
Tika kini sedang sibuk, mengecek semua laporan yang masuk melalui laptopnya dari para pegawai yang sudah di tugaskan oleh Tika.
'Lelah sekali ... jam berapa ini?' gumam Tika, kemudian menatap jam tangannya menunjukan pukul 8 malam.
'Hari ini, memang hari yang sangat melelahkan. Harus lembur tiap hari. Tapi tidak apa-apalah yang penting perusahaanku berkembang dengan pesat dan menjadi lebih baik lagi' gumam Tika, kemudian menghembuskan napasnya dengan kasar.
'Tinggal sedikit lagi nih, pekerjaanku beres. Ayo semangat Tika!' gumam Tika menyemangati diri sendiri.
*Lima belas menit kemudian ....
'Akhirnya, beres juga pekerjaannya. Waktunya sekarang pulang,' Tika, sambil merapihkan tempat kerjanya.
Setelah sudah rapih, dengan segera Tika mengambil tas kerjanya, lalu pergi dari ruangan tersebut, dan berjalan menuju keluar.
'Sepi sekali?' gumam Tika, sambil menatap ke kiri, dan ke kanan.
'Kamu itu, konyol sekali Tika. Tentu saja sepi karena yang lain sudah pada pulang, tinggal aku sendiri disini,' Tika berbicara pada diri sendiri.
Tika kini sudah sampai di depan lift, sambil menunggu lift tersebut terbuka. Saat lift tersebut sudah buka, dengan segera Tika masuk ke dalam lift tersebut. Saat lift akan tertutup, tiba-tiba ada seseorang menerobos masuk ke dalam lift tersebut.
Tika terkejut, saat mengenal seseorang yang masuk ke dalam lift bersama dirinya.
"Chandra? Kamu lagi ngapain disini!" bentak Tika, kepada Chandra.
"Tentu saja mau pulang." jawab Chandra.
"Maksud aku itu, kenapa kamu ada disini? Bukannya tempat kerjamu ada dibawah," Tika, merasa jadi was-was.
"Karena aku tadi di suruh untuk membersihkan ruangan rapat oleh pak Bimo. Kamu jangan berpikir yang aneh-aneh, aku tidak akan macam-macam sama kamu kok." ucap Chandra sambil menatap Tika.
"Baguslah kalau gitu. Semoga saja ucapanmu tidak bohong." Tika, menatap sinis Chandra.
"Terserah kamu saja deh, mau percaya atau enggak juga, yang penting aku sudah berkata jujur!" ucap Chandra.
"Kalau awalnya orang suka berbohong, pasti bakal terus ketagihan berbohong. Jadi mana mungkin, bisa dipercaya lagi dengan arti sebuah kejujuran." Tika, tertawa sinis.
"Maksud kamu apa sih berkata seperti itu? Apakah kamu masih menyimpan rasa dendam dan benci terhadapku karena Vika?" tanya Chandra, sambil menatap tajam Tika.
"Aku tidak pernah mempunyai rasa dendam kepadamu! Enggak penting banget sih, aku harus menyesal karena kamu dan wanita ****** itu. Asal kamu tahu, aku akan selalu ingat sampai kapan pun tentang perlakuan kasarmu terhadapku waktu dulu. Dan aku sangat bersyukur Tuhan telah menunjukan siapa kamu sebenarnya. Pria yang tidak punya rasa tanggung jawab, dan egois!" Tika, menatap tajam Chandra.
Pintu lift pun terbuka, dengan segera Tika keluar dari lift tersebut, dan menyenggol pundak Chandra dengan kasar.
__ADS_1
Chandra hanya diam mematung. Chandra merasa menyesal tentang masa lalunya yang telah menggoreskan luka terhadap Tika.
Arrghh ... teriak Chandra, benar-benar frustasi bila ingat masa lalunya yang sering bermain kasar terhadap mantan istrinya.
'Semua sudah terlambat Chandra! Tika memang sudah sangat membencimu. Aku sangat bodoh, aku bego karena telah membiarkan Tika untuk pergi dari kehidupanku.' gumam Chandra, benar-benar sangat menyesal.
Chandra dengan segera keluar dari lift tersebut, dan berjalan keluar dari perusahaan tersebut.
'Mana ada angkutan umum jam segini? Masa iya sih, aku harus jalan kaki sampai rumah sih.' gerutu Chandra, sambil memijit kepalanya yang terasa pusing.
Tiba-tiba ada mobil berjalan menghampiri dirinya. Lalu seseorang dalam mobil tersebut membukakan kaca mobilnya.
"Ayo masuk!" ajak Tika, kepada Chandra.
Chandra hanya diam mematung tanpa membalas perkataan Tika. Sebenarnya Chandra tidak munafik, kalau di tawarin pulang bareng pasti mau , apalagi posisi sekarang sudah malam, dan tidak ada angkutan umum. Tapi di dalam hati Chandra merasa malu terhadap Tika, karena sering berkata seenaknya kepada Tika.
