Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
152.Ibu segalanya untukku.


__ADS_3

"Terima kasih ya, sudah nyuapin aku," ucap Andrew sambil menatap Tika.


"Iya sama-sama. Ya sudah nih minum dulu obatnya," ucap Tika sambil menyodorkan obatnya.


Andrew, lalu mengambil obat tersebut dan meminumnya.


"Oya Tika, kamu tidak menyesal telah memilihku sebagai calon suamimu?" tanya Andrew.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Lagian aku tidak menyesal kok memilihmu sebagai calon suamiku. Karena aku lihat kamu orangnya bertanggung jawab, penyayang dan dewasa," jawab Tika lalu tersenyum.


"Masa sih? Kok bisa kamu menilaiku seperti itu, padahal kamu belum tahu sifat aslinya aku kayak gimana," ucap Andrew.


"Walaupun kita baru kenal 8bulan, tapi aku bisa lihat sifatmu ketika kamu memperlakukan baik Ibumu, serta selalu memuliakan dia. Biasanya sih, pria seperti itu akan selalu memperlakukan pasangannya layak seperti Ibunya," lirih Tika.


"Emang itu yang harus kita lakukan. Kita harus memperlakukan seorang istri layaknya seorang Ibu. Karena bagi aku, bila menyakiti hati seorang istri sama saja telah menyakiti hati Ibu. Karena seorang wanita itu perjuangannya sangat besar saat dia melahirkan," ucap Andrew.


Tika pun merasa terharu saat mendengar perkataan Andrew.


"Ya ampun Ndrew, aku sungguh tidak menyangka bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu? Pantas saja kamu sangat mengistimewakan ibumu, dan selalu buat ibumu bahagia," ucap Tika merasa salut kepada calon suaminya tersebut.


"Sebagai seorang anak harusnya begitu terhadap orangtua. Kamu tahu tidak, perjuangan orangtua itu sangat besar untuk kita. Dia rela banting tulang, dan selalu mengutamakan anaknya hanya demi ingin membuat anaknya bahagia." ucap Andrew.


"Banyak anak, belum tentu bisa merawat, dan mau mengurus kedua orangtua kita. Tapi kedua orangtua kita mampu menafkahi anaknya yang banyak, dan mampu membelikan keinginan seorang anak," ucap Andrew menyambung kembali perkataanya.


"Iya betul juga apa yang kamu katakan," ucap Tika, lalu tersenyum kepada Andrew.


"Jadi jangan sia-siakan orangtua kita, dan rawatlah dia dengan ikhlas, bagaimana kedua orangtua kita merawat kita sejak kecil." ucap Andrew.


"Aku begitu salut dengan apa yang kamu katakan, dan begitu memang benar apa yang kamu katakan," ucap Tika.


"Siapa dulu dong, Andrew wijaya gitu dilawan, pria tertampan dan terbaik di dunia ini."


"Iss, pede sekali dirimu. Banyak kali pria yang pastinya jauh lebih tampan darimu," Tika sambil tertawa renyah.


"Aku enggak mau tahu, yang pastinya cuma aku doang yang tampan," protes Andrew.


"Ih kamu mah, tidak-"


"Ssstt ... jangan banyak protes!" Andrew sambil menempelkan jari tangannya ke bi*bir mungil milik Tika.


"Oke, pak Bos!" ucap Tika dengan menurunkan tangan Andrew.

__ADS_1


"Emm ... kamu juga sama Bu Bos, malahan jauh lebih sukses dari pada aku." ucap Andrew.


"Kamu juga sama sukses kok, sudah ah, ngapain bahas itu lagi," ucap Tika merasa malas bila harus membahas kasta.


"Emm ...," ucap Andrew, kemudian memijit hidung mancung milik Tika.


"Ih Andrew ...," rengek Tika merasa kesal.


"Habisnya aku tuh gemas banget tahu enggak, sama kamu." ucap Andrew dengan tertawa renyah.


"Iddih ...,"


Tiba-tiba Bu Cantika masuk ke dalam ruangan, dan menatap tidak percaya pada putranya yang kini sedang tertawa renyah.


"Andrew ...," panggil Bu Cantika sambil berjalan menghampiri putranya.


"Iya Bu," jawab Andrew.


"Ibu benar-benar tidak menyangka, ternyata kamu sudah sadar sayang," ucap Bu Cantika merasa senang, lalu memeluk putranya.


