra pun segera pergi, saat sudah sampai di pintu luar.


Bersambung ....


***


Promo lagi nih, yuk mampir ah karya dari author ini dijamin seru nih,


Napen: Selvy_19


Judul : TUAN MAFIA.


__ADS_1


__ADS_2