"Ya sudah, kalau tidak mau pulang bareng juga tidak apa-apa kok. Selamat menunggu angkutan umum sampai pagi saja," ucap Tika, sambil menatap sinis Chandra. Lalu dengan segera menjalankan mobilnua kembali.
"Tika, tunggu!" teriak Chandra.
"Ada apa?" tanya Tika, dengan datar.
"Baiklah aku akan ikut bersamamu." jawab Chandra, dengan segera berjalan masuk ke dalam mobil Tika
Makanyya Tika masih punya rasa tanggung jawab terhadap Chandra, karena Tika atasannya.
"Terima kasih ya Tika, sudah mengajak aku untuk pulang bareng." ucap Chandra, sambil tersenyum terhadap Tika.
"Kamu jangan kepede'an dulu. Aku mengajakmu pulang bareng, karena kamu pegawaiku! Dan aku masih punya rasa tanggung jawab terhadap pegawaiku." ucap Tika, dengan datar.
Chandra hanya diam saja saat Tika berkata seperti itu. Chandra sadar, kalau dirinya hanya pegawai, sedangkan Tika atasannya.
Di sepanjang jalan, mereka hanya diam membisu tanpa ada yang berkata sepatah pun diantara mereka.
Karena merasa jenuh dari tadi diam saja, Chandra mengambil ponsel miliknya dari saku celananya, kemudian memutarkan musik dari ponselnya dengan keras.
Saat musik mulai memasuki Reff, Chandra pun ikut bernyanyi lagu dari Nirwana band yang judulnya "Andaikan Waktu Bisa Ku putar Kembali "
Reff.
🎵 bisa ku putar kembali 🎵
__ADS_1
🎵Ku ingin dirimu tetap ada disini🎵
🎵Melewati kisah cinta yang kita lewati🎵
🎵Ku tak mampu bila dirimu pergi🎵
🎵Terdiam ku tenggelam menitis sepi malam🎵
🎵Ku sendiri menanggung semua beban yang kau berikan🎵
🎵Mengalir airmata membasahi pipiku,
Ku tepiskan semua dengan ikhlas hati🎵
Karena merasa risih, Tika dengan segera mengambil ponsel milik Chandra.
"Kamu itu apa-apaan sih, malah memutar musik dengan keras, berisik tahu! Kamu tidak lihat apa, aku lagi menyetir mobil," bentak Tika terhadap Chandra.
"Kamu mau tahu alasannya, kenapa aku memutar lagu tersebut? Lagu itu, menyuarakan hatiku, kalau aku sangat menyesal telah menyia-nyiakanmu. Kamu tahu tidak, ternyata anak yang ada di kandungan Vika, bukanlah anakku! Aku sungguh bodoh, telah memilih wanita seperti dia," ucap Chandra, sambil menatap Vika.
"A-apa bukan anakmu?" ucap Tika dengan gugup, karena merasa terkejut dengan perkataan Chandra.
"Iya bukan anakku. Ternyata Vika adalah wanita malam, yang sering menggoda pria berhidung belang. Dia hanya memanfaatkan hartaku ketika kaya, dan ku di tendang saat ku berubah jadi miskin," Chandra mencoba menjelaskan kepada Tika.
"Kamu tahu dari mana kalau Vika, wanita malam?" tanya Tika.
"Satu bulan yang lalu, aku tidak sengaja melihat Vika dengan pria lain sedang bercumbu di rumah. Kemudian 2 minggu yang lalu, aku melihat Vika di cafe sedang asyik kumpul bersama pria berhidung belang. Aku sungguh menyesal telah memilih dia." Chandra, sambil menatap sendu Tika.
"Kenapa kamu baru mengetahui kalau Vika, wanita malam?" tanya Chandra.
"Karena yang aku tahu, kalau Vika dulu bekerja sebagai sekretaris di Pt. Hera, perusahaan yang terkenal itu. Jadi mana mungkin, aku berpikiran kalau Vika selama ini wanita malam." ucap Chandra, tatapan matanya ke depan.
"Oh." jawab Tika dengan datar.
"Iya. Sangat sakit banget rasanya, bagaikan ditusuk belati saat wanita yang ku pilih memilih pria lain. Apalgi Vika berubah menjadu kasar terhadapku, tidak seperti yang selalu sabar." ucap Chandra.
itulah yang aku rasakan dulu. Sakit banget, saat tahu kamu selingkuh dengan Vika, bahkan mengatakan kalau Vika mengandung anakmu. Apalagi saat kamu berubah menjadi kasar kepadaku, sungguh di rumah itu bagaikan neraka. Mungkin itulah yang dinamakan karma, karena kamu dulu pernah menyakitiku, dan selingkuh diam-diam di belakangku batin Tika, sambil menatap sinis Chandra.
"Tika ...." panggil Chandra, sambil memegang tangan Tika,"kamu mau kan, memaafkan ku? Aku sungguh menyesal telah menyia-nyiakanmu. Aku dulu selalu berbuat kasar, dan tidak pernah mengerti perasaanmu. Aku sungguh menyesal Tika.
Tika hanya diam saja, lalu menatap Chandra, dengan tatapan susah diartikan.
__ADS_1
bersambung ....