"Semua atas izin-Nya, sehingga Andrew masih dikasih kesempatan untuk hidup lagi. Dengan kesempatan ini Andrew harus menjalankan kehidupan Andew dengan sebaik-baiknya, menjadi manusia yang selalu bersyukur, serta selalu terus beramal," ucap Andrew.


"Ibu begitu salut padamu Nak, ternyata kamu sudah dewasa, sudah bisa memilih jalan yang terbaik untukmu sendiri. Ibu cuma pesan, tetaplah jadi dirimu sendiri, kamu boleh bergaul dengan siapapun, tapi jangan kamu tiru keburukan mereka," ucap Bu Cantika dengan menguraikan pelukannya.


"Sayang, Andrew sudah sadar loh, apakah kamu siap untuk jadi istrinya?" tanya Bu Cantika kepada calon menantunya.


"Tidak usah di ragukan lagi Bu, Tika sudah siap kok jadi istrinya Andrew."


"Syukurlah kalau begitu. Terima kasih ya sayang, kamu mau jadikan dia sebagai suamimu," ucap Bu Cantika sambil tersenyum.


"Iya Bu. Oya Bu, Ndrew, Tika mau pamit pulang dulu ya ke rumah, tidak apa-apa kan?" tanya Tika sambil menatap Bu Cantika, dan Andrew bergiliran.


"Tidak apa-apa kok sayang, biar urusan Andrew, Ibu yang jaga. Lagi pula, kasihan putrimu pasti nanyain kamu terus," ucap Bu Cantika.


"Emangnya enggak apa-apa bila ibu sendirian disini?" tanya Tika.


"Enggak apa-apa kok Nak, lagian ibu enggak sendirian kok, kan ada Andrew." jawab Bu Cantika.


"Baiklah kalau begitu. Ya sudah kalau begitu saya pamit ya Bu," ucap Tika.


"Iya silahkan  Nak. Hati-hati dijalannya ya Nak," jawab Bu Cantika.

__ADS_1


"Iya Bu. Oya Ndrew, aku pulang dulu ya, nanti aku kesini lagi ya. Cepat sembuh ya, biar kita segera naik kepelaminan," bisik Tika ke telinga Andrew.


"Iya terima kasih sayang." jawab Andrew.


"Hayo ngomongin apa sih? Main bisik saja nih," ucap Bu Cantika sambil menatap Andrew dan Tika bergiliran.


"Rahasia Bu. Ya sudah, sekali lagi Tika pamit pulang dulu ya."


Tika dengan segera melangkahkan kakinya, menuju ke luar dari rumah sakit tersebut.


****


Empat hari kemudian ...


Hari ini, hari yang sangat bahagia bagi manusia yang saling mencintai, dimana hari ini Tika dan Andrew akan melangsungkan pernikahannya dan berijab kabul di depan oranng banyak, dan mereka akan menjadi saksi atas pernikahan mereka.


Para tamu undangan kini sudah saling berdatangan, dan memenuhi aula hotel yang sudah di sediakan tempatnya oleh pihak keluarga kedua mempelai.


Riasan dekor yang sangat mewah, serta di hiasi dengan warna warni bunga yang semerbak harumnya sangat indah menghiasi ruangan tersebut.


Andrew kini sudah datang, dan berjalan menuju kursi yang sudah disediakan, dimana kursi tersebut khusus untuk ijab kabul.


Saat Andrew sudah sampai dikursi tersebut, pak penghulu, para saksi serta wali dari pihak perempuan sudah ada disana.


Andrew pun merasa tegang, dan mencoba menarik napasnya agar rileks, dan ijab kabulnya lancar.


*Di ruangan lain, Tika sudah beres di Make Over oleh MUA. Tika pun tidak kalah tegangnya, dan berharap Andrew lancar saat mengucapkan ijab kabulnya. Ya, memang ini bukan pernikahan Tika untuk pertama kali nya, tapi tetap saja Tika begitu was-was.


"Sayang ...," panggil Bu Lily kepada putrinya.


"Iya Bu, kenapa?" tanya Tika.


"Kamu cantik banget sayang," ucap Bu Lily sambil menatap putrinya.


"Ah Ibu bisa saja. Bu, Tika kenapa merasa was-was ya Bu." ucap Tika.


"Doakan saja semoga Andrew lancar mengucapkan ijab kabulnya, dan resmi jadi suamimu," ucap Bu Lily.


"Semoga saja ya Bu." ucap Tika yang saat ini sedang duduk diruangan MUA, dan sambil mendengarkan ijab kabul sebentar lagi akan di mulai.


Bersambung dulu ah ...

__ADS_1


jangan tinggalkan jejaknya ya


__ADS